Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 10 : Mawar Merahku


__ADS_3

Nayl POV


Namaku, Nayl. Usiaku kini menginjak 26 tahun. Aku sedang menempuh pendidikan terakhir di sebuah universitas di Bandung. Aku juga seorang vokalis band rock yang sering manggung di berbagai acara. Penampilanku layaknya seorang rocker sejati dengan celana sobek-sobek, jaket kulit dan rambut yang panjang.


Tapi entah kenapa, Vajria selalu memanggilku dengan sebutan 'cantik!' Sebenarnya bukan hanya Vajria, tapi beberapa orang juga sering memanggilku dengan sebutan cantik! Padahal aku sama sekali bukan cewek! Aku hanya seorang cowok tulen yang berusaha untuk selalu tampil menawan.


Aku mengenal Vajria kurang lebih enam bulan ini. Pertemuan pertama kami terjadi saat aku mengisi acara pentas seni di kampus sedangkan perkenalan kami terjadi saat motor besar ku mogok dan Vajria mengajakku untuk menumpang motornya.


Semenjak itu aku jadi dekat dengan Vajria. Dia adalah seorang gadis yang menurutku cantik dan menarik. Walaupun penampilannya sekilas seperti cowok, tapi bagiku dia adalah seorang gadis yang manis. Dia adalah gadis pertama yang aku sukai dan aku jadikan sebagai mawar merahku!


Tapi Vajria lebih suka menyebut dirinya sendiri sebagai seorang cowok. Dia ingin dan selalu merasa menjadi seorang cowok. Karena itulah dia juga menyukaiku karena menurutnya aku terlihat seperti seorang cewek.


Ya terserah Vajria mau menganggapku cewek atau cowok. Yang penting dia mencintaiku dan selalu ada bersamaku. Vajria telah membuatku mengerti tentang bagaimana rasanya jatuh cinta dan aku mencintainya setengah mati!


Aku selalu takut kehilangannya, aku bahkan bisa cemburu kepada cewek yang dekat dengannya juga dengan cowok yang berusaha untuk mendekatinya.


Seperti hari ini, aku berpapasan dengan seorang cowok ganteng saat aku akan menemui Vajria di kelasnya. Siapapun cewek yang melihatnya, pasti akan tertarik kepada cowok seperti itu! Aku bahkan mendengar saat cowok itu menanyakan Vajria kepada Lily, sahabat dekat Vajria.


Seketika itu juga alarm waspada berbunyi nyaring di benakku. Aku segera memasang telinga untuk mendengarkan pembicaraan antara cowok itu dengan Lily. Aku sesungguhnya bukan tukang nguping, tapi ini menyangkut mawar merahku!


"Vajria masih di kelasnya, Vin" kata Lily menjawab pertanyaan cowok itu tentang Vajria.


"Aku akan kesana sekarang!" kata cowok itu lagi.


"Oke, pasti dia seneng ketemu kamu! Kalian kan udah lama gak ketemu!"


"Pastilah!"


"Good luck, Alvin!"


"Thank you, Lily!"

__ADS_1


Jadi namanya Alvin? Sepertinya dia bukan salah satu mahasiswa di kampus ini karena aku belum pernah melihatnya sebelum ini. Aku segera menghampiri Lily begitu Alvin berlalu dari hadapannya.


"Ly, siapa yang tadi nanyain Vajria?" tanyaku tanpa basa-basi.


"Oh... Itu Alvin. Cowoknya Vajria!"


"Cowoknya Vajria?! Aku cowoknya Vajria!"


"Oh, emang kalian sudah jadian?" pertanyaan Lily yang benar-benar menyebalkan!


"Belum sih, tapi aku yakin Vajria sayang sama aku!" jawabku percaya diri! "Kalau sama cowok itu, apakah Vajria sudah lama ada hubungan?"


"Iya, mereka sudah lama dekat kok! Cuma belum resmi jadian. Mereka dulu adalah teman semasa SMU dan sekarang Alvin kuliah di Jakarta. Tapi Alvin selalu rutin mengunjungi Vajria kalau lagi ada waktu libur"


"Kok Vajria tidak pernah cerita sama aku tentang Alvin?!"


"Masa sih?! Takutnya kamu cemburu kali!"


"Aku memang cemburu!"


