Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris

Terjebak Di Atas Ranjang Sang Pewaris
Bab 13


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Gavi dan Aurel memutuskan untuk ikut pulang ke kediaman utama keluarga Marcio.


''Kalian benarkan gak bulan madu Gav?'' tanya mommy Ivi pada Gavi dan Aurel saat mereka baru saja sampai rumah.


''Bukan enggak mom tapi belum.'' ralat Gavi. ''Semuanya ini begitu mendadak mom dan aku masih banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan...banyak sekali deadline mom.'' kata Gavi menjelaskan alasannya.


''Aurel juga gak bisa seenaknya untuk cuti mom.'' sambung Aurelia yang nyatanya dirinya hanyalah karyawan biasa bukan CEO perusahan atau pemilik perusahan yang bisa libur seenaknya.


''Huft terserah kalian sajalah kalau gitu, mommy juga tak bisa memaksa.'' kata mommy Ivi.


''O iya mom, nanti sore kami berdua akan langsung pulang ke apartemen.'' kata Gavi memberi tahu keputusannya.


Bukan mommy Ivi dan daddy Geva aja yang kaget, namun Aurel pun sama dan langsung menatap ke arah Gavi.


''Loh kok ke apartemen sih Gav? kenapa gak tinggal di sini saja?'' tanya mommy Ivi. ''Mommy masih ingin bersama mantu mommy loh.'' sambungnya.


''Kami akan sering berkunjung ke sini mom, mommy sama daddy jugakan bisa berkunjung di sana.'' kata Gavi. ''Aku cuma kembali tinggal di apartemen aku aja mom, bukan pindah keluar kota atau keluar negri.'' sambungnya.


''Beri mommy satu alasan yang bisa membuat mommy mengijinkan kalian untuk tinggal di sana.'' kata mommy Ivi, dia hanya tak ingin kalau semua ini ternyata hanya akal-akalan putranya untuk memperlakukan Aurel atau pernikahan mereka tak sebagai mana mestinya.


''Kami ingin lebih saling mengenal, lagian kalau hanya tinggal berdua...kami bisa lebih dekat mom.'' kata Gavi memberikan alasannya.


''Hem baiklah, tapi mommy gak mau tau atau gak mau dengar kalau sampai ada cerita kalian pisah kamar atau kami semena-mena pada Aurel.'' kata mommy Ivi mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.


''Hufy mommy terlalu terbawa sama cerita di sinetron atau di novel.'' sahut Gavi.


''Kalau memang itu keputusan kalian dan semua ini untuk kebaikan hubungan kalian, daddy dan mommy dukung.'' kata daddy Geva yang baru buka suara. ''Daddy percaya kalau kalian, terutama kamu Gavi...tak akan mengecewakan kami.'' sambungnya. ''Ayo mom kita ke kamar, daddy masih sangat mengantuk.'' ajak daddy Geva, kerena entah sampai pukul berapa pria yang sudah tak lagi muda itu harus menemani para kolega bisnisnya.


Melihat kedua orangtuanya sudah berjalan ke arah kamar, Gavi pun berniat melangsungkan kakinya.


Grep


''Ayo kita ke kamar, aku juga ingin rebahan sebentar sebelum memeriksa semua pekerjaan.'' kata Gavi yang tiba-tiba menggenggam tangan Aurel untuk di gandengnya.


''He'em.'' jawab Aurel dengan mata menatap ke arah tangannya yang sat ini di genggaman Gavi.

__ADS_1


❤️


Cklek


Saat pertama memasuki kamar itu, wangi maskulin langsung menyeruak masuk ke dalam indra penciuman Aurel, wangi khas Gavi.


''Mau bersih-bersih?'' tanya Gavi yang di angguki oleh Aurel.


Gavi langsung membawa Aurel menuju ke arah kamar mandi.


Cklek


''Kamu duluan, nanti kita gantian.'' kata Gavi setelah membuka pintu kamar mandi. ''Kalau mau barengan sih juga gak apa-apa...'' godanya yang membuat Aurel tersipu.


Namun gadis itu langsung memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi guna menetralkan detak jantungnya yang saat ini seperti bertalu-talu.


