Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 41


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Pagi-pagi sekali Gavi yang masih terlelap sudah di kagetkan dengan suara seseorang yang sepertinya sedang muntah-muntah.


"Aurel." gumam Gavi saat seketika membuka matanya dan tak mendapatkan sang istri di atas ranjang bersamanya.


Dengan buru-buru Gavi langsung turun dari ranjangnya dan berlari ke arah kamar mandi, sangking tergesanya tuan muda Marcio itu sampai tersandung karpet dan hampir saja jatuh kalau saja refleks keseimbangannya tidak bagus.


Brak


Dengan tak sengaja Gavi juga membuka pintu kamar mandi dengan begitu kasar sehingga menimbulkan suara yang sedikit keras.


"Cinta." lirih Gavi yang melihat Aurel sedang sibuk mengeluarkan apa yang ada di dalam perutnya kedalam wastafel.


Aurel yang mendengar namanya di panggil hanya bisa menoleh sekilas karena rasa muak itu terus saja melanda dirinya tanpa henti.


Gavi langsung berjalan mendekati Aurel dan berdiri tepat di belakang wanitanya.


"Pergi by, keluar." kata Aurel. "Ini sangat menjijikkan." sambungnya lagi.


"Gak apa-apa cinta, aku gak masalah." sahut Gavi.


Mana tega dirinya meninggalkan sang istri dalam keadaan seperti ini hanya karena alasan jijik.


Gavi pun hanya bisa membantu dengan memegang rambut Aurel gat tak kena muntahan juga memijat tengkuk Aurel, soalnya dia bingung tak tau harus berbuat apa selain itu.


Sedangkan Aurel terus memuntahkan semuanya hingga habis tak tersisa dan hanya meninggalkan cairan kuning yang terasa begitu sangat pahit.


Setelah perutnya merasa benar-benar kosong barulah muntahnya berhenti. Aurel langsung membersihkan mulutnya menggunakan air sampai bersih.

__ADS_1


"Sudah?" tanya Gavi yang di angguki oleh Aurel.


Gavi bisa melihat jika wajah istrinya itu terlihat begitu sangat pucat saat ini.


"Ayo kita kembali ke kamar." ajak Gavi.


Namun baru satu kali melangkah tiba-tiba tubuh Aurel ambruk begitu saja. Untung saat ini dirinya sedang di papah oleh Gavi sehingga Aurel tak sampai terjatuh di lantai.


Gavi yang melihat sang istri tak sadarkan diri pun langsung mengangkat tubuh wanita itu ala bridal style dan menidurkannya di atas ranjang.


Pra itu pun juga langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter pribadi keluarganya, tak lupa pula dirinya menghubungi sang mommy dan memintanya untuk datang ke sana. Karena dalam keadaan seperti ini dirinya benar-benar sangat membutuhkan sosok wanita yang selalu menjadi nomor satu di tahta tertinggi di hidupnya.


Tak hanya Gavi, mommy Ivi yang mendengar kabar dari sang putra pun mendadak menjadi panik yang bercampur rasa cemas dan khawatir.


Wanita paruh baya itu langsung saja keluar dengan tergesa dari dapur untuk menghampiri sang suami yang masih berada di dalam kamar bergelung dengan selimut.


"Dad, Daddy ... ayo bangun dad." kata mommy Ivi sambil terus mengguncang tubuh daddy Geva.


"Ish Daddy, ayo bangun dad." kata mommy Ivi yang kali ini tangannya sudah memukul lengan Daddy Geva sangking kesalnya.


"Auw ... ada apa sih mom? Ini masih pagi loh, Daddy masih ngantuk." kata daddy Geva.


"Ayo bangun dad, kita harus segera ke apartemen Gavi." kata mommy Ivi lagi.


Wanita itu sudah kesal setengah mati pada suaminya, boleh tidak sih jika dirinya mengambil sapu dan memukul suaminya itu atau dirinya mengambil air dan mengguyurnya saja agar suaminya itu segera bangun.


"Mau ngapain kesana?" tanya daddy Geva yang terlihat masih ogah-ogahan untuk beringin dari tidurnya.


"Aurel ... menantu kita tiba-tiba pingsan." sahut mommy Ivi.

__ADS_1


"Apa mom? Aurel pingsan?" tanya daddy Geva yang langsung duduk untuk bertanya guna memastikan apa yang didengarnya.


"Iya, ayo buruan bangun dan kita kesana." sahut mommy Ivi.


Daddy Geva langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya sebentar. Sedangkan mommy Ivi lebih memilih pergi ke kamar yang lain guna melakukan hal yang sama dan juga untuk mempersingkat waktu dari pada mereka harus bergantian.


❤️


Dengan perasaan yang sudah tak menentu membuat mommy Ivi begitu tergesa dalam melangkah sehingga hampir saja dirinya terjungkal kalau Daddy Geva tak menariknya.


"Hati-hati mom." kata daddy Geva.


"Hem iya dad, terimakasih." ucap mommy Ivi.


"Khawatir boleh tapi tetap perhatikan keselamatan kamu mom." nasehat Daddy Geva yang di angguki oleh mommy Ivi, karena apa yang di katakan suaminya itu benar adanya.


Kedua pasangan paruh baya itu sampai di depan pintu apartemen Gavi bertepatan dengan dokter yang hendak keluar dari sana setelah memeriksa sang nyonya muda Marcio.


"Gav." panggil mommy Ivi saat melihat putranya. "Dokter, bagaimana keadaan menantu saya? Apa dia baik-baik saja? tak ada yang perlu di perhatikan kan Dok?" tanya mommy Ivi beruntung yang membuat sang dokter tersenyum mendengarnya.


"Satu-satu mom kalau bertanya." kata Gavi, padahal pria itupun tadi juga melakukan hal yang sama seperti mommy Ivi.


"Eh iya maaf Dok." ucap mommy Ivi.


"Ah tidak apa-apa Nyonya." sahut sang dokter. "Nyonya muda tidak apa-apa, namun hasil pemeriksaan saya ... nyonya muda sedang berbadan dua, jadi untuk memastikannya saya menyarankan untuk Nyonya muda di periksa lebih lanjut di rumah sakit." sambungnya lagi.


"A - apa Dok, menantu kami hamil?" tanay mommy Ivi dengan sedikit terkejut.


Dia tak menyangka kecemasannya ternyata membawa sebuah kabar yang sangat membahagiakan bagi keluarga mereka.

__ADS_1


"Iya Nyonya." jawab sang dokter. "Kalau tak ada yang di tanyakan lagi, saya permisi." pamitnya yang di angguki oleh Daddy Geva juga Gavi.


"Terimakasih Dok." ucap mommy Ivi.


__ADS_2