Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 27 : Awas kamu, Vajria!


__ADS_3

Nayl POV


Setelah mendapat telepon dari Vajria kalau dia sedang sakit, aku segera mendatanginya dengan membawakan roti aneka rasa yang aku beli di mini market. Ternyata keadaan Vajria memang sangat lemah, dia terbaring pucat dengan tubuh yang demam. Vajria juga mengkhawatirkan kalau-kalau dia sedang hamil!


Aku sendiri merasa ragu kalau Vajria hamil, karena bagaimanapun juga aku tidak pernah memasuki tubuhnya, tapi seru juga menganggap seolah dia memang hamil! Vajria jadi mau kembali berbaikan denganku, katanya sih demi anak kita. Hehehe!


Vajria juga jadi lembut dan kalem, setelah ku beri minuman jahe dan ku pijiti tengkuknya dengan kayu putih, Vajria pun meringkuk dalam dekapanku dengan damai.


Rasanya seperti bermimpi bisa memeluki tubuh indah Vajria lagi. Membelai-belai rambutnya, menciumi keningnya, membisikkan kata-kata cinta di telinganya.


"Aku sayang banget sama kamu, Ra! Kamu gak boleh jauh-jauh dari aku lagi" kataku.


"Iya, cantik" katanya lembut.


"Sekarang kamu udah agak enakan?"


"Iya, udah gak begitu pusing dan mual. Semoga aku tidak hamil ya, Nayl... Aku gak bisa membayangkan bagaimana caranya bicara dengan Kak Fathya dan Papa. Belum lagi membayangkan tubuhku yang akan jadi gendut! Ih...!!!"


"Iya mudah-mudahan saja, walaupun sebenarnya aku ingin sekali bisa bikin kamu hamil"


"Emang rasanya enak ya Nayl?"


"Apa?"


"Bikin anak?"


"Hah?!" aku jadi kaget dan bingung dengan pertanyaan Vajria-ku.


"Kok diem?! Waktu itu enak gak rasanya gituin aku?"


"Enak banget, Ra!"


Ya, rasanya sangat nikmat walaupun tidak sampai masuk...


"Aku mau tahu rasanya, Nayl..." tiba-tiba Vajria berkata berani sambil tersenyum dan menatapku dalam-dalam.


"Eh! Jangan!" kataku spontan!


"Kenapa?! Kamu curang! Waktu itu kan aku lagi gak sadar!"


"Emangnya kamu beneran mau?" aku memegang kedua belah pipinya.


"Aku mau tahu..."


"Jangan ah! Kamu kan lagi sakit"


"Iya sih... Tapi aku kan sekarang udah gak utuh lagi, Nayl... Gak ada lagi batas yang harus aku takuti untuk aku lakukan sama kamu!"

__ADS_1


"St...!" aku lintangkan jari telunjuk di bibirnya. "Walaupun kita sudah melakukan hal itu, tapi bukan berarti kita bisa bebas melakukannya lagi, Ra. Kalau bisa kita tidak perlu lakukan lagi"


"Kenapa?"


"Kita anggap saja kamu sekarang tidak hamil, jadi kita jangan lakukan lagi hal itu. Siapa tahu saat kita berhubungan lagi, kamu langsung hamil!"


"Iya juga ya..." Vajria mencium bibirku sebentar. "Aku kangen kamu, cantik..."


"Aku juga kangen banget" aku menarik kepala Vajria dan menekan bibirnya dengan bibirku.


Selanjutnya kami pun terlibat adu mulut yang panas dan ketat. Bayangan saja, sudah sekian lama kami tidak pernah terlibat kemesraan lagi. Maka semuanya terjadi begitu saja.


Bahkan Vajria sendiri yang mengangkat kaos dan bra-nya tinggi-tinggi lalu menyodorkan buah dadanya yang besar kepadaku. Aku langsung melahapnya dengan rakus! Aku memang paling suka dengan yang dua ini! Aku melahapnya sepuas hati dan meninggalkan banyak sekali jejak-jejak kepemilikan disana!


"Nayl... Nayl...Nayl..." aku paling suka saat Vajria memanggil-manggil namaku dalam desahannya.


Aku menghentikan sejenak permainanku pada dadanya untuk menatap wajahnya yang terlihat sangat cantik dalam keadaan bergairah seperti ini...


"Kamu cantik, Vajria..." kataku lalu mencium bibirnya.


"Sepertinya aku mulai merasa kalau aku wanita, Nayl..." bisiknya.


"Jangan pernah mengingkari kalau kamu adalah wanita, Vajria. Takdir kamu memang menjadi perhiasan dunia untuk aku. Walaupun kadang aku yang berlutut dihadapanmu"


"***** lagi, Nayl..." Vajria merangkul leherku dan mengangkat dadanya.


