Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 23 : Tapi Aku Cewek


__ADS_3

Aku membersihkan diri di kamar mandi kos-an Nayl sambil kembali menangis karena aku merasa ada sebagian dari diriku yang hilang... Tapi nasi sudah menjadi bubur... Aku hanya bisa membersihkan sisa-sisa pelepasannya yang masih berbekas di bagian bawah tubuhku! Juga masih ada rasa ngilu disana...!


Nayl benar, aku adalah seorang cewek dan dia lah yang cowok! Mungkin baginya ini adalah pengalaman sementara bagiku ini adalah awal kehancuran! Nayl sudah membuktikan kelelakiannya pada kewanitaanku!


Aku keluar dari kamar mandi dan segera memunguti pakaianku yang berserakan di atas tempat tidur Nayl. Sementara Nayl tampak sedang memetik gitar akustiknya sambil bernyanyi dan masih bertelanjang dada.


melati, maafkan aku lagi


ternyata tak semudah diangan


mencoba untuk bertahan


dari pertengkaran yang terjadi...


Suara Nayl merdu mengalun...


Permainan gitar dan nyanyiannya berhenti saat aku muncul dan mulai mengenakan pakaianku.


Aku tidak perduli Nayl memperhatikanku yang sedang mengenakan pakaian tanpa merasa malu dengan keberadaannya! Toh dia sudah melihat dan bahkan mencicipi semuanya!


"Ayang, sejak kapan kamu pakai pakaian dalam cewek gitu?" tanyanya.


"Baru kemarin!" jawabku singkat.


"Seksi banget..."


"Terserah!"


"Baju dan celananya juga model cewek, sejak kapan kamu punya setelan cewek?"


"Dari kak Fathya"


"Oh... Cantik banget..."


"Aku pinjam Hoodie! Aku mau pulang!"


Nayl menyerahkan satu Hoodie-nya kepadaku dan langsung ku pakai untuk menutupi bajuku yang model cewek ini!


"Makan dulu yuk? Aku sudah bikin burger buat kamu! Pake sosis bakar!" kata Nayl.


"Makan saja sendiri!" kataku cuek sambil menyisir rambut pendekku.


Nayl menghampiriku dan membelai lembut pipiku. "Kamu harus makan dulu, kamu belum makan dari kemarin siang. Nanti ayangnya aku sakit!"


Aku menepiskan tangannya sambil mengusap pipiku sendiri seolah aku jijik telah di sentuhnya.


"Aku mau pulang!" kataku.


"Aku antar ya?" katanya.


"Gak sudi!"

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, Ra? Aku berharap kita bisa baik lagi. Bukannya seperti ini..."


"Kamu pikir aku bisa baik-baik saja kepada orang yang sudah memperkosaku?!"


Nayl menghela nafas panjang. "Ra..."


"Aku mau pulang! Tolong pesan taksi online karena aku gak ada motor!"


"Kamu pulang pake mobil Lily aja" Nayl menyerahkan sebuah kunci mobil yang aku ketahui memang milik Lily.


"Mobil Lily ada disini?" tanyaku.


"Iya kemarin kan aku mencari kamu dengan mobil Lily. Lily juga yang nawarin aku buat bawa mobilnya. Untungnya aku setuju. Kalau enggak, gimana caranya aku mengevakuasi kamu kesini? Gak mungkin bawa orang yang gak sadar pake moge!"


"Kamu bawa aku kesini biar kamu bisa garap?!"


"Ya enggaklah, Ra! Aku khawatir sama keadaan kamu, aku sempat panggil temen aku yang calon dokter buat periksa keadaan kamu. Katanya kamu minum obat tidur dosis tinggi. Aku tadinya mau bawa kamu ke rumah sakit, tapi katanya kamu tidak apa-apa dan akan sadar sendiri"


"Bagus juga cerita kamu!"


"Aku gak cerita! Aku serius!"


"Dan aku tidak perduli!" aku memakai sepatuku dan segera hendak pergi meninggalkan Nayl.


"Ra!" Nayl memegang tanganku erat.


"Lepaskan aku, Nayl!" aku menggeram.


"Kamu tidak akan menciumku dulu?"


"Setidaknya kamu panggil aku cantik?"


"Seorang cantik tidak akan memperkosa!"


