Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 15 : Ketidakwarasan Padaku


__ADS_3

Aku membelalakkan mata karena aku melihat Nayl dalam foto tersebut berpose sangat erotis, dengan mata yang terpejam dan lidah yang terjulur! Aku sebagai kekasihnya rasanya tidak rela kalau dia berpose dengan demikian menggoda seperti itu hanya untuk beberapa puluh lembar uang seratus ribuan!


"Gimana, Ra? Cantik?" tanya Nayl dengan wajah cantiknya yang tanpa cela!


"Kenapa kamu berpose seperti cewek gatel begini?!" bentakku dengan garang dan ternyata Nayl cukup kaget sehingga mulutnya terbuka lebar!


"Apakah aku salah?" tanyanya.


"Kamu pikir kamu pantas berpose seksi seperti itu?! Jaga dong image kamu, Nayl. Kamu memang cantik tapi tidak untuk jadi murahan seperti itu!"


"Itu kan cuma foto endorse"


"Aku tidak suka!"


"Tapi apa salahnya? Aku kan cowok! Kalau aku cewek, baru berlebihan!"


"Tapi sosok kamu laksana cewek cantik! Om-om gak tahu diri yang punya kelainan bisa horni sama kamu dan berpikiran negatif! Kamu bisa di tawarin Open BO!"


"Ah! Mana mungkin! Kamu gak usah berpikir negatif seperti itu, Ra!"


"Nayl, sekarang ini zaman bunda R*gil! Cowok diluar sana yang punya kelainan bisa penasaran dengan sosok kamu dan mengincar kamu!"


"Aku bisa jaga diri, kok. Apa yang terlihat di media sosial kan tidak selalu seperti apa yang sebenarnya"


"Kamu ngeyel! Trus kamu bangga tampil cantik dan seksi seperti itu?! Erotis dan menggiurkan"


"Jangan marah begitu dong, ayang"


"Kamu hapus foto itu sekarang juga!" perintahku!

__ADS_1


Nayl menggeleng. "Gak bisa, Ra. Aku suka foto itu dan aku juga sudah dibayar untuk foto itu"


Aku kaget karena tidak menyangka kalau Nayl akan menolak permintaanku! "Kamu tidak mau menghapus foto itu?! Cuma karena beberapa buah foto, kamu siap berbantah-bantahan denganku?!"


Nayl tampak bingung. "Maafkan aku, Ra. Kalau yang satu itu jangan..."


"Kamu kok gitu sih, Nayl?! Kamu di bayar berapa sih sama Om baskom itu sampai kamu sebegitunya ke dia?! Kamu pergi makan malam sama dia padahal kamu tahu aku mau jemput kamu! Kamu pulang dini hari dalam keadaan mabuk! Lalu sekarang kamu bikin aku marah karena kamu gak mau hapus foto bareng kamu sama dia?!" aku meledak-ledak!


"Vajria, tolong ngerti aku sedikit dong. Jangan minta aku untuk melakukan hal yang aku gak bisa!"


"Kamu bisa!"


"Pergaulanku luas, Ra. Aku sudah kenal Om Bas cukup lama. Aku gak mungkin ngecewain dia"


"Kenapa kamu gak mungkin mengecewakan dia?! Sementara aku, kamu lihat bagaimana sekarang aku?! Aku sudah di depak dari band-ku! Aku juga tidak mau mendengarkan orang bicara tentang kamu walaupun itu Lily, sahabat terdekatku dan juga Kak Fathya, kakakku sendiri! Dan aku sudah kehilangan Alvin demi kamu!"


Mendengar nama Alvin, Nayl berubah seratus delapan puluh derajat. Nayl melotot dan aku merasakan kalau aura cowoknya muncul secara tiba-tiba!


Aku terperangah melihat Nayl yang tiba-tiba emosi seperti itu! "Kamu kok malah bentak-bentak aku!"


"Aku tidak suka kamu menyebut nama Alvin apalagi kamu menyesalkan kepergiannya dari hidup kamu!"


"Aku gak bermaksud untuk berkata begitu! Kamu sendiri tidak mau kehilangan Om baskom!"