"Mau kok!" aku segera meninggalkan Lily dan bergegas menuju kelas Vajria. Rasanya mataku seperti tertusuk api dan dadaku mau meledak melihat bagaimana sekarang Alvin sedang memberikan Vajria sebuah paperbag dan Vajria tampak dengan senang hati menerimanya.


Vajria sempat menelepon dan mengajak aku untuk makan siang bersama Alvin, tapi aku menolaknya dengan alasan kalau aku ada latihan band. Padahal aku tidak ingin bersama mereka dan aku berniat untuk mengikuti saja dari kejauhan.


Rasanya benar-benar menyakitkan melihat ternyata Vajria dan Alvin tidak hanya makan bersama tapi mereka juga pergi shoping dan pulang sampai sore hari. Vajria tidak pernah tahu kalau aku seharian membuntutinya dan melihat semua kedekatannya dengan Alvin.


Malamnya saat bersamaku Vajria bercerita kalau Alvin adalah seorang kakak kelas semasa SMU dan juga adalah anak dari rekan kerja Papanya yang sudah dikenal baik juga oleh keluarganya. Aku percaya, Alvin memang terlihat sekali berasal dari kalangan berada dan dia adalah saingan berat untukku...


Tapi aku yakin kalau Vajria hanya mencintaiku! Karena sekarang dia sudah resmi meminta aku untuk menjadi pacarnya dan aku juga menerimanya (walaupun sebenarnya aku yang memintanya menembakku)


Aku akan selalu jadi orang yang di cintai, di temani, dan di sayanginya!

__ADS_1


Tapi tentu saja aku tidak boleh berdiam diri terhadap Alvin! Keesokan harinya saat aku melihat Alvin kembali muncul di kampus dengan mobil mewahnya, aku segera menghampiri Alvin dan memintanya bicara empat mata denganku!


"Hey, Alvin. Aku mau bicara sebentar, bisa?!" kataku tanpa basa-basi.


Alvin mengerutkan keningnya. "Kamu siapa? Apakah kita saling kenal sebelumnya?" tanyanya.


"Aku Nayl! Kemarin saat Vajria mau makan siang denganmu, dia meneleponku dulu untuk mengajakku ikutan"


"Nayl? Yang kemarin Vajria telepon? Ya ampun, aku kira Nayl itu teman cewek Vajria!"


"Bukan, aku cowok dan aku adalah pacarnya Vajria!"


Alvin bengong seolah tidak percaya dengan kata-kataku barusan. "Kamu, pacarnya Vajria?! Yang benar saja?!"


"Kenapa?!"


"Cowok gak jelas kayak kamu, mana mungkin jadi pacar Vajria! Vajria juga mikir dulu kali! Aku aja yang nyaris sempurna belum bisa naklukin dia!"


"Nah justru itu, cowok yang Vajria cintai itu cuma aku. Vajria cuma bisa bahagia sama aku! Jadi mulai sekarang kamu gak usah ganggu ataupun dekati lagi Vajria! Karena Vajria adalah mawar merahnya Nayl!"


"Gila banget!" desis Alvin!


"Apanya yang gila?! Yang gila itu adalah cowok yang gak punya harga diri, selalu deketin cewek padahal ceweknya udah jadi milik gua!" aku jadi mulai emosi!


"Tapi gua udah kenal lama sama Vajria!" Alvin juga emosi!


"Gak ada artinya Lo kenal lama sama Vajria karena sekarang dia adalah milik gua! Sekarang Lo pergi dari sini dan bawa pergi mobil mewah Lo itu! Enyah dari mawar merah gua!"


"Oke, Nayl! Lo liat aja nanti! Kalau gua gak bisa dapetin Vajria, maka Lo juga gak akan bisa sama-sama dia! Gua punya akses sama keluarga Vajria! Gua akan bilang sama Papa dan kakaknya kalau Vajria gak pantas berhubungan dengan cowok gak jelas kayak Lo!"


"Lakukan aja semau Lo! Yang jelas Vajria mencintai gua dan cintanya hanya untuk gua!"

__ADS_1


"Kepedean banget Lo!"


Alvin meninggalkan area parkir kampus dengan membanting pintu mobilnya di hadapanku! Tapi nyaliku tidak ciut sedikitpun! Aku tidak akan pernah mundur walaupun selangkah untuk mempertahankan mawar merahku!


__ADS_2