Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 34 : Aku Mau...


__ADS_3

Lima belas hari berlalu sejak kepergian Papa Vajria...


Vajria yang cantik dan tampan itu belum juga kembali ke kampus maupun ke kos-annya. Aku sendiri sudah sejak satu minggu lalu meninggalkan rumahnya setelah selesai tujuh hari meninggalnya Papanya. Aku baru sempat mengunjungi Vajria hari ini karena tidak ada jadwal manggung dan juga tugas kuliah sudah selesai.


Sampai disana aku di sambut oleh Bi Inah didepan gerbang rumah. "Silahkan masuk, Den Nayl" katanya ramah tapi terasa gatal di telingaku karena menyebut 'Den'


"Jangan panggil Den Nayl ah! Gak enak kedengerannya!" kataku.


"Lho kan Den Nayl calonnya Non Vajria?"


"Panggil aja Bang Nayl!"


"Oh iya atuh"


"Ayang Vajria lagi apa?"


"Ada lagi main piano di ruang keluarga"


Aku memasuki rumah besar itu dan langsung menuju ruang keluarga dimana Vajria memang sedang berada disana dengan piano besar.


"Hai ayang, selamat siang" sapaku.


Vajria menoleh dan langsung bangkit berdiri sambil tersenyum. Senyum yang sudah mulai lebar dan tidak terpaksa walaupun masih ada guratan kesedihan disana.


"Hai cantik!" sapanya.


Aku bengong melihat Vajria yang semakin cantik sekarang. Dia memakai bandana, kaos ketat dan rok mini ketat dari bahan jeans. Kakinya yang jenjang terlihat sangat mulus sampai ke paha. Dadanya yang besar terlihat jelas karena ketatnya kaos yang dikenakannya. Tubuh indah yang selama ini dia sembunyikan dibalik pakaian cowok!


"Cantik banget sih..." kataku kagum.


"Aku diminta berpakaian seperti ini selama dirumah! Kak Fathya membongkar lemari pakaiannya dan menghibahkan semua pakaiannya sebelum dia berjilbab" kata Vajria.


"Tapi kamu cantik banget! Aku suka!" aku menghampiri Vajria lebih dekat dan mencium pipinya kiri kanan sambil memeluknya erat. Lama sekali aku memeluknya hingga akhirnya Vajria melepaskan diri saat Bi Inah datang membawa makanan dan minuman.


"Aku harus mulai berpakaian seperti cewek kata Kak Fathya" kata Vajria sambil menggandeng tanganku untuk duduk di atas sofa.


"Tapi pasti banyak cowok yang naksir kamu nantinya!" kataku.


"Aku juga gak nyaman seperti ini!"


"Oh ya sekarang gimana keadaan kamu? Kapan kamu mau kembali ke kampus?"


"Aku pulang hari ini ke kos-an, jadi besok mulai ke kampus"


"Alhamdulillah... Aku kangen banget sama kamu, Ra! Maaf aku baru kesini. Tugas kuliah numpuk! Belum jadwal manggung"


"Ya gak apa-apa. Semalam juga keluarga Kak Arga datang kesini untuk melamar Kak Fathya"

__ADS_1


"Oh ya? Alhamdulillah. Jadi kapan mereka nikahnya?"


"Abis lebaran, dua bulanan lagi"


"Kayaknya aku udah wisuda deh"


"Kalau kamu wisuda, kamu mau ikat rambut kamu?"


"Enggak ah! Begini aja! Aku gak mau di ikat karena kalau di ikat aku jadi kelihatan cantik!"


"Gini juga udah cantik!"


"Ra, aku mau bicara serius"


"Apa? Kamu pasti udah pengen ya...?" ada kerlingan nakal di mata Vajria yang langsung membuat aku bangun.


"Apaan sih?! Aku mau halalin kamu setelah aku wisuda. Aku akan bilang sama Kak Fathya agar bisa menikahi kamu barengan sama dia dan Kak Arga"


Vajria malah melotot! "Kamu bilang apa sih?! Aku belum mau nikah!"


"Tapi kan biar kamu ada yang jagain!"


"Kan belum nikah juga kamu bisa jagain aku!"


"Tapi enak kalau kita udah halal. Bisa selalu bersama-sama! Please kamu mau ya aku halalin, Ra?!"


