Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 4 : Aku Miliknya...


__ADS_3

Aku paling tidak bisa membayangkan kalau suatu saat aku hamil, melahirkan dan menyusui! Tidak akan pernah!


"Kamu ini kenapa sih?! Kamu terlalu terobsesi menjadi seorang cowok! Kamu itu cewek, Ra!" kata Nayl.


"Kamu bisa diam tidak sih, Nayl?! Atau aku pergi dari sini dalam keadaan masih sakit perut?!" ancam ku!


"Eh, jangan! Nanti kamu kenapa-kenapa dijalan!" Nayl kembali merangkul dan memijit punggungku.


"Sudah ah! Aku udah males kamu pijitin!"


Nayl berhenti memijit punggungku tapi lalu dengan manjanya dia malah bersandar di bahuku. Aku paling tidak bisa menyingkirkan kepalanya dari bahuku. Sekesal apapun perasaan ku padanya.


"Ra, kalau misalnya kamu di takdirkan hamil nya anak aku, kamu mau gak?" tanyanya tiba-tiba.


"Kenapa kamu nanya gitu?! Emangnya kamu bisa menghamili aku?!" aku malah balik bertanya.


"Bisa dong! Aku kan cowok!"


"Mana buktinya kalau kamu cowok?! Kamu cantik banget begitu!" aku mencubit pipinya.


"Aku cowok, Ra!" Nayl berucap serius sampai-sampai menarik kepalanya dari bahuku.


"Mana sini coba aku lihat gender kamu!" aku dengan usil nya malah meraba-raba celananya!


Nayl panik dan segera menghindar dari aku! "Jangan aneh-aneh kamu ya, Ra! Kita bukan muhrim!"


"Hahahaha!" aku malah terbahak-bahak.


"Cewek aneh!" rutuk Nayl.


"Apakah tadi kamu bilang?!" aku melotot! "Kamu bilang aku cewek aneh?!"


"Aku tidak bilang begitu!" sangkal Nayl.


"Bohong! Aku denger kok!"


"Iya, maaf. Abisnya kamu aneh! Masa berani raba-raba celana aku! Memangnya kamu gak takut apa?!"


"Takut apa?"


"Bagaimanapun aku cowok! Aku bisa khilaf dan memaksa kamu untuk..."


"Untuk apa?!" aku malah nantang!


"Kamu ini ya, Ra...!" Nayl jadi pusing sendiri!


"Hahahaha! Katanya mau bikin aku hamil! Tapi ngomong nya aja gak berani!"

__ADS_1


"Kamu ini langka banget sih, Ra!" Nayl geleng-geleng kepala.


"Aku emang makhluk langka. Tapi aku tidak untuk di budidayakan! Maka dari itu aku tidak perlu hamil untuk melanjutkan gen ku yang aneh!"


"Apa?!" Nayl tampak bingung sekali mendengar perkataanku!


"Tidak perlu dibahas lagi!" aku bangkit dari tempat tidur Nayl dan menatapi seantero kamar kosan nya yang estetik. Benar-benar mirip dengan kamar kosan ku. Bernuansa hitam dan penuh dengan poster band rock legendaris. Hanya bedanya kamar Nayl lebih bersih dan rapi. Kalau kamarku penuh dengan sampah dan debu.


"Kamar kamu estetik ya?!" Aku mendekati tembok kamar yang penuh dengan poster dan melihat ada sesuatu yang janggal disana.


Aku mendapati kalau di tembok kamar itu juga ada beberapa foto ku yang ternyata sudah di cetak dan di laminating! Di gantung dengan susunan yang lucu dan diberi hiasan lope-lope juga! Ada beberapa foto ku bersama Nayl dan juga beberapa lagi foto ku sendiri yang aku ingat itu adalah foto yang terpampang di media sosial ku!


Aku berbalik dan menatap Nayl dengan tatapan curiga. "Kenapa kamu cetak foto-foto ku tanpa seizin ku?!"


"Memangnya gak boleh?" Nayl malah balik bertanya.


"Apa maksudnya?!"


Nayl berjalan mendekatiku dan berdiri berhadapan denganku. "Aku cinta kamu, Ra. Aku gak bisa jauh dari kamu dan aku mutusin buat cuci foto-foto kamu biar kalau aku kangen, aku bisa pandangin sepuasnya!" jawab Nayl dengan wajah serius!


Aku jadi bengong sebengong-bengongnya!


Aku cinta kamu? Apa aku gak salah dengar?! Kata-kata magis itu keluar dari mulut Nayl! Lalu apakah aku harus bahagia?! Atau malah sebaliknya?! Bukankah aku juga sebenarnya memiliki perasaan yang sama dengan Nayl?! Bohong kalau aku bilang aku tidak mencintainya! Seluruh hati dan pikiranku sudah terpatri oleh sosok Nayl!


"Kamu cinta aku?!" tanyaku.


"Aku juga cinta kamu, Nayl" kataku akhirnya.


"Aku tahu kok, Ra" kata Nayl lagi.


"Idih alah! Kok tahu sih?! Kepedean!" ku acak rambutnya dan Nayl tiba-tiba menjatuhkan satu kecupan lembut di pipiku...


Beberapa hari berlalu dan setelah saling mengucapkan kata cinta, kehidupanku justru menjadi semakin rumit! Nayl sepertinya merasa kalau aku ini sudah jadi pacarnya.


Malahan Nayl sudah berani memarahi beberapa teman cewekku yang dia pergoki sedang bareng denganku ataupun meminta fotbar denganku. Maklum aku ini bersosok layaknya cowok Thailand di series-series. Jadi sering ada cewek yang minta fotbar biar di sangka fotbar sama cowok Thailand! Hehehe.


"Bubar! Bubar! Enak aja minta fotbar sama vajria tanpa seizin ku!" Nayl seringkali marah-marah heboh seperti itu!


"Nayl, kita kan teman ceweknya Vajria!" kata teman cewekku.


"Iya, ih! Posesif banget sih!" kata yang lainnya.


"Masa cewek gak boleh main sama cewek lagi!" kata yang lainnya juga.


Aku dengan kesal biasanya segera menarik tangan Nayl untuk menjauh dari kerumunan. "Kamu ini kenapa sih, Nayl! Mereka kan teman cewekku!" kataku kesal!


"Gak boleh ah! Kamu gak boleh terlalu dekat sama cewek-cewek centil itu!" rajuk Nayl.

__ADS_1


"Kamu cemburu sama cewek-cewek itu?!"


"Iya!"


"Mereka kan cewek!"


"Kamu bilang kamu cowok?!"


"Kalau aku jalan sama cowok lain boleh?"


"Gak boleh juga! Kamu cuma punya aku dan milik aku satu-satunya!"


Kalau sudah begini aku tidak bisa marah lagi! Nayl benar, aku miliknya...


Juga dengan mudahnya dia sering mencium pipiku kalau kami sedang berduaan!


Seperti hari itu saat aku sedang main di kos-annya dan mencoba memainkan gitar listrik miliknya sambil ngerap ala-ala Barry Manoch, Nayl langsung bertepuk tangan ketika aku selesai dengan nyanyian ku itu.


'plok' 'plok' 'plok'


"Pacar aku pinter!" kata Nayl lalu mencium pipiku kiri kanan!


"Ih!!!" aku menyusut pipiku kiri kanan "Kenapa sih hobi banget mencium pipiku?!" bentakku!


"Kan kamu pacar aku!" kata Nayl.


"Aku tidak merasa pacaran sama kamu!"


"Kamu kan bilang kamu juga cinta sama aku!"


"Emangnya bilang cinta berarti pacaran?! Pacaran itu nembak dan di terima!"


"Ya udah, sekarang aku nembak kamu. Vajria, kamu mau kan jadi pacarnya Nayl?!"


"Enak saja! Yang harusnya nembak tuh aku! Kan aku cowok! Kamu sebagai cewek nunggu di tembak aja!"


"Aku cowok, Ra! Kamu yang cewek! Ya Allah..." kata Nayl dengan nada suara yang sudah putus asa.


"Enggak! Aku yang cowok! Aku ganteng! Kamu kan cantik, jadi kamu ceweknya!" aku keukeuh!


"Terus kamu lupa kalau kamu pernah datang bulan disini?! Di kamar ini?!"


"Kapan ya...?"


Nayl menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau begitu. Kamu cowok, aku cewek. Terus kapan kamu mau nembak aku?"


Aku jadi bingung... Aku tidak ingin nembak dia karena aku yakin kalau dia resmi jadi pacarku, keadaannya akan lebih rumit dari saat ini!

__ADS_1


__ADS_2