Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 19


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Beberapa hari berlalu hingga tibalah hari Sabtu dimana Aurel tak masuk bekerja karena memang bank akan tutup pada hari Sabtu dan Minggu.


''Karena hari ini kamu gak kerja, mau aku antarkan ke rumah mommy?'' tanya Gavi saat dirinya dan Aurel sedang menikmati saran bersama.


''Em...'' sahut Aurel yang masih menimang apakah akan menerima tawaran Gavi atau menolaknya.


''Kalau gak kamu ikut aku ke kantor aja, lagian jam dua siang juga jam operasional kantor juga berakhir.'' kata Gavi lagi memberi opsi lain agar sang istri tak jenuh sendirian di rumah.


''Di kantor aku mau ngapain, nanti malah jadi ganggu kamu kerja lagi.'' sahut Aurel yang pastinya dirinya juga takut jenuh di sana...setengah hari hanya duduk di dalam ruangan tanpa melakukan apapun.


''Ya sekali-kali nemenin suami kerja...biar tau juga gimana kalau suaminya kerja.'' kata Gavi yang memang ingin sekali di temani oleh Aurel hari ini.


Lagian dia juga ingin seluruh karyawannya tau sosok Aurel istri cantik si CEO perusahan di mana mereka bernaung. Karena sewaktu acara resepsi pernikahan mereka hanya para petinggi perusahaan saja yang di undang, kalau para karyawan biasa juga di undang...entah butuh berapa lama ribu undangan yang dia sebar.


''Tapi...'' kata Aurel.


''Gak ada tapi-tapian...pokoknya hari ini kamu temenin aku kerja, titik.'' putus Gavi yang sengaja memotong omongan Aurel.


''Cih, dasar pemaksaan.'' cibir Aurel.


''Biarin, lagian kalau hari bisa nama bisa kamu datang ke perusahaan, cuma hari Sabtu ajakan bisanya.'' sahut Gavi, karena memeng dirinya pernah meminta Aurel untuk makan siang di perusahaan...niatnya pengen makan bareng dan merasakan seperti apa yang dirasakan para suami dari sepupunya jika istri mereka datang ke tempat kerja walau hanya sekedar makan siang bersama.


''Kalau kamu makan siang di perusahaan kamu itu jelas gak bisa, jarak tempat kerja kita jauh...jam istirahat cuma habis di jalan aja.'' kata Aurel yang memang benar begitu.


Jam istirahat hanya satu jam, pulang pergi dari tempatnya kerja dengan perusahan Gavi jatuhnya sekitar tiga puluh menit kalau gak macet...belum lagi untuk jalan menuju ke ruangan Gavi, ya habis makan langsung pergi...capek jadinya.


''Ya udah kalau gitu aku ganti baju bentar.'' kata Aurel yang pada akhirnya menuruti apa mau sang suami.


❤️


Sejak turun dari mobil sampai masuk kedalam lobi perusahaan...banyak bangat yang memandang ke arah keduanya terutama ke arah Aurel.


Ada yang menatapnya secara teliti dari bawah sampai atas seolah-olah sedang menelanjangi dirinya, belum lagi tatapan tajam nan sinis seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.


''Tegakkan kepalamu, karena kamu adalah istriku, menantu keluarga Marcio.'' bisik Gavi tepat di telinga Aurel karena saat ini Gavi sedang merengkuh pinggang Aurel untuk di rangkulnya secara posesif.


Banyak pula yang menyapa, namu Gavi hanya acuh tak acuh dan hanya menampilkan muka datarnya saja, sangat jauh berbeda dengan Aurel yang membalasnya dengan seulas senyum manis.

__ADS_1


Aurel itu bekerja di bank yang berarti melayani untuk publik, jadi dia selalu bersikap ramah dan menampilkan senyum manisnya...mana bisa dirinya mengabaikan dan bersikap acuh seperti Gavi.


"*Gila istri bos, cantik banget."


"Senyumnya bikin hati Abang meleleh dek."


"Bos gak pernah bawa cewek ke perusahaan...begitu bawa langsung berstatus istri."


"Cih, cantik apaan...cantikan juga gue."


"Gak punya kaca ya elo...ngaca sana."


"Wah sudah gak waras nih anak, aku aja yang sama-sama perempuan terpesona loh."


"Fiks kayaknya mata elo butuh di bawa ke dokter mata buat di periksa*."


"Khem...masih inget kalian di gaji buat apa? Kerja bukan bergosip, jika sudah tak mau kerja...silahkan kirim surat pengunduran diri kalian ke pihak HRD.'' kata Reno menegur mereka. "Dan satu lagi, saya harap kalian bisa menghormati nyonya muda seperti kalau menghormati tuan muda Gavi.'' sambungannya.


Setalah berkata demikian Reno langsung pergi menyusul sang atasan.


❤️


Tok...Tok...Tok...


''Masuk.'' seru Gavi.


Cklek


''Ada apa?'' tanya Gavi.


''Saya ingin membacakan jadwal anda hari ini tuan muda.'' jawab Reno. ''Jam sembilan anda ada meeting dengan bagian pemasaran, jam sebelas akan ada kunjungan dari perusahan Cakra untuk membahas proyek kita yang ada di kota x.'' papar Reno.


''Hem, kamu boleh keluar.'' kata Gavi. ''O iya minta pihak ob untuk membawakan minum serta makanan ringan ke sini.'' pintanya sebelum Reno benar-benar meninggalkan ruangannya.


''Baik tuan muda.'' jawab Reno.


Gavi melanjutkan kembali pekerjaannya, sedangkan Aurel lebih memilih membaca majalah bisnis yang ada di meja depannya.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan dan Reno pun juga sudah kembali ke ruangan Gavi untuk menjemput sang atasan menuju ke ruang meeting.

__ADS_1


''Kamu gak apa-apakan aku tinggal?'' tanya Gavi.


''Ya enggak apa-apalah, emangnya aku anak kecil yang bakal nangis kalau di tinggal sendirian.'' sahut Aurel.


''Ya udah kalau gitu aku meeting dulu, kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang sama Dion...sekretaris aku yang ada di depan.'' kata Gavi lagi memberi tahu.


''Hem.'' sahut Aurel.


❤️


''Hah.'' seperti dugaannya...Aurel sudah sangat merasa bosan saat ini bahkan waktu pun seakan sangat lama.


Aurel kemudian bangkit dari duduknya dan melihat-lihat jejeran buku yang tertata rapi di rak.


''Semuanya buku tentang bisnis.'' gumamnya setelah satu persatu membaca tulisan sampulnya.


Dari pada bertambah bosan, Aurel mengambil satu buku dan di bawanya kembali lagi ke sofa, bahkan saat ini dirinya sudah terbaring terlentang sambil membaca buku...bodo amat toh gak akan ada yang berani masuk ke ruangan ini secara sembarangan kecuali Gavi.


Meeting yang di perkirakan Gavi hanya membutuhkan waktu satu sampai satu setengah jam nyatanya memakan waktu hingga dua jam.


Bahkan Gavi pun sudah melihat kliennya menunggu di kursi tunggu bersama sang sekretaris.


''Tuan Gavi.'' sapanya.


''Selamat siang tuan Bisma.'' sapa balik Gavi. ''Maaf sudah membuat anda menunggu tuan, mari masuk ke ruangan saya...'' ajak Gavi yang di angguki tuan Bisma bersama asistennya, Reno pun tak lupa ikut serta.


Cklek


''Maaf tuan itu...'' tunjuk tuan Bisma.


''Ah maaf-maaf tuan Bisma.'' ucap Gavi yang langsung berjalan menghampiri Aurel yang terlelap dengan buku di atas dadanya.


Dengan pelan-pelan Gavi mengambil buku itu, lalu meraih tubuh Aurel untuk di gendongnya ala bridal style menuju ke kamar pribadi miliknya secara hati-hati agar si empunya tak terbangun.


''Sekali lagi maaf tuan Bisma.'' ucap Gavi yang merasa tak enak.


''Ah tak masalah tuan Gavi...yang tadi itu...'' kata tuan Bisma yang bingung bagaimana mau menyebut sosok wanita yang tidur di kantor seorang Gavindra Marcio yang terdengar dingin serta tak pernah dekat ataupun berurusan dengan wanita.


''Oh yang tadi itu istri saya tuan.'' jawab Gavi. ''Mari langsung kita bahas saja mengenai pekerjaan kita...'' kata Gavi lagi.

__ADS_1


__ADS_2