Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 25 : Susah Dimasukin


__ADS_3

Nayl POV


Aku bingung... Aku tidak tahu kalau Vajria akan marah seperti ini... Aku kira dengan mengakui kalau aku sudah menidurinya (padahal sebenarnya tidak sampai...) Vajria akan kembali dekat denganku dan menjadikan dia milikku seutuhnya.


Tapi kenyataannya Vajria masih saja terasa jauh... Dia tidak mau menerimaku kembali sebagai pasangannya, padahal aku sangat merindukan hari-hari mesra yang indah bersamanya.


Apakah sebaiknya aku katakan saja kalau aku sebenarnya tidak sampai merusaknya? Aku yakin saat ini Vajria masih utuh karena aku tidak sampai menembus tubuhnya.


Huh... Aku pikir kalau seorang gadis tomboi seperti dia tidak akan sesedih itu jika kegadisannya di renggut pacar sendiri, tapi ternyata Vajria tetap memiliki sisi seorang wanita yang punya naluri menjaga kesuciannya...


Ya, sebaiknya aku mengaku saja agar dia tidak merasa sedih lagi! Aku ingin dia kembali menjadi Vajria-ku yang cantik, yang baik, dan selalu memanjakanku.


Aku masih Nayl-mu yang dulu, Ra! Nayl yang tidak akan tega merusakmu sebelum ada ikatan resmi di antara kita.


Saat itulah tiba-tiba pintu kos-an ku terbuka dan muncullah Derren, teman satu band-ku. Seperti biasanya dia tidak pernah mengetuk pintu dan langsung masuk saja kedalam.


"Hai, Nayl cantik" sapanya, mengikuti cara Vajria memanggilku.


"Apaan sih, woi! Aku cowok!" kataku kesal!


"Oh cowok, kirain udah jadi cewek! Hahaha!"


"Ini liat gak ada *****-nya, woi!"


"Tapi udah agak besaran sekarang!"


"Ih!!!"


"Oh ya, Nayl. Aku kesini karena mau ngasih tahu kalau weekend ini kita ada panggilan manggung di cafe Racing"


"Oke, siap..."


"Kok lemes gitu, Nayl? Masih mikirin Vajria?"


"Heeh..." aku mengangguk lesu.


"Emangnya belum baikan? Aku dengar tadi di kampus katanya kamu udah balikan sama Vajria dan kamu udah labrak Pak Ari agar menjauh dari Vajria"


"Bukannya aku labrak lagi! Tapi aku pukulin sampai babak belur!"


"Hah! Ya Allah! Kok kamu bisa gitu, Nayl?! Hati-hati! Kamu bisa dilaporkan dengan pasal penganiyaan!"


"Bodo amat! Habisnya aku kesal karena dia udah bawa Vajria ke rumahnya!" aku pun menjelaskan secara detail tentang penculikan yang dilakukan Ari terhadap Vajria.


Derren sampai melongo mendengar ceritaku. "Ya ampun! Untungnya kamu segera menyelamatkan Vajria dari tangan jahat Pak Ari! Kalau enggak, wah! Bisa-bisa kamu keduluan dia!"


"Jadi pantas kan kalau aku pukulin dia?"


"Terserah kamu lah! Trus kalau sekarang Pak Ari udah menjauh dari Vajria, artinya kamu bisa dong balikan lagi sama dia?"


"Sebenarnya masalahnya rumit, bro!"

__ADS_1


"Rumit gimana?"


"Janji gak boleh bilang siapa-siapa! Sama Regan pun jangan!"


"Iya, ada apa sih?"


"Malem kemarin itu aku bawa Vajria kesini. Keadaan dia masih gak sadar karena efek obat tidur yang dikasih si Ari!"


"Wah...! Asyik dong! Pasti kamu udah apa-apain si ganteng itu!"


aku menggeleng. "Enggak, bro"


"Hah!!!" Derren tampak kaget sekali! "Kenapa kamu gak pake aja?! Santapan lezat udah tersaji didepan mata! Ah! Rugi! Rugi besar!"


"Gak tega..."


"Alah! Omong kosong! Kalau kamu tahu rasanya..."


"Tadinya aku niat melakukan hal itu kepada Vajria, tapi aku mengurungkan niatku setelah dia meringis kesakitan dalam tidurnya. Dia bilang : Aduh sakit, Nayl!"


"Dia bilang gitu?! Dia masih menyebut nama kamu?"


"Iya? Aku kan jadi gak tega!"


