Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 21 : Aku Pinjam Tubuh Kamu Sebentar


__ADS_3

Aku menghembuskan nafas lega, "Jadi Vajra gak akan apa-apa?" tanyaku lagi untuk menegaskan keadaan Vajria pada Rini.


"Iya, dia gak akan apa-apa. Cuma yang akan bingungkan kenapa cowok setampan dia meminum obat tidur dengan dosis tinggi? Apakah dia frustasi apa insomnia?" kata Rini.


Aku mengangkat bahuku. "Ya udah kalau begitu. Yang penting Vajra gak apa-apa. Oh ya, berapa yang aku harus bayar buat pemeriksaannya?"


"Gak usah, Nayl. Kalau buat cowok setampan dia, apa sih yang enggak?! Aku cuma minta kamu sampaikan salam aku aja buat dia dan jangan lupa kasihin nomor HP aku biar dia hubungi aku! Bilang juga sama dia, gak boleh minum obat tidur! Kalau ada masalah ya jangan lari ke obat! Masih banyak cewek cantik di dunia ini!"


Aku hanya mencibir. "Vajria milikku, Rin! Kamu tidak akan pernah aku beri kesempatan untuk bisa mendekatinya! Lagipula kalau seandainya kamu tahu kalau dia adalah seorang gadis! Dan Vajria tidak suka cewek cantik! Dia sukanya cowok cantik sepertiku!" batinku.


"Aku pulang dulu, Nayl" kata Rini seraya membereskan alat-alat medisnya.


"Oke, makasih ya" kataku.


"Sama-sama" Rini pun keluar dari kamar kos ku dengan bersenandung kecil.


Tinggalah kini aku dan Vajria. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore dan aku sudah merasa lapar. Aku belum mandi dan makan siang. Aku terakhir makan saat sarapan nasi goreng pagi tadi. Aku pun memutuskan untuk mandi dan makan dengan mie instan. Aku tidak berani keluar mencari makanan karena tidak mau meninggalkan Vajria seorang diri.


Selesai makan, Vajria belum sadar juga! Kasihan sekali ayang-ku... Pasti Ari si tua bangka s*ialan itu yang sudah memberikan Vajria obat tidur! Apakah yang akan dia perbuat pada Vajria?! Tidak dapat aku bayangkan apa yang akan terjadi pada Vajria seandainya aku tidak datang tadi siang...


Aku menghampiri Vajria yang masih terbaring di atas tempat tidurku. Aku mengusap pipi dan rambutnya. Aku jatuhkan satu kecupan manis di keningnya. Oh, bukan satu! Satu tidak akan cukup dan aku mengecupi wajahnya berulang kali!

__ADS_1


Aku tidak pernah akan puas untuk menciuminya. Aku pandangi sebentar wajahnya dan kemudian aku ciumi lagi! Kamu cantik, Vajria! Kamu cantik seperti boneka!


Aku tidak akan pernah melepaskan kamu lagi, Ra! Aku akan membuat kamu menjadi pengantinku, malam ini!


Benar juga! Aku harus menjadikan Vajria milikku malam ini! Aku tidak mau kalau dia harus berdekatan dengan pria lain yang akhirnya mencelakakan dirinya sendiri!


Akibat dari kenakalannya, aku hampir saja kehilangan dia! Dasar nakal! Aku akan membuatmu menyesali kenakalanmu, Vajria! Aku akan membuat kamu merasa kalau kamu memang sudah di takdirkan untuk jadi milikku seutuhnya!


Kalau ku pikir-pikir lagi, Vajria marah kepadaku karena aku dekat dengan Om Bas. Vajria bahkan mencurigai kalau Om Bas akan menculikku dan melakukan hal tidak baik kepadaku! Tapi yang terjadi justru malah sebaliknya! Vajria yang dekat dengan Om-Om kurang ajar bernama Ari dan hampir kehilangan kehormatannya!


Aku menghentikan ciumanku pada wajahnya dan mengalihkan pandangan pada tubuhnya yang molek. Perlahan aku melepaskan kaos ku yang tadi aku pakaikan pada tubuhnya. Aku juga melepaskan celana jeans yang dikenakannya hingga kini Vajria hanya mengenakan pakaian dalam wanita untuk menutupi seluruh tubuhnya.


