
Aku menunggu Nayl di kos-an sampai aku tertidur karena kelelahan pada pukul dua belas malam itu, dan aku terjaga saat aku merasakan Nayl mencium bibirku. Ada bau alkohol yang tercium dari bibirnya. Aku tidak pernah mencium bau seperti itu dari mulutnya selama delapan bulan kami berkenalan.
"Nayl, kamu minum?" tanyaku sambil melirik jam dinding yang telah menunjukkan pukul setengah dua dini hari!
"Sedikit" jawab Nayl dan kembali mencium bibirku dengan penuh gairah.
Aku membalas ciumannya dan aku rasakan satu tangan Nayl masuk kaos yang ku kenakan untuk memegang buah dadaku dan kemudian meremasnya dengan perlahan.
"Kamu kenapa sih?! Kok horny banget?" tanyaku karena merasa risih dengan perlakuannya terhadap tubuhku.
"Aku kedinginan..." bisiknya parau.
"Kamu mabuk ya?!"
"Enggak, aku cuma minum sedikit"
"Om tua bangka itu yang memberikan kamu minuman keras?!"
Nayl mengangguk dengan tangannya yang masih bergerilya dalam kaos ku! "Hem... Besar banget ne nen-nya ayang-ku!" desahnya!
"Diam kamu, atau aku ikat!" ancamku sambil menepiskan tangannya yang terus meremasi buah dadaku!
"Jangan gitu, Ra... Masa kamu mau ikat aku?! Aku kan udah bela-belain pulang kesini"
"Ya sudah lepasin aku!"
Nayl menarik keluar tangannya dari dalam kaos yang ku kenakan. "Aku dingin, Ra..." bisiknya parau lalu menyusupkan wajahnya ke dadaku.
Aku sebenarnya ingin sekali mengajak Nayl bicara tentang kepergiannya bersama Om Bas malam tadi, tapi percuma mengajak bicara orang yang sedang dalam keadaan mabuk seperti ini!
Aku mendekap kepala Nayl ke dadaku, ku belai-belai rambutnya dan ku ciumi keningnya. "Ya udah, kalau kamu dingin aku pelukin ya" bisikku.
Nayl semakin merapatkan wajahnya ke dadaku dan kurasa kalau bibirnya bergerak-gerak diluar kaos ku, memberikan ciuman-ciuman di dadaku. Aku mendesah sambil meremasi rambut Nayl. Ini rasanya nikmat sekali dan aku tidak perduli kalau kaos yang aku kenakan jadi basah karena di ciuminya!
Nayl tiba-tiba melepaskan ciumannya dan menatap wajahku dengan tatapan sayu.
"Bobo, cantik!" kataku sambil mencium pipinya.
"Aku mau kamu, Ra..." desahnya.
"Mau apa?"
"Aku mau kamu kasih aku dada kamu seperti apa yang sering kamu lakukan pada dadaku..."
__ADS_1
"Kamu mau itung-itungan sama aku?!"
Nayl menggeleng. "Aku cuma mau kehangatan dari kamu, Ra... Aku kedinginan banget..."
"Tapi Nayl..."
Nayl tidak mau mendengar kata-kataku, dia mengangkat kaos yang ku kenakan tinggi-tinggi sekaligus dengan kaos dalam ku! Akibatnya buah dadaku yang besar melonjak keluar dan terpampang jelas didepan wajahnya!
"Fix, Vajria! Kamu cewek!" desisnya dengan mata membelalak memandangi buah dadaku!
"Jangan Nayl...!" aku kelagapan dan merasa risih luar biasa! Wajahku terasa panas apalagi saat tiba-tiba Nayl melahap buah dadaku sebelah kanan!
Tentu saja aku memekik kegelian dan mencoba untuk melepaskan bibirnya dari dadaku! Bibirnya memang terlepas, tapi bukan untuk berhenti melainkan untuk melahap buah dadaku yang satunya lagi!
Nayl begitu rakus dan tidak mau melepaskan diriku! Sungguh perlakuannya terhadapku malah membuat aku mulai merasa kalau jangan-jangan aku ini memang benar-benar seorang wanita!
Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya dan sekarang aku paham kenapa Nayl begitu menikmati jika aku melakukan hal ini kepadanya!