Tak lama Aurel di kamar mandi, karena hanya sekedar mencuci muka serta kedua tangan dan kakinya saja, begitu pula dengan Gavi.


''Sini.'' kata Gavi sambil menepuk area kosong di sebelahnya.


Dengan ragu-ragu Aurel melangkahkan kakinya mendekat namun berhenti tepat di sisi ranjang.


''Sini, duduk sini.'' kata Gavi lagi yang kembali menepuk sebelahnya. ''Tenang saja...aku tak akan menerkammu sekarang.'' sambungnya dengan santai.


''A...ada apa?'' tanya Aurel yang sudah mengikuti permintaan Gavi untuk duduk di sebelahnya.


''Maaf kalau aku tak mengatakan sebelumnya padamu.'' ucap Gavi. ''Tentang kita yang akan tinggal di apartemen milikku.'' sambungnya lagi. ''Aku cuma ingin kita lebih saling mengenal...itu saja dan aku rasa kalau kita hanya tinggal berdua proses itu akan semakin cepat.'' imbuhnya.


''Iya gak apa-apa, di manapun kamu tinggal...aku akan ikut.'' sahut Aurel.


''Terimakasih.'' ucap Gavi.


''Bukannya itu memang sudah tugas istri.'' kata Aurel, entah mengapa mendengar kata istri membuat Gavi langsung tersenyum.


Gavi kemudian mengajak Aurel untuk tidur sejenak.


❤️

__ADS_1


''Aku kebawah dulu, mau panasin lauk dari mommy sekalian mau masak nasi buat makan malam kita.'' pamit Aurel setelah selesai menata pakainnya di lemari yang ada di ruang ganti.


''Mau aku bantu?'' tawar Gavi.


''Gak usah, aku bisa sendiri kok.'' tolak Aurel.


Tadi pukul setengah lima sore, Aurel dan Gavi sudah berpamitan kepada kedua orangtua serta opa dan omanya untuk pindah.


Tak banyak yang mereka bawa, cuma barang-barang Aurel saja dan itupun tak semua, kalau barang-barang Gavi sudah ada yang di sana, karena memang sebelumnya Gavi sering menginap di sana.


Apartemen milik Gavi termasuk apartemen mewah dan elegan dengan dua lantai dan empat kamar.


Dua kamar di lantai atas dan dua kamar di lantai bawah.


Kamar di lantai atas di peruntukan untuk kamarnya dan juga untuk ruang ganti sedangkan di lantai bawah, satu kamar untuk kamar tamu dan satu kamar dia sulap menjadi ruang kerja.


Di lantai bawah ruangan di buat los tanpa sekat antara ruang tamu dan ruang tv, sedangkan untuk dapur jadi satu dengan ruang makan.


Cklek


''Ayo makan dulu...nanti di lanjut lagi kerjanya.'' kata Aurel yang kembali menghampiri Gavi di kamar.


Laki-laki itu masih saja setia menatap


layar monitor laptopnya dengan beberapa kertas berserakan di meja.


''Em sebentar lagi ya...ini juga sudah mau selesai.'' kata Gavi yang melihat ke arah Aurel sekilas. ''Lima menit.'' sambungannya lagi dengan tatapan memohon.


''Huft baiklah.'' sahut Aurelia yang langsung berjalan ke arah ranjang dan mendudukkan bokongnya di sana.


Sambil menunggu Gavi menyelesaikan tugasnya, Aurel lebih memilih untuk memainkan ponselnya...walaupun hanya sekedar mengskrol layar untuk melihat postingan yang masuk di beranda media sosial miliknya.


Punya media sosial, tapi Aurel bukan tipe wanita yang aktif...jarang, bahkan hampir tak pernah dirinya memposting sesuatu di sana, karena baginya kehidupannya yang hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk di pamerkan serta menjadi konsumsi publik.


''Yuk.'' ajak Gavi yang sudah selesai merapikan segala berkasnya dan juga menutup laptopnya.


Ini adalah malam pertama di mana mereka berdua akan makan malam hanya berdua saja dengan status yang baru pula.

__ADS_1


__ADS_2