
❤️ Happy Reading ❤️
Gavi dan Aurel berjalan beriringan masuk ke dalam sebuah bangunan mewah nan megah, yaitu kediaman utama keluarga Marcio.
''Daddy sama mommy mana nek?'' tanya Gavi pada sosok bik Sri si kepala pelayan sejak dulu kala.
Meski sosoknya kini sudah tak lagi muda, namun dirinya tetap mengabdi pada keluarga Marcio.
Dirinya begitu sangat merasa berhutang budi, karena berkat keluarga ini kini anak-anaknya hidup lebih layak, berpendidikan tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang enak dan gajih besar...tentu saja bekerja di salah satu perusahan keluarga Marcio juga tapi tak menjadi pembantu sepertinya.
Nyonya besar Cecil dan tuan besar Geri sudah memintanya untuk pensiun tapi beliau tatap memaksa, mommy dan daddy Geva pun pernah menyarankan hal yang sama namun juga ditolak.
Tak hanya itu...anak-anaknya pun memintanya untuk beristirahat saja di rumah...namun juga bujukan itu sama sekali tak mempan.
''Ah itu mereka ada di teras belakang dengan Oma dan opa.'' jawab bik Sri.
''Terimakasih nek, nenek jangan capek-capek ya kerjanya...'' kata Gavi.
''Iya tuan muda.'' jawab bik Sri yang merasa sangat senang dan beruntung karena semua majikannya begitu sangat baik serta perhatian padanya.
''Aku ke dalam dulu ya nek.'' pamit Gavi yang di angguki oleh bik Sri.
''Semoga tuan muda bahagia dengan pernikahannya.'' gumam bik Sri sambil memandang punggung Gavi yang semakin menjauh dari pandangan mata tuanya.
❤️
''Sore semua.'' sapa Gavi.
__ADS_1
''Hah cucu Oma...akhirnya kalian datang juga.'' seru Oma Cecil.
Gavi mulai mendekati mommy serta Omanya dan memberikan pelukan pada keduanya.
Sedangkan untuk sang daddy dan sang opa, hanya di salaminya saja.
Aurel yang ada di belakang Gavi pun melakukan hal yang sama seperti sang suami.
''O iya ini mom, tadi kami lewat toko kue...jadi kami beliin kue untuk mommy dan yang lain.'' kata Aurel sambil menyerahkan paper bag yang ada di tangannya.
''Ya ampun sayang kok jadi repot-repot kayak gini sih, kalian datang kesini saja kami sudah seneng banget loh.'' kata mommy Ivi. ''Terimakasih ya sayang.'' ucapnya.
''Tadi Gavi juga sudah bilang gitu mom, tapi mantu mommy itu kekeh mau beli itu.'' sahut Gavi sambil mendudukkan bokongnya di samping sang opa.
''Ayo duduk sini sayang...deket mommy sama oma.'' kata mommy Ivi menepuk stan kosong yang ada di antara dirinya dan Oma Cecil.
''Ck, baru datang sudah langsung di monopoli.'' gerutu Gavi yang masih bisa di dengar oleh yang lainnya.
''Iya lagian juga nanti malam tetap kok tidurnya sama kamu...gak kita berdua culik buat tidur bareng.'' timpal mommy Ivi.
''Haist terserah mommy sama oma sajalah.'' kata Gavi.
''Ya memang terserah kami.'' sahut Oma yang semakin membuat Gavi berdecak kesal.
''O iya sayang, gimana kalau besok kita pergi buat jalan-jalan.'' ajak mommy Ivi. ''Ngemal atau nyalon bareng...'' sambungnya.
''Mom, gak usah aneh-aneh deh...besok itu hari libur jadi biarin Aurel buat istrirahat, hari Senin diakan harus kerja lagi.'' protes Gavi yang sebenarnya cuma cari-cari alasan agar sang istri tak terlalu di kuasai oleh orang lain mekipun mommy dan Omanya sendiri.
__ADS_1
Entah kenapa ada perasan tak rela jika Aurel pergi dengan orang lain selain dirinya.
''Mommy gak ngomong sama kamu ya...mommy itu ngomong sama menantu cantik mommy.'' kata mommy Ivi pada Gavi. ''Gimana...kamu maukan sayang?'' tanya mommy Ivi yang nadanya jauh lebih lembut saat bertanya pada Aurel.
''Aurel ngikut aja mom.'' jawab Aurel yang semakin membuat Gavi jengkel.
''Bagus, besok kita berangkat jam delapan pagi...biar kita bisa lebih puas jalan-jalannya.'' putus mommy Ivi yang di angguki semuanya.
❤️
Seusai makan malam mereka semua berkumpul bersama untuk berbincang sebentar sambil menunggu makanan yang mereka makan tercerna secara sempurna.
Hingga satu persatu anggota keluarga ijin untuk masuk ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
''Kenapa kamu pasrah saja saat mommy ngajak jalan besok?'' tanya Gavi saat mereka berdua sudah berada di kamar Gavi.
''Terus aku harus bagaimana? nolak gitu? ya gak enak dong Gav.'' kata Aurel.
''Lagi-lagi gak enak...lagi-lagi gak enak.'' gumam Gavi dengan dongkol.
''Huft...aku cuma gak mau bikin mommy sama oma kecewa.'' kata Aurel yang menjadi serba salah. ''Walau bagaimanapun aku sudah menganggap mereka seperti ibu dan nenekku sendiri Gav.'' sambungnya. ''Lagian ini juga hanya satu minggu sekali Gav, gak setiap hari.'' imbuhnya.
''Terserahlah.'' kata Gavi. ''Ayo sini...aku sudah ngantuk.'' kata Gavi lagi yang meminta Aurel untuk naik ke atas ranjang.
Grep
Sudah menjadi sebuah kebiasaan atau bisa di bilang sebuah ketergantungan antara keduanya jika tidur maka Gavi akan memeluk tubuh Aurel.
__ADS_1
Gavi tak akan bisa tidur jika tak mendekap tubuh Aurel dan mata Aurel pun akan sangat sulit terpejam jika tidur tak di peluk oleh Gavi.
Rasanya itu kurang nyaman dan ada sesuatu yang seperti hilang pada mereka.