Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 1 : Si Cantik Bersuara Gahar


__ADS_3

Namaku Vajria, aku seorang gadis berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai seorang mahasiswi jurusan arsitektur di sebuah universitas swasta ternama di daerah Bandung.


Penampilan ku tidak selayaknya para gadis pada umumnya. Aku memiliki rambut pendek gaya cowok, memakai giwang kecil yang hampir tidak terlihat, baju yang selalu kebesaran karena tidak ingin menampakan lekuk tubuh dan buah dadaku, juga selalu memakai celana yang di peruntukan untuk kaum Adam.


Aku tidak suka segala pernak-pernik yang berhubungan dengan wanita. Seperti berias diri, masak, beres-beres, dan sebagainya. Aku lebih nyaman menjadi seorang wanita yang kadang di anggap sebagai pria. Ya, memang begitulah kenyataannya. Sedari kecil aku tidak suka memiliki rambut panjang sehingga seringkali dikira sebagai anak laki-laki, dan aku bangga atas semua itu.


Tumbuh dewasa aku semakin tidak nyaman dengan perubahan bentuk tubuhku. Dadaku berubah menjadi besar, pinggul juga melebar, dan yang paling menjengkelkan adalah aku harus menerima tamu bulanan yang selalu membuat aku lemah, pusing dan sakit perut!


Aku juga tidak pernah memiliki teman wanita, sejak kecil tidak ada satupun teman wanita yang betah berteman denganku! Aku kasar dan selalu memukul teman yang lain jika tidak sepaham denganku. Aku juga tidak nyambung jika para teman wanitaku membicarakan tentang gaun, make-up, ataupun cerita tentang princess.


Aku lebih nyaman bermain dengan teman laki-laki. Aku suka bermain layang-layang, sepak bola, juga dan juga nonton film power rangers.


Sampai usia 22 tahun ini, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta. Melihat sosok wanita, aku merasa mereka lembek, cengeng, centil. Tapi melihat sosok pria juga aku merasa kalau mereka lebih enak di jadikan sahabat karena memiliki penampilan yang sama denganku.


Beberapa cowok ada yang pernah mendekati aku dan mengajak aku berpacaran, tapi mana mungkin aku suka kepada sosok yang ku anggap sejenis dengan ku?! Percaya atau tidak, ada beberapa cewek juga yang mendekati ku karena mengira aku ini cowok, tentu mereka langsung kabur dan malu saat mengetahui kalau ternyata aku ini wanita!


Hingga dua bulan lalu aku bertemu dengan Nayl, dia adalah seorang cowok cantik. Ya, seorang cowok cantik! Bagaimana tidak?! Wajahnya benar-benar cantik dan memiliki senyum yang sangat manis! Rambutnya panjang dan lurus, badan nya kecil tapi tinggi, kulitnya putih bersih seperti iklan hand n body lotion.


Tapi dia adalah seorang cowok!


Awal aku melihat Nayl adalah saat ada pentas seni di kampus ku. Aku juga kebagian untuk mengisi acara tersebut bersama teman-teman satu band ku yang mengusung genre hip rock.


Aku waktu itu baru sampai di kampus dan segera menuju ke belakang panggung dimana teman-teman satu band ku sudah menunggu.


"Ya Allah! Lama amat sih, Ra! Kamu kan gak dandan, gak skincare-an, gak nyalon! Tapi kok lama banget sih nyampe nya?!" kata Angga, gitaris band ku.

__ADS_1


"Sorry, macet banget tadi di jalan!" kataku yang memang terjebak kemacetan malam itu.


"Kita udah beberapa menit yang lalu di panggil, tapi kamu gak ada!" kata Bondan, drummer band ku.


"Ya kalian manggung aja kali tanpa aku!" kataku cuek.


"Ya mana bisa?! Kalau kamu gak ada siapa yang mau jadi rapper nya?!" kata Ricky, vocalis yang selalu berduet dengan ku. Ricky bagian nge-rock, aku bagian nge-rap.