"Pasti, ayang...!" aku segera melahapnya.


Aku memberanikan diri untuk mengikuti naluri ku sebagai seorang lelaki untuk perlahan memasukkan satu tanganku kedalam celana tidurnya yang longgar.


"Eh, apa-apaan sih?!" Vajria tersentak dan mencengkram tanganku yang sudah ada dalam celana tidurnya.


"Mau pegang ini..." kataku.


"Geli ah!"


"Kan ini punya aku. Semua apa yang ada pada diri kamu adalah punya aku!"


Vajria perlahan melepaskan cengkeramannya pada tanganku hingga sekarang aku bebas untuk menjamahnya.


"Ugh... Nayl..." Vajria melemah dan membiarkan aku untuk melakukan apapun yang aku mau, bahkan dia melebarkan kedua kakinya saat tanganku menyusup kedalam CD-nya. Sementara dadanya masih berada dibawah penguasaan mulutku.


Aku benar-benar mendapatkan apa yang aku mau darinya! Wanita terindah itu kini mutlak berada dibawah penguasaan ku.


"Nayl... Kamu nakal, cantik!" desisnya saat aku mempermainkan tanganku dibawah semakin liar dan hisapan ku diatas semakin kuat.


Dan tubuh Vajria pun akhirnya mengejang kuat di sertai pekikan keras sebelum akhirnya kembali melemah dengan mata terpejam rapat dan bibir yang digigitnya sendiri.

__ADS_1


"Jangan di gigit bibirnya, gigit bibir aku aja!" kataku sambil melekatkan bibirku pada bibirnya yang langsung di lahapnya habis-habisan.


Saat akhirnya dia melepaskan ciumannya, Vajria menatap wajahku dengan mata sayu. "Kamu pintar, cantik...!"


"Ayang suka?" tanyaku.


Vajria mengangguk.


Aku mulai meraba-raba lagi tubuhnya yang sudah basah sekali karena memang tanganku masih berada disana. "Lagi ya?" bisikku.


Vajria memberontak dan melepaskan tanganku dari sana. "Udah ah! Sekarang bagian aku!"


"Apa?"


"Aku mau sosis kamu!" dengan nakalnya Vajria memasukkan tangannya kedalam celanaku dan langsung kedalam CD yang kukenakan!


"Ra, jangan!" aku tidak sanggup menahan perasaan nikmat saat dia perlahan memijat dan mengocoknya.


"Besar sekali..." katanya dengan nada kagum...


"Udah ah! Udah!" aku mencoba melepaskan diri dengan menahan gerakan tangannya yang membuat aku gila!


"Diam, cantik!" geramnya!


"Gak kuat, Ra..." rintihku...


"Atau aku patahin!"


"Eits! Jangan! Nanti kamu yang rugi! Aduh... Ra...! Tangan kamu...!"


"Aku suka banget sama sosis besar kamu, cantik!"


"Ah... Udah... Udah... Aduh... Argh...!" aku pun tak mampu mengatur volume dan ritme suaraku!


Aku memang tidak ada apa-apa dibandingkan Vajria! Kalau dia bisa menguasai dirinya dengan hanya mendesah, sementara aku tidak sanggup untuk tidak berisik dan melejang-lejang!


Dan kegilaannya pun semakin menjadi! Vajria menurunkan celana yang kukenakan hingga sebatas lutut dan memperlakukan tubuhku layaknya sebuah es krim!


"Ampun, Ra...!!!" aku tidak sanggup menahan kenikmatan yang rasakan sehingga aku meraih satu bantal untuk menutupi seluruh wajahku dan menjerit-jerit histeris dibaliknya!


Entah berapa oktaf nada tinggi yang keluar dari mulutku sehingga rasanya tenggorokanku menjadi kering! Sementara dibawah sana kenikmatan masih menggempur pertahananku yang sebentar lagi akan jebol!


Hingga akhirnya semua meledak dengan dahsyat didalam mulut Vajria! Tapi aku tidak berdaya untuk menahan semua itu...


Aku merasa sangat lemas dan aku merasa khawatir pada keadaan Vajria-ku! Dia pasti kaget dan sekarang rasa mual nya kembali muncul!


Aku melepaskan bantal yang menutupi wajahku dan melihat bagaimana keadaan Vajria.

__ADS_1


Ya ampun! Gadis cantik itu malah tersenyum lebar sambil meleletkan lidahnya. Mulutnya bersih tanpa ada sisa pelepasan sedikitpun!


"Awas kamu, Vajria! Aku akan balas kamu nanti!" geramku!


__ADS_2