"Kamu jahat, Vajria! Kamu menyebalkan! Kamu berkata seolah aku sudah menghancurkan semua kehidupan kamu! Padahal kamu keluar dari band kamu dan kamu kehilangan Alvin juga karena kamu yang memilih aku! Aku tidak pernah meminta kamu untuk melakukan itu semua! Itu keinginan kamu sendiri!"


"Oh, aku menyebalkan?! Lalu kamu apa?! Kamu b*rengsek! Pergi kamu sekarang juga dari sini! Aku menyesal lebih memilih ngurusin kamu yang cuma mabuk jagung dan akhirnya aku harus melepaskan posisi aku sebagai vocalis di band-ku! Aku juga menyesal telah melepaskan Alvin yang gak pernah menentang apapun keinginan aku!" aku berteriak-teriak saking kesalnya!


"Kamu ngusir aku, yang?" Nayl bertanya seperti tidak percaya pada kata-kataku.

__ADS_1


"Iya! Aku ngusir kamu! Kamu gak tahu diri! Kamu gak ada rasa terima kasih! Udah di sayangin malah nyakitin! Pergi kamu sekarang dan gak usah ketemu lagi sama aku!"


"Oke! Kalau itu keinginan kamu, aku pergi dari sini dan juga dari kehidupan kamu! Kamu kejar saja Alvin sebelum kamu benar-benar kehilangan dia!" bukannya meminta maaf, Nayl malah balik marah!


"Ya sudah pergi sana!"


Nayl mengigit bibirnya sendiri menahan rasa kecewanya. Di cium nya pipiku sekilas, "Aku pergi, Ra. Makasih buat kebersamaannya selama ini..." katanya.


Akhirnya Nayl benar-benar pergi dari kos-an ku.


Nayl... Nayl-ku yang cantik memilih pergi dari kehidupanku?! Apakah aku sanggup hidup tanpa dia?


Aku pasti sanggup! Toh awalnya juga aku tidak pernah mengenalnya! Per*etan dengan Nayl! Kenapa aku harus selalu mengikuti apa katanya sementara dia tidak sebaliknya kepadaku! Justru dengan tidak adanya Nayl, aku yakin semuanya akan baik-baik saja! Aku bisa kembali dekat dengan Lily, menuruti apa kata Kak Fathya, dan juga aku tidak usah berurusan lagi dengan makhluk Tuhan paling cantik itu.


Aku tidak usah lagi repot-repot menjaganya, menemaninya, menjemputnya dan mengantarnya kesana-kemari, menyuapinya makan dan juga meninabobokan dia!


Aku akan kembali pada rutinitasku yang dulu sebagai Vajria yang ceria!


Aku dan Nayl pun menjadi dua orang asing yang tidak saling tanya. Aku tidak pernah mau berpapasan dengannya di kampus ataupun di kantin. Setiap ada dia, aku pasti putar arah untuk menghindarinya! Seolah Nayl adalah virus berbahaya yang harus aku antisipasi!


Nayl sendiri tampak seperti biasa-biasa saja. Dia tampak bahagia bersama teman-temannya dan menjalani kehidupannya seperti biasanya. Dia tidak pernah mencoba untuk menghubungi ataupun menemuiku lagi. Dia tidak merasa kehilangan aku...


Aku pun sebaliknya, aku mencoba untuk menjalani kehidupanku dengan baik-baik saja. Tapi... Sialnya aku tidak bisa...


Aku mulai kangen Nayl si cantik...


Aku mulai merasakan ketidakwarasan pada diriku sendiri! Aku sering terbangun pada tengah malam dan mencari-cari sosok cantiknya di sebelahku dan mendapati Nayl tidak ada... Sering kali juga aku mengajak bicara Nayl seolah aku merasakan dia masih ada di sisiku... Padahal kenyataannya aku hanya bicara pada bayangannya...


Dan aku pun hanya bisa menangis... Gila sekali rasanya! Kenapa aku bisa menangis hanya karena kehilangan seorang Nayl dalam hari-hariku!

__ADS_1


Hey, Vajria! Kamu harus sehat, kamu harus waras dan kamu harus bisa segera melupakan Nayl seperti dia sudah melupakan kamu!


__ADS_2