"Hahaha! Di bikin tidur sama si Ari tapi dia tahu kalau yang mau masuk adalah kamu! Hahahaha!"


"Ikatan batin kayanya"


"Kenapa kamu malah ingin aku terjerumus kedalam dosa sih?!"


"Nayl, kalau saja kemarin itu kamu tetap melanjutkan niat kamu untuk melakukan itu, Vajria gak akan kesakitan lagi! Pelan-pelan aja! Nanti juga dia pasti bilang: Aduh enak, Nayl! Terus... Terus... Yang kenceng! Hahahaha!"


"Gila!" rutuk ku!


"Kamu payah, Nayl! Dasar cewek!"


"Dan gilanya aku mengaku kepada Vajria kalau aku udah melakukan hal itu kepadanya, bro! Padahal sebenarnya tidak sampai masuk..."


"Hah!!! Kamu bilangnya kamu udah masukin?!"


Aku mengangguk.


"Sok jantan kamu! Buat apa mengakui kalau sebenarnya kamu gak mampu!"


"Aku bukannya gak mampu! Tapi gak tega!"


"Alah bohong! Bilang aja susah di masukinnya! Hahahaha!"


"Iya, susah sekali!"


"Hahahaha!" Derren tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya! Menyebalkan sekali! Memangnya aku lucu?!

__ADS_1


"Derren! Diam atau aku seret keluar dari tempat ini!" ancam ku!


"Hahahaha, maaf! Habisnya cerita kamu lucu banget! Trus apa gunanya kalau sekarang kamu bilang sama Vajria kalau kamu udah gituin dia?!"


"Niatnya agar dia merasa kalau dia sekarang udah jadi milik aku seutuhnya dan dia gak akan bisa ninggalin aku lagi! Tapi yang ada dia malah nangis! Marah dan tetap gak mau balikan sama aku!"


"Tenyata Vajria yang tomboy bisa nangis juga ya?"


"Iya, aku juga gak menyangka kalau dia bakal sesedih itu"


"Tapi berarti kamu beruntung, Nayl! Itu artinya Vajria masih gadis asli! Zaman sekarang susah tahu, cari yang perawan asli!"


"Makanya sampai kapanpun Vajria akan aku pertahanan! Bukan karena dia masih perawan asli tapi karena aku memang sayang sama dia! Aku belum pernah merasakan mencintai seseorang seperti ini!"


"Jadi sekarang sebaiknya kamu tidak usah bilang sama dia kalau sebenarnya waktu itu kamu gak berhasil buat masukin dia! Biar aja dia merasa kalau dia memang sudah jadi milik kamu!"


"Maksud aku juga begitu! Tapi dia masih aja menjaga jarak sama aku!"


"Itu dia lagi syok! Nanti lama-lama juga dia baik lagi! Sabarin aja!"


"Iya, bro"


Tiba-tiba pintu kos-an ku kembali terbuka dan kini yang muncul adalah Rini. Rini tampak memandangku dengan tatapan marah!


"Keterlaluan kamu, Nayl!" teriak Rini!


"Ada apa sih, datang-datang kok marah-marah gak jelas?!" tanyaku bingung.


"Kamu udah bikin aku malu! Ternyata Vajria itu cewek! Kemarin aku ketemu dia dan ternyata dia cewek kamu!"


"Lho?! Memangnya siapa yang bilang kalau dia cowok! Aku cuma bilang dia ganteng!"


"Tapi harusnya kamu kasih tahu aku kalau dia cewek! Jadi aku kemarin gak deketin dia!"


"Hahahaha, maaf"


"Dasar nakal kamu, Nayl! Kamu udah bawa cewek nginep di kamar kos kamu!"


"Kan dianya juga lagi sakit!"


"Jangan-jangan kamu yang udah kasih dia obat tidur itu!"


"Ya enggaklah! Kalau aku yang kasih, mana mungkin aku minta kamu buat memeriksa keadaan dia!"


"Iya juga ya?! Tapi aku malu sama Vajria!"


"Gak apa-apa, Rin! Vajria sih udah biasa di anggap cowok!" kata Derren ikut bicara.


Rini cemberut dan pergi sambil membanting pintu!


Aku pun kembali sabar menunggu Vajria-ku kembali...

__ADS_1


Tapi ternyata seminggu berlalu Vajria tetap saja bersikap dingin kepadaku. Apakah memang antara kami sudah tidak ada harapan untuk bisa bersama kembali...?


__ADS_2