Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 24 : Para Penggunjing


__ADS_3

Aku pulang ke kos-an dengan mobil Lily yang kemarin Nayl pinjam darinya. Sesampainya di kos-an, Lily segera menghampiri dan memelukku erat. Raut wajah Lily menampakkan rasa khawatir yang sangat besar.


"Ra! Akhirnya kamu pulang! Kamu kemana aja?! Nayl kemarin nyusul kamu!" kata Lily.


"Aku baik-baik saja, Ly" kataku.


"Alhamdulillah, ya udah kalau gitu kita masuk dulu yuk!" Lily mengikutiku sampai ke kamar kos ku.


"Ini kunci mobil kamu, makasih ya" aku menyerahkan kunci mobil pada Lily.


"Sama-sama, Ra. Tapi kamu semalam tidur dimana? Kenapa kamu gak pulang kemarin?"


"Aku semalam tidur di kos-an Nayl"


"Kalian udah baikan?"


"Gak tahu..."


"Kenapa?! Kasihan Nayl, Ra!"


"Kasihan apa?"


"Itu dia kemarin sampai kena luka bakar karena Masakin kamu nasi goreng! Aku lihat jari-jarinya udah kaya sosis bakar!"


"Aku tidak minta dibuatkan nasi goreng!"


"Dia khawatir banget sama kamu, Ra! Dia terus nungguin kamu disini hingga akhirnya aku suruh nyusul kamu ke wahana permainan yang kamu datangi sama Pak Ari. Lalu apakah Nayl berhasil menemukan kamu kemarin?"


"Iya, Ly. Nayl menyelamatkan aku dari penculikan yang dilakukan oleh Pak Ari"


Mata Lily membelalak seketika saat mendengar kata-kataku! "Pak Ari menculik kamu?!"


Aku mengangguk.


"Ya Tuhan... Kok bisa?"


"Pak Ari memberi aku minuman botol dan aku langsung tertidur setelah meminumnya. Ternyata dia mencampuri minuman itu dengan obat tidur dosis tinggi. Nayl sempat meminta temannya yang calon dokter untuk memeriksa keadaanku"


"Ya Tuhan...! Untungnya kamu selamat, Ra! Aku gak sangka Pak Ari..."


"Ya, untungnya Nayl berhasil mengikuti sampai ke rumah Ari dan memergoki Ari yang sudah memasukan aku kedalam kamarnya!"


"Kalau Nayl sampai terlambat datang... Aku gak bisa bayangkan! Kamu pasti sudah kehilangan kegadisan kamu, Ra!"


Lily... Andai kamu tahu... Aku sudah kehilangan kegadisanku... Nayl memang telah menyelamatkan aku... Tapi dia juga telah merenggut kehormatanku!


Air mataku menetes.

__ADS_1


"Ra, udah dong! Kamu jangan nangis! Yang penting sekarang kamu sudah selamat!"kata Lily sambil mengusap air mataku.


"Iya, Lily" kataku.


"Seharusnya sekarang kamu maafin Nayl dan balikan sama dia!"


Aku menggeleng.


"Lho, kenapa?! Bukannya kamu sayang banget sama dia?"


"Iya, aku sayang Nayl tapi aku tidak ingin kembali bersama dia!"


Lily menghela nafas panjang.


"Lagian kenapa sih kok kamu tiba-tiba jadi mendukung aku balikan sama Nayl?! Bukannya kamu setujunya kalau aku sama Alvin?"


"Habisnya aku lihat cuma Nayl yang bisa bikin kamu bahagia"


"Aku saat ini tidak ingin memikirkan tentang hubungan aku dengan Nayl! Yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa memberikan pelajaran kepada Ari!" kataku geram!


"Pasti dia malu kalau ketemu kamu besok, Ra" kata Lily.


"Kata Nayl juga dia sudah memukuli Ari sampai babak belur!"


"Ya Tuhan..."


Tapi kenyataannya Ari sudah lebih dulu menghilang dari kampus. Hal itu aku ketahui setelah keesokan harinya aku tiba ke kampus dan mendengar kabar kalau Ari sudah resign dari kampus.


Aku tentu saja merasa sangat kesal! Aku belum sempat membalas dendam kepada Ari! Apalagi aku mendengar desas-desus yang beredar kalau Ari resign dari kampus sekaligus pindah ke luar kota.


Sialnya lagi, banyak teman-teman satu kampus yang menuding bahwa aku sudah ditinggal oleh Ari! Tentu saja beberapa mahasiswi julid yang bergunjing seolah mereka paling tahu dan paling suci padahal aku tahu persis bagaimana kelakuan kotor mereka!