"Iya nih! Ada-ada aja deh, Vajria!" kata Lukman, bassis band ku.


"Ya, aku minta maaf! Trus kita udah ke selak berapa band?!" tanyaku.


"Udah tiga band!" jawab Bondan.


"Siapa yang lagi manggung sekarang?!" tanyaku lagi.


Aku mendekati panggung dari sisi kanan dan mendengar kalau band dari kelas anak-anak jurusan ilmu komunikasi sedang manggung dengan membawakan lagu Slank - Terlalu Manis.


Suara vocalis nya bagus banget! Ada suara Kaka Slank, juga berpadu dengan suara Roy Boomerang! Wah! Keren ini suaranya!


Aku semakin dekat dengan panggung dan melihat sosok berambut panjang yang sedang duduk memainkan gitarnya sambil bernyanyi. Badan nya memiliki bentuk tubuh seperti wanita kalau aku lihat dari samping panggung seperti ini. Kecil dan ramping. Kaki sebelah kanannya di silang di atas kakinya yang sebelah kiri.


Beberapa kali sang vokalis itu menyibakkan rambut panjangnya kebelakang hingga terlihat sebagian wajahnya yang tampak cantik! Ih! Kok cantik?! Tapi dia memang cantik! Seorang cowok cantik! Tapi cantiknya alami dan asli bukan seperti pria yang berdandan ala wanita!


Baru kali ini aku lihat seorang cowok cantik! Maksudku seorang cowok yang memiliki wajah dan tubuh seperti halnya cewek tapi mengeluarkan suara rock yang benar-benar gahar! Sungguh tidak bisa di percaya suara segahar itu keluar dari sosok manis dan ayu seperti itu!

__ADS_1



Aku langsung mengeluarkan HP ku dari saku celana dan merekam lewat video saat si cantik bersuara gahar itu masih menyanyikan lagu Slank - Terlalu Manis.


Baru beberapa detik aku merekam nya lewat video, si cantik tiba-tiba melirik ke arahku dan menyadari kalau aku sedang merekam penampilannya lewat HP ku. Dan kemudian satu senyuman tersungging di bibir yang tipis lebar sambil di iringi satu anggukan kepala yang sopan! Wah!


Ya ampun! Cantik banget! Ini sih cocok sama lagu yang dia bawain! Terlalu manis!


Aku segera menyelesaikan rekaman video itu dan menyimpan HP ku kembali ke saku celana. Sambil tetap aku menyaksikan penampilannya yang enak sekali dilihat. Selain itu, suaranya memang bagus!? Bukankah aku juga tadi mendekati panggung untuk bisa melihat bagaimana sosok sang vocalis yang suaranya terdengar begitu merdu di telingaku.


"Woi, Ra! Kamu disini?! Ya Allah! Siap-siap di belakang panggung! Bukannya malah nonton disini! Abis ini bagian kita manggung!" seru Angga yang tiba-tiba ada di sebelahku dan menepuk bahu ku!


"Iya, aku kesana sekarang!" kataku lalu ikut ke belakang panggung.


"Udah dateng nya telat! Ngilang-ngilang lagi!" kata Bondan yang tampak bete.


Aku cuma bisa nyengir.


Saat itulah band anak-anak dari jurusan ilmu komunikasi yang sedang manggung selesai membawakan lagu mereka dan para personil nya bersama-sama bergerak turun dari panggung termasuk si cantik bersuara gahar.


Aku bersama teman-teman satu band ku menunggu di bawah tangga panggung untuk menunggu mereka turun duluan untuk kemudian kami yang akan naik.


Saat itu si cantik turun paling akhir dan berpapasan dengan ku yang berada dibawah panggung.


Dengan usil aku mengulurkan tangan untuk mencubit lengannya yang putih.

__ADS_1


"Aduh!" si cantik mengaduh dan kemudian refleks mengusap-usap lengannya.


"Hai cantik!" sapa ku iseng.


__ADS_2