Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 19 : Kejar Vajria!


__ADS_3

Ya, aku memang bertambah profesi sejak Vajria dekat dengan si Ari! Selain musisi dan mahasiswa, aku juga tiba-tiba menjelma menjadi seorang detektif yang selalu menguntit Vajria selama di kampus dan selalu mencoba untuk menguping pembicaraan yang dia lakukan dengan si Ari! Maka dari itu aku tahu saat Vajria dan Ari akan pergi bersama hari ini.


Tapi aku tidak menguntit kepergiannya hari ini. Aku merasa tidak nyaman kalau harus mengikutinya selama di pusat wahana permainan. Bukannya aku tidak punya uang untuk membeli tiket wahana permainan itu tapi aku enggan melihatnya seharian bermain bersama Ari! Aku juga tidak nyaman berada dalam pusat permainan seperti itu. Aku tidak suka wahana permainannya!


Aku pernah menguntitnya saat pergi berdua bersama Alvin! Dan itu rasanya sakit! Sakit! Sakit sekali! Alvin! S*ialan! Gara-gara orang itu juga aku kehilangan Vajria! Gara-gara aku marah mendengar Vajria menyebutkan namanya! Gara-gara Vajria berkata dia sudah rela kehilangan Alvin demi aku! Aku merasa sangat marah dan mengatakan kata-kata kasar kepada Vajria...


Aku masih ingat saat Vajria membelalakkan mata indahnya dan bertanya kenapa aku membentaknya?! Aku katakan padanya untuk kembali saja kepada Alvin kalau memang itu menjadi keinginannya!


Vajria marah! Dia memintaku untuk pergi dari hadapannya dan aku pun pergi... Vajria tidak meralat ucapannya dan membiarkan aku pergi hingga saat ini...


Aku tidak ingin mengulang rasa sakit yang sama! Apalagi saat ini tanganku yang luka karena terkena minyak panas terasa berdenyut-denyut!


Tapi satu hal yang membuatku bersyukur dengan luka bakar yang ku alami adalah Vajria sempat terlihat khawatir. Dia meniup-niup lukaku, mengobatinya, dan dia kembali memanggilku cantik!


Aku tidak pernah suka di panggil cantik karena aku adalah cowok! Tapi saat ini aku justru merindukan panggilan itu dari Vajria...


Oh Tuhan tolonglah bawa Vajria kembali bersama Nayl disini, menjaga Nayl selalu... Nayl sayang Vajria... Vajria sayang... Nayl ingin kembali dihatimu...


Dan Vajria sempat menjatuhkan satu kecupan lembut di keningku... Aku pun membalas dendam pelukan erat pada tubuhnya... Apakah aku harus melepaskan Vajria dengan pelukan? Apakah tidak ada sedikitpun waktu yang tersisa untukku? Tidak adakah sisa cinta di hatinya?


Waktu berlalu dengan sangat lambat! Setiap jam yang berjalan seperti seharian!


Berkali kulihat jam ditangan, seperti membunuh waktu...


Jam menunjukkan pukul 12 siang, perasaanku semakin tidak menentu! Hampa, sesak dan marah semuanya ada didalam benakku! Aku ingin marah untuk melampiaskan semuanya! Tapi kembali tersadar kalau aku hanya sendirian disini... Di kamar kos-an ku tempat aku tinggal dan merajut mimpi...


Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kos-an Vajria dan menunggunya disana. Si tampan Vajria belum pulang, tentu saja! Pasti dia akan bermain seharian karena ini adalah weekend! S*ial! Dia bukan pergi bersamaku tapi malahan dengan orang lain!


Aku terkulai lemah di atas kursi plastik yang ada di teras kos-annya. Aku bisa gila kalau begini terus!


"Nayl" tiba-tiba satu suara memanggil namaku.


Aku kaget dan seketika menoleh, ternyata Lily yang memanggilku. "Lily" sapaku.


"Kamu nungguin Vajria? Dia pergi sama Pak Ari" kata Lily.


"Aku tahu"

__ADS_1


"Trus kenapa masih nungguin?! Pasti sampai sore lho!"


"Aku gak enak hati! Dari tadi aku gelisah mikirin Vajria. Aku kangen Vajria ayang..."


"Kalian berdua udah putus kan?'


"Bukan putus! Tapi tidak bersama lagi!"


"Sama aja, gondrong!"