Sebagai seorang mahasiswi yang lebih banyak memiliki teman mahasiswa cowok, aku tahu persis kalau kebanyakan cewek penggunjing itu sebenarnya sudah biasa bergaul kelewat batas dengan cowok-cowok yang adalah sahabatku! Itulah jahatnya cowok! Mereka tidak segan-segan membongkar perbuatan gila mereka bersama ceweknya kalau mereka sudah tidak ada hubungan lagi!


"Wah, kasihan banget ya Vajria! Pak Ari menghilang setelah berhasil mendapatkan apa yang dia mau dari Vajria!"


"Tahu tuh, Vajria! Padahal dia udah bela-belain ninggalin Nayl si cantik!"


"Pak Ari kan lebih dewasa dan berpengalaman! Daddy sugar gitu loh!"


"Paling nanti balikan lagi sama si cantik Nayl!"


"Sayang ya kalau balikan sama Nayl! Mending sama cowok ganteng dan tajir yang dulu suka jemput dia kesini! Yang mobilnya mewah itu!"


"Gak mungkin! Aku lihat sendiri kalau cowok itu udah di labrak sama Nayl di parkiran"


Mereka sengaja bergunjing di dekatku! Saat itu aku sedang makan siang di kantin. Aku ingin marah dan mengamuk tapi aku tahu itu tidak ada gunanya!

__ADS_1


Percuma kamu mencoba untuk membela diri dihadapan orang-orang yang tidak menyukai kamu, karena kamu akan selalu salah dimata mereka!


Saat itulah aku tiba-tiba merasakan dua tangan memelukku dari belakang dan mencium pipiku kiri kanan.


"Nayl!" aku tahu siapa yang telah memelukku dari bau harum tubuhnya yang memasuki indra penciumanku.


Seketika para penggunjing itupun terdiam sejenak untuk melihat drama kemesraan antara seorang gadis tomboi dengan seorang cowok cantik!


"Ayang Vajria" sapa Nayl dengan senyuman manisnya! Cantiknya...! Kenapa sih dia selalu cantik sehingga aku tidak bisa untuk tidak terpesona!


"Ada apa?" tanyaku.


"Aku kangen kamu!"


"Aku sih enggak!"


"Bohong!"


"Idih! Ngapain bohong!" aku mencoba untuk melepaskan dua tangan Nayl yang masih melingkar di perutku!


Nayl melepaskan pelukannya pada tubuhku dan menatap para penggunjing itu. Nayl tiba-tiba seperti seorang lurah yang ingin memberikan sambutan saat acara kenaikan kelas di sekolah dasar!


"Maaf, boleh minta waktunya sebentar?"


"Boleh!!!" seru orang-orang yang ada di kantin tersebut.


"Buat kalian yang dari tadi ngomongin Vajria sama Ari. Aku disini ingin meluruskan kalau Ari bukannya meninggalkan Vajria! Tapi karena aku yang sudah memberikan dia pelajaran untuk tidak mendekati Vajria-ku lagi! Mungkin dia tahu diri dan memilih untuk menjauh!" tutur Nayl.


Suasana pun menjadi riuh!


Aku merasa sangat malu dan menarik Nayl agar segera pergi dari tempat itu!


"Ikut aku, cantik!" geram ku!


Nayl ikut denganku ke taman kampus dan kami berdua duduk di atas sebuah kursi yang ada disana.


"Kamu ini apa-apaan sih?! Cari sensasi?! Cari popularitas?!" hardik ku!


"Aku cuma meluruskan opini menyesatkan yang beredar di publik!"


"Apa sih bahasanya intelektual banget!"


"Aku gak rela kalau mereka pikir Ari sudah ninggalin kamu!"


"Aku tidak perduli! Sekalian saja kamu katakan pada mereka kalau kamu sudah memerawani aku! Biar viral!"


"Kamu masih marah karena masalah itu, Ra?"

__ADS_1


"Nayl! Kamu ini mikir gak?! Mana mungkin aku bisa segera melupakan masalah itu?! Aku masih marah dan kecewa sama kamu! Walaupun aku nakal, badung, suka main sama cowok-cowok! Tapi aku gak pernah pacaran! Aku tahu kalau keperawanan itu harus di pertahankan dan jadi kebanggaan! Lalu sekarang apalagi yang harus aku banggakan?!"


__ADS_2