Aku tidak ingat berapa lama Nayl menggeluti dadaku sebelum akhirnya dia terlelap sendiri dengan mulutnya yang masih menghisapi pucuk buah dadaku! Aku sendiri tidak mencoba melepaskan bibirnya dari dadaku tapi malah ikut tertidur sambil memeluk kepalanya!
Hingga akhirnya aku terbangun keesokan harinya dan mendapati kalau Nayl sudah ada di dapur dan sedang memasak telur omelette untuk sarapan kami. Aku juga melihat kalau penanak nasi di meja dapur sudah menyala tanda Nayl sudah memasak nasi juga.
Aku tidak bicara apa-apa melainkan segera masuk kedalam kamar mandi dan mencuci mukaku. Begitu aku keluar dari kamar mandi, Nayl sudah ada dihadapan ku dan langsung memeluk tubuhku erat-erat.
"Emang semalam kamu ngapain aku?" tanyaku.
"Aku... Aku ngisepin ne nen kamu lama-lama sampai aku ketiduran..."
"Gimana rasanya?!"
"Sedaaappp! Ne nen ayang aku luar biasa!"
"Aku gak suka sebenarnya..."
"Aku tahu, makanya sekarang aku minta maaf..."
"Kok kamu tahu kalau aku gak suka?"
"Iyalah, di pegang aja kamu udah gak mau, apalagi kalau aku nenenin kaya semalam"
"Aku mulai merasa kalau aku cewek..."
"Kamu memang cewek kok, Ra! Kamu cantik! Kamu seksi! Kamu mulus! Dan ne nen kamu besar banget!"
__ADS_1
"Kamu suka?"
"Suka lah! Kalau gak suka ngapain aku melakukan hal itu semalaman?! Malahan kalau bisa aku mau gituin kamu, Ra! Aku gituin dan aku keluarin didalam! Bukan terhalang oleh CD kita masing-masing seperti apa yang selalu kita lakukan beberapa kali"
"Keluarin didalam?! Nanti aku hamil dong! Bisa di gantung di Monas aku sama Kak Fathya!"
"Ya itu juga kan cuma sebatas keinginan aku aja! Aku gak berani melakukan hal itu makanya aku selalu diam kalau kamu tindih dan goyang aku! Padahal aku mati-matian nahan nafsu sendiri karena aku gak mau merusak kamu, Ra..."
"Kalau aku memang cewek, aku mau menyerahkan diriku seutuhnya cuma buat kamu, Nayl..."
"Aku pasti akan petik kamu suatu hari nanti, Ra!" Nayl mencium pipiku.
"Tapi kenapa semalam kamu mabuk?! Aku gak suka kamu seperti itu!"
"Iya. Aku juga nyesel! Akibatnya aku jadi horny dan melakukan hal yang gak baik sama kamu"
"Kamu jadi nakal, Nayl!"
"Maafin aku ya, ayang?"
"Ya, aku maafin! Tapi memangnya semalam itu kamu ngapain saja sama si Om Bas?! Lama banget kamu sampai pulang jam dua pagi!"
"Nanti aku ceritain. Sekarang kita sarapan!" Nayl membawaku ke meja makan dan menyiapkan sarapan untuk kami berdua. Enak juga kalau ada dia. Jadi ada yang ngurusin sarapan, cuci baju dan bersih-bersih rumah. Serasa punya istri, cantik lagi!
Selesai sarapan, Nayl menceritakan tentang kepergiannya semalam dengan Om Bas. "Jadi semalam itu waktu pas makan, aku di tawarin jadi brand ambassador bengkel Moge-nya om Bas. Setelah deal ya langsung pemotretan tadi malam juga"
"Buat di pasang di medsosnya?" tanyaku.
"Heeh" Nayl mengangguk.
"Trus pake acara minum segala gitu?"
"Iya maaf, aku cuma minum sedikit kok. Cuma menghargai dia aja"
"Tapi kamu mabuk kan?"
"Iya, Ra. Aku minta maaf... Aku gak akan sesekali lagi. Aku sebenarnya udah lama gak minum..."
"Mana sini aku lihat fotonya"
Nayl mengambil HP nya dan memperlihatkan hasil fotonya semalam yang katanya buat brand ambassador bengkel Om Bas.
__ADS_1
Dan seketika itu juga mataku membelalak melihat hasil fotonya!