"Apa sih?! Gondrong-gondrong!"


"Aneh aja! Masih saling sayang tapi putus! Aku bingung melihat kalian! Vajria selalu kangen kamu, kamu juga sama! Kenapa kalian tidak mencoba kembali untuk bersama?"


Aku mengerutkan kening. "Vajria masih sayang aku?!"


"Ya iyalah! Masa gak tahu sih?! Seantero dunia juga tahu kali kalau Vajria masih sayang banget sama Lo!"


"Kalau dia sayang aku, kenapa dia marah?! Kenapa dia memintaku pergi?! Kenapa dia gak mencoba mempertahankan aku?!"


"Iyalah! Aku emang cowok! Tapi bukankah sekarang ini cewek yang cenderung mempertahankan cowoknya?"


"Terserah kalian deh! Intinya kalau salah satu dari kalian tidak berusaha untuk kembali bersama, maka kebersamaan itu tidak akan pernah terjadi kembali!"


"Enggak! Aku kesini sekarang untuk meminta Vajria kembali kepadaku! Aku udah gak tahan lagi hidup tanpa dia... Rasanya berat sekali!"


"Ya sudah, kejar Vajria sekarang! Bukannya kamu nungguin disini!"


"Aku samperin dia ke tempat wahana permainan itu?!"


"Iya!"


"Kok kamu kaya mendukung aku buat kembali sama Vajria?! Bukannya kamu lebih suka kalau dia sama Alvin?! Cowok kaya yang sok ganteng itu?!"


"Emang Alvin ganteng! Tapi kan Vajria sukanya cowok cantik kaya kamu!"


"Berarti sekarang kamu ada di pihak aku?!"

__ADS_1


Lily mengangguk. "Habisnya aku lihat Vajria cuma bisa bahagia dengan kamu!"


"Jadi Vajria gak suka sama si Ari?!"


"Ya enggaklah! Itu cuma mainan aja! Buat manasin kamu! Habisnya kamu gak ada itikad baik sedikitpun buat balikan sama dia!"


"Kan aku kira Vajria-nya yang udah gak cinta lagi sama aku! Jadi ya aku tahu diri! Tapi setelah tadi pagi aku anterin nasi goreng kesini, aku tahu kalau Vajria masih sayang sama aku!"


"Kepedean!"


"Betulan kok! Vajria ngobatin luka di tanganku" aku perlihatkan luka bakar di tanganku.


"Ih!!!" Lily memekik histeris! "Ya ampun, Nayl! Kok jari-jari kamu udah kaya sosis bakar begitu?!"


"Iya nih. Aku masak buru-buru karena takut gak keburu nganterin kesini buat Vajria. Jadi kena minyak panas begini..."


"Kasihan banget..."


"Tapi Alhamdulillah setelah itu Vajria nyium kening aku dan manggil aku cantik lagi!"


"Dasar gokil!"


"Ya sudah, aku sekarang mau nyusul Vajria!"


"Nih pake aja mobil aku!" Lily menyerahkan kunci mobilnya kepadaku.


Aku segera menerimanya, "Makasih ya, Ly!"


"Sama-sama Nayl! Ayo kejar Vajria! Dapatkan kembali hatinya!"


Aku mengangguk pasti dan segera meninggalkan kos-an Vajria dengan mengendarai mobil Lily. Aku menuju tempat wahana permainan tempat dimana sekarang Vajria berada.


Begitu sampai disana, aku hendak memasuki area parkir dan kebetulan aku melihat mobil Ari melaju meninggalkan tempat itu. Aku pun tidak jadi untuk memasuki tempat tersebut dan memutuskan untuk mengikuti mobil Ari saja.


"Mau kemana Ari membawa Vajria sekarang?! Rasanya aneh kalau Vajria meninggalkan tempat rekreasi sesiang ini, aku tahu betul kalau dia sangat menyenangi tempat wahana permainan seperti ini karena dulu kami sering kesini walaupun aku tidak pernah ikut naik wahana permainannya dan Vajria tidak akan berhenti sebelum jam menunjukkan pukul lima sore.


Aku terus membuntuti mobil Ari dan sekitar satu jam kemudian mobil itu memasuki sebuah kompleks perumahan. Aku semakin merasa tidak enak hati... Mau apa dia membawa ayang Vajria-ku kesini?!

__ADS_1


__ADS_2