"Enggak! Aku gak mau!"


"Sering apa?!" Vajria malah menatap tajam wajahku sambil menjulurkan lidahnya. Sepertinya naluri kenakalannya sudah kambuh kembali!


Aku hanya bisa menghela nafas panjang.


"Nayl, aku mau pulang sekarang. Aku udah bilang sama Kak Fathya kalau aku mau pulang hari ini" kata Vajria sambil memegang kedua belah pipiku.


"Iya, kita pulang ya" kataku, "Tapi apa gak nunggu kakak kamu pulang kantor dulu?"


"Gak usah! Kak Fathya mau beli perhiasan dulu sama Kak Arga buat mas kawin pernikahannya"


"Oh, ya udah kalau gitu kita pulang sekarang"


"Aku kangen kamu..." Vajria mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku dengan lembut.


"Aku juga kangen banget" kataku lalu mencium bibirnya juga.


Aku pun membawa Vajria pulang ke kos-annya. Ternyata kos-an Vajria sudah kotor karena sudah dua Minggu ditinggalkan. Aku yang rajin segera membantunya untuk beres-beres. Kami beres-beres hingga sore menjelang malam.


"Aduh capek banget...!" keluh Vajria sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur masih dengan pakaian wanita yang membuatnya menjadi lebih terlihat seksi ketimbang memakai pakaian cowok.

__ADS_1


Aku duduk di sampingnya dan membelai-belai rambutnya. "Istirahat aja dulu, ayang" kataku.


"Gerah banget, Nayl. Aku mau mandi dulu ya!"


"Aku juga!"


"Ya udah sekarang kamu mandi duluan. Aku mau pesan makanan dulu buat makan malam kita"


Kami pun akhirnya kembali bisa menikmati makan malam bersama setelah seminggu terpisahkan. Saling suap-suapan dan mengabadikan momen tersebut dengan Kamera ponsel. Vajria pun sudah kembali kepada jati dirinya sebagai cewek tomboy. Dengan celana training dan baju basketnya.


"Nyaman sekali bisa kembali berpakaian seperti ini" kata Vajria.


"Kamu kamu nyaman ya silahkan" kataku.


"Kamu lebih suka aku yang feminim atau tomboy, Nayl?"


"Apapun yang kamu pakai, aku suka!"


"Jadi gak apa-apa kan kalau aku seperti ini lagi?"


"Aku pertama kali jatuh cinta padamu saat kamu berpenampilan seperti ini, Ra!"


Dan perlahan wajah kami pun mendekat dan saling memagut bibir masing-masing. Seluruh kerinduan seolah mencair pada saat itu juga. Aku tidak mau melepaskan bibir Vajria sebaliknyapun dia tidak mau berhenti untuk menciumi bibirku.


Saling meremat, saling membelit, saling mengigit.


Hingga akhirnya Vajria melepaskan bibirnya dan menatap mesra padaku. "Nayl... Bawa aku ke kamar..." bisiknya.


"Ayang ngantuk?" tanyaku.


Vajria menggeleng.


"Mau apa kekamar atuh?"


"Aku mau ML..." desahnya.


Bagaimana ini? Pasti Vajria akan meminta aku untuk melakukan hal seperti apa yang terakhir kami perbuat! Waktu itu aku sampai memasukan sebatas kepala sosisku kedalam tubuhnya dan saat ini aku tidak yakin kalau aku bisa menahan diri untuk tidak memasukkannya lebih dalam lagi!


Aku tidak mungkin bisa menahan diri karena saat ini juga aku ingin... Tapi aku teringat pesan Papa Vajria dan juga Kak Fathya yang meminta aku untuk menjaga Vajria.


Bukankah itu juga berarti aku harus menjaga kehormatan Vajria?


Aku mencium kening Vajria.


"Kita kekamar sekarang ya?" aku menggendong tubuhnya kedalam kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Tapi baru saja aku membaringkan tubuhnya, Vajria menarik tubuhku hingga jatuh menindihnya!

__ADS_1


"Vajria! Jangan seperti ini! Ada yang sakit gak?" aku khawatir karena tubuhku jatuh menimpanya.


Tapi Vajria malah merangkul leherku dan berkata memelas. "Nayl... Aku mau ML..."


__ADS_2