"Tapi aku ada satu permintaan! Aku mohon, Ra!"


"Apalagi?! Belum puas kamu menikmati tubuhku?!"


"Bawa burger yang aku bikin buat sarapan, ya?! Please... Kalau kamu gak makan, nanti kamu sakit"


"Ya sudah, bungkus aja!"


"Udah aku bungkus kok!" Nayl menyerahkan tas plastik hitam berisikan burger yang dibuatnya untukku.


Aku menerimanya, "Makasih"


"Sama-sama, ayang" Nayl mencium pipiku kiri kanan dan aku merasakan mataku hangat.


Padahal aku kemarin ingin segera pulang dari wahana permainan itu dan ketemu kamu, Nayl... Aku kangen kamu... Tapi kenapa saat kita bertemu, keadaannya sudah jauh berbeda?! Kamu sudah menghancurkan aku hingga *****!


Aku tidak berkata apa-apa lagi dan segera keluar dari kos-an Nayl. Aku menuju pintu gerbang kos dan membuka pintu mobil Lily yang terparkir disana.

__ADS_1


"Hai, Vajra tampan!" Tiba-tiba suara seorang cewek memanggilku. Spontan aku pun menoleh dan melihat adanya seorang cewek cantik berambut panjang ikal menghampiriku.


Aku mengerutkan kening. "Kamu siapa?!"


"Emangnya Nayl gak cerita tentang aku?! Aku Rini! Aku yang kemarin datang ke kamar Nayl sesuai dengan permintaannya untuk memeriksa keadaan kamu!"


"Oh... Jadi kamu calon dokter yang Nayl bilang tadi? Aku pikir Nayl bohong..."


"Nayl perhatian banget lho sama kamu! Dia maunya kamu dibawa ke rumah sakit tapi kata aku gak usah karena kamu cuma minum obat tidur"


"Nayl perhatian sama aku?"


"Banget! Lain kali kamu jangan minum obat tidur dengan dosis tinggi seperti kemarin! Kalau kamu over dosis, kan bahaya!"


"Iya..." darahku kembali mendidih karena dendam terhadap Ari!


Apakah aku memang harusnya bersyukur karena Nayl telah menyelamatkanku, walaupun akhirnya dia juga tega melakukan hal itu kepadaku?! Bahkan untuk berterima kasih karena dia sudah menyelamatkanku pun, aku tidak sudi!


"Oh ya, gimana nomor HP aku udah di save?!" tanya Rini lagi.


"Kapan kamu ngasih nomor? Ketemu juga baru sekarang!" jawabku bingung.


"Kan aku minta Nayl untuk ngasih nomor HP aku ke kamu!"


"Nayl gak ngasih nomor HP kamu!"


"B*rengsek, Nayl! Jangan-jangan dia suka kamu! Tatapannya beda banget ke kamu! Gak seperti sama Regan dan Derren! Dasar cowok aneh! Suka kok sama cowok lagi! Kamu harus hati-hati, Vajra! Nayl sepertinya mengincar kamu! Dia kan tidak suka cewek! Dia pasti sukanya sama cowok tampan seperti kamu!"


Aku jadi garuk-garuk kepala! "Aku cewek, kok!" kataku akhirnya.


Dan seketika itu mata Rini langsung membelalak bahkan seperti hampir keluar dari kelopaknya!


"Apaaaa???!!!" Kamu cewek?!" tanyanya dengan nada tinggi!


Aku jadi geli melihat wajahnya Rini yang kini berubah menjadi merah saga!


"Iya, aku cewek, aku juga adalah ceweknya Nayl" jawabku.


"Astaghfirullah! Ya Allah...!"


"Kenapa?! Apa ada yang salah dengan hubungan kami?! Aku ceweknya Nayl dan Nayl adalah cowokku!"


"Tapi... Nama kamu Vajra"


"Iya, itu nama panggilanku. Nama asliku adalah Vajria"


"Oh My God! Tapi kamu kok kayak cowok! Kamu ganteng kayak cowok Korea!"


"Nayl juga cantik, kan?!"


"Iya...sih..."

__ADS_1


"Maaf, aku mau pulang sekarang. Terima kasih kamu sudah memeriksa keadaanku kemarin"


Rini hanya bisa mengangguk lesu...


__ADS_2