Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 22 : Kita Sudah Bersama Lagi


__ADS_3

Vajria POV


Aku terjaga dari tidurku dan mendapati kegelapan di sekitarku, samar dan temaram karena aku berada didalam sebuah kamar yang gelap. Tapi aku ada dimana? Sepertinya aku kenal kamar ini, kamar Nayl!


Seketika sekujur tubuhku merinding hebat karena menyadari bahwa aku berada dalam dekapan sesosok tubuh polos yang sedang memeluk kepalaku agar terlindung di dadanya. Aku dapat merasakan kalau tubuh yang sedang memeluk tubuhku itu tidak mengenakan pakaian! Terasa bagaimana kulit tubuh kami bersatu dan saling menghangatkan!


Ya Tuhan! Aku juga tidak mengenakan pakaian! Aku merasa kalau tubuh polosku menyatu dengan tubuh polos seseorang! Dan aku mencium aroma tubuh seseorang yang sudah tidak asing lagi, si cantik Nayl!


Aku menarik kepalaku dari dadanya dan menatap wajah orang yang sedang tidur bersamaku. Nayl! Orang itu benar-benar Nayl dan aku lihat dia tampak sedang tertidur lelap.


"Nayl!" pekikku ketakutan dan langsung melepaskan diri dari dekapannya! Ku tarik selimut yang menutupi tubuhku dan tubuhnya lebih ke atas hingga menutupi sampai ke leherku!


Mata Nayl membuka perlahan dan menatapku. "Ayang..." bisiknya dan kembali hendak membawaku kedalam pelukannya lagi.


Aku spontan menepiskan tangannya! "Nayl! Kamu gila ya?! Kenapa aku ada di kamarmu?! Apa yang sudah kamu sudah lakukan kepadaku?!" teriakku panik!


Nayl seperti tersadar dan mengucek matanya. Di tatapnya wajahku dengan lembut dan di belainya pipiku. "Maaf, Ra..


Aku gak tahan semalam..." katanya dengan nada suara tanpa dosa!


Aku seketika merasa melayang dan tidak menginjak lagi bumi! Aku merasa terhempas ke dasar yang gelap! Aku tiba-tiba merasa ketakutan... Merasa rusak... Merasa telah ternodai! Dan aku kini merasakan kalau ternyata aku benar-benar adalah seorang wanita karena aku merasa sedih saat menyadari kalau aku sudah tidak gadis lagi! Dan orang yang telah merenggut kegadisanku itu adalah Nayl! Orang yang paling aku cintai di muka bumi ini!


"Kenapa kamu lakukan ini sama aku?! Aku tidak menyangka kalau kamu bisa berbuat sejahat ini kepadaku! Kamu jahat, Nayl! Jahat!" dan aku pun menampar wajahnya dengan keras!


'plