Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 28 : Sepagi Ini Kita Sudah Bercinta


__ADS_3

Aku kesiangan! Jam saat ini menunjukkan pukul delapan pagi dan aku tidak biasa bangun sesiang ini. Ini pasti gara-gara ulah Vajria yang menguras habis energiku semalam!


Melirik ke samping, aku tidak melihat Vajria yang semalam memelukku hingga aku tertidur. Aku memang kalah telak semalam dan bahkan tidak ingat kapan Vajria merapikan pakaianku yang berantakan tak karuan.


Aku segera bangun dan keluar dari kamar Vajria. Aku melihat si cantik tapi juga tampan itu tampak sedang berdiri di depan meja dapur, posisinya membelakangiku. Sepertinya dia sedang membuat sarapan.


Aku langsung memeluknya dari belakang dan mencium pipinya kiri kanan. "Selamat pagi, ayang" bisikku.


Vajria menoleh dan seketika aku terpana melihat bagaimana cantiknya dia pagi ini! Sungguh tidak seperti biasanya, Vajria yang biasanya tampil tomboi kini tampak cantik sekali dengan bandana di kepalanya. Rambutnya yang sudah mulai panjang tampak rapi dan bibirnya kulihat merah merona.


"Selamat pagi juga, cantik" sapanya. "Aku lagi buat sarapan mie buat kita berdua!"



"Cantik banget, ayang!" seru ku sambil kembali mencium, kali ini bibirnya.


"Aku sudah lumayan cantik, ya?" tanyanya menggemaskan!


"Sudah cantik sekali! Lama-lama aku kalah cantiknya!"


"Enggak, dong! Kamu tetap yang tercantik!"


"Tapi kok tumben sekali kamu bangun lebih awal dari aku?"


"Kamu yang kesiangan!"


"Iya, hehehe" aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


"Kecapean ya semalam?" godanya dengan kerlingan manja.


"Lemes..."


"Payah ah! Baru segitu aja langsung tepar!"


"Habisnya kamu nakal banget! Gak boleh seperti itu lagi ya?! Itu jorok!"


"Ah, kata siapa jorok?!"


"Pokoknya tidak boleh!"


"Terserah aku dong!"


"Dasar nakal!"


"Sekarang makan yuk?! Cuci muka dan gosok gigi dulu sana!"


"Sisiran juga belum"



"Gak usah, udah cantik kok!"


"Tunggu sebentar ya"


"Iya, aku bikin teh dulu!"

__ADS_1


"Gimana sekarang mual dan pusingnya?"


"Sudah baikan! Kan aku semalam udah minum nutrisi dari kamu! Hahahaha!"


Aku cemberut dan segera pergi ke kamar mandi. Aku tidak suka kalau Vajria bilang-bilang yang vulgar. Rasanya jengah dan membuat wajahku panas!


Tak lama kemudian kami sudah makan bersama. Rasanya bahagia sekali di siapin sarapan sama ayang-ku yang cantik dan juga tampan ini.



Makin di pandangi makin terlihat cantik! Aku jadi ingin membawanya kembali ke atas tempat tidur dan menciuminya sepanjang hari!


"Nayl, setelah sarapan kamu pergi ke apotek beliin aku alat tes kehamilan ya?!" katanya.


"Boleh, biar jelas hasilnya ya?" kataku.


"Iya! Tapi kalau ternyata aku gak hamil, kamu jangan kecewa ya?!"


"Ya enggaklah, kan kita bisa buat lagi nanti setelah resmi menikah!"


"Alah, jangankan bikin anak! Baru aku emutin aja udah lemas!"


Nah, kambuh lagi ngomong vulgarnya!


"Aku justru takutnya kamu gak jadi balikan sama aku kalau ternyata kamu gak hamil. Karena bagaimanapun kamu mau kembali sama aku karena kehamilan itu, kan?" aku mengalihkan pembicaraan kami.


"Enggak, cantik! Walaupun aku tidak hamil, tapi kita akan tetap bersama karena aku udah gak bisa lepas dari kamu!" kata Vajria yang langsung membuat hatiku tenang.


"Makasih ya, ayang!" aku meraih tangannya dan ku kecup mesra.


Tapi sesampainya di kos-an Vajria, ternyata Lily sudah ada disana untuk melihat keadaan Vajria. Aku lihat Vajria memelototi aku yang aku tahu artinya kalau aku jangan sampai membahas alat tes kehamilan yang barusan ku beli.


"Nayl, aku udah yakin kalau kamu merupakan obat herbal yang paling mujarab buat Vajria! Tuh sekarang dia udah bugar lagi!" kata Lily senang!


"Iya dong! Vajria memang tidak bisa jauh dari aku!" kataku.


"Trus aku lihat Vajria cantik banget hari ini!" seru Lily.


"Iya, cantik luar biasa!" kataku tulus.


"Tapi Nayl lebih cantik!" kata Vajria.


"Kalian berdua sama cantiknya!" kata Lily.


Setelah Lily pergi, Vajria segera menanyakan alat tes kehamilan yang ku beli dari apotek. Aku pun segera menyerahkannya.


Vajria masuk kedalam kamar mandi dan tak lama kemudian dia keluar dengan memegang alat tes kehamilan itu dibelakang punggung.


"Nayl..." katanya pelan... Suaranya bergetar.


"Gimana hasilnya, ayang?" tanyaku.


"Aku gak tahu harus seneng apa sedih..."


"Memangnya kenapa?" aku kok jadi dug-dugan!

__ADS_1


"Selamat, Nayl. Kamu akan segera punya bayi..."


"Apa?!" rasanya aku bagaikan tersambar petir! Kok Vajria bisa hamil?! Aku kan tidak melakukan apa-apa pada rahimnya!


"Hahahaha!" tiba-tiba Vajria tertawa terbahak-bahak dan memperlihatkan alat tes kehamilan yang disimpannya di belakang punggung. "Muka kamu pucat sekali, sih?! Aku kan cuma bercanda! Hasilnya negatif kok!" katanya dengan nada suara nyebelin!


"Kamu ini bikin aku sport jantung aja!" geram ku! Aku meraih alat tes kehamilan di tangannya dan melihat hasilnya yang memang negatif.


"Berarti kita aman!" seru Vajria tampak senang sekali!


"Aman apa?"


"Aman dan bisa melakukan hal itu dengan lebih hati-hati!"


Aku menggeleng. "Enggak, Ra! Cukup! Jangan bikin dosa lagi!"


"Zaman sekarang pacaran mana ada yang gak buat dosa, cantik!"


"Pokoknya aku tidak mau!"


"Kamu harus mau!"


"Enggak!"


Disaat-saat seperti ini aku mulai merasa kalau akulah yang wanita! Buktinya aku ketakutan untuk melakukan hal itu, tapi Vajria malah terus memaksa aku!


Vajria menarik tanganku untuk ikut kedalam kamarnya. Sesampainya didalam kamar, dia mendorong tubuhku agar rebah di atas tempat tidur!


Bagaimana caranya untuk bisa menghentikan betina nakal yang cantik tapi juga tampan ini?! Karena merasa kalau dirinya sudah tidak gadis lagi, Vajria pikir bisa bebas melakukan apa saja denganku!


Dan sekarang tubuh sintalnya sudah ada di atas tubuhku, matanya memandang tajam seolah ingin menelanku bulat-bulat!


"Jangan, Ra! ini masih pagi?" kataku mencoba mencari alasan untuk tidak melayaninya saat ini.


Entah kenapa aku masih merasa syok berat dengan apa yang sudah dia lakukan semalam, seolah aku adalah seorang gadis polos yang baru pertama kali di perawaninya!


"Memangnya tidak boleh bercinta sepagi ini?"


"Nanti ada yang datang! Lily misalnya"


"Lily mau pulang dulu ke rumahnya"


"Aduh, Ra!" aku melenguh keras saat tangan Vajria sudah menggenggam apa yang dia inginkan dibawah sana! Mau tak mau aku mengeras dalam keteganganku.


"Kenapa sih? Kamu kan tinggal diam saja, cantik! Nikmati aja! Ini sosis kamu sudah keras seperti timun!" katanya penuh nafsu!


Dengan nakalnya Vajria mengangkat kaos dan bra yang dikenakannya keatas dan menyodorkan buah dadanya kepadaku! Aku tidak akan menolak kalau untuk yang dua ini! Aku langsung melahapnya dengan kuat!


"Nah, sekarang kamu ***** aja yang kenyang agar kamu tidak berisik, cantik!" bisiknya dan mulai melakukan gerakan-gerakan yang memabukkan didalam celanaku!


"Ugh!" karena tidak tahan dan juga tidak bisa bersuara, aku jadi kelepasan mengigit *****-nya!


"Aduh, Nayl! Sakit! Jangan ngigit dong!" pekiknya!


Maafkan aku, Ra! Bagaimana aku bisa tahan? Sepagi ini kita sudah bercinta!

__ADS_1


__ADS_2