Aku belum pernah melucuti pakaian Vajria sehingga aku kini merasa gemetaran! Vajria tidak pernah mau melepaskan pakaiannya dihadapanku dan entah sejak kapan dia mau memakai pakaian dalam wanita karena setahuku dia tidak pernah mau menggunakannya.


Aku tidak bisa menahan keinginan untuk melihat bagaimana tubuh polos Vajria! Dengan gemetaran aku melepaskan seluruh apa yang melekat di tubuhnya dan seketika mataku membelalak melihat bagaimana tubuh polos gadis yang sangat aku cintai!


Aku melepaskan baju yang ku kenakan dan merebahkan diri di samping Vajria, ku dekap tubuh polosnya dan ku puaskan dahagaku selama ini akan keindahan buah dadanya yang sempat aku nikmati sebelum kami bertengkar waktu itu.


Aku merasakan tubuh Vajria bergetar pelan saat aku menikmati buah dadanya. Apakah dia akan tersadar? Ah! Aku tidak perduli! Aku tidak akan melepaskannya seandainya dia terbangun pun!


Di tuntun oleh naluri seorang lelaki, aku merayapkan tanganku ke bagian bawah tubuhnya dan menemukan kehangatan dan kelembutan disana. Hisapanku pada dadanya semakin kuat di ikuti gerakan tanganku yang makin nakal.

__ADS_1


Aku merasa tidak sanggup lagi menahan diri untuk tidak melakukan hal ini pada Vajria. Dengan tergesa-gesa aku melepaskan celana yang ku kenakan dan melemparkannya ke sudut ruangan.


Dengan perlahan aku membuka kedua belah kaki Vajria lebar-lebar agar aku bisa dengan nyaman menempatkan tubuhku di atas tubuhnya. Begitu nyaman dan hangat! Fix! Kamu memang benar-benar wanita dan aku adalah pria, Ra!


Aku mencoba untuk menekan tubuhku agar bisa menyatu dengan tubuhnya. "Ah...!" belum apa-apa satu ******* sudah lolos dari bibirku!


Aku mencoba untuk menekan tapi tidak bisa tembus! Sulit sekali ternyata melakukannya! Aku memeluk tubuh Vajria erat-erat dan kembali menekankan tubuhku pada tubuhnya. Dan aku merasakan kalau ujung dari milikku mulai menembus tubuhnya.


Tiba-tiba tubuh Vajria mengejang hebat, bibirnya merintih! "Aduh... Sakit Nayl..."


Pelan tapi aku bisa mendengar kalau dia menyebutkan namaku! Walaupun dalam keadaan tidak sadar, tapi dia tahu kalau akulah orang yang sedang berusaha untuk merenggutnya secara paksa!


Seketika itu juga nyaliku langsung ciut! Aku tidak sanggup untuk terus melanjutkan perbuatanku! Aku merasa malu pada diriku sendiri! Kalau aku melakukan hal itu kepada Vajria, lalu apa bedanya aku dengan si b*ajingan Ari?! Yang ada Vajria lolos dari lubang buaya dan masuk kedalam sarang singa!


"Maafin aku, ayang..." bisikku sambil menciumi wajahnya. "Aku gak akan merusak kamu, tapi aku pinjam tubuh kamu sebentar... Aku nanggung ini..."


Akhirnya aku hanya melakukan apa yang selalu Vajria lakukan kepadaku selama ini, bedanya kali ini tubuh kami tidak lagi terhalang apapun! Aku terpaksa mengejar kenikmatan dari tubuhnya tanpa seizinnya. Yang penting aku tidak merusak kehormatannya...


Aku merasa lancang tapi aku tidak bisa menahan.. Aku mendekap erat tubuh Vajria dan mulai menggesek-gesekkan bagian bawah tubuhku yang sudah sangat tegang kebagian bawah tubuhnya yang hangat.


"Ugh... Vajria...!" entah berapa kali aku memanggil-manggil namanya dengan ******* kuat! Nikmatnya bukan kepalang!

__ADS_1


Hingga akhirnya aku melepaskan semuanya di atas tubuh Vajria dan aku terlelap akibat kelelahan dan juga rasa puas! Aku dekap tubuh Vajria erat-erat ke dadaku dan menciumi kepalanya.


Maafin aku, Ra... Aku pinjam tubuh kamu sebentar...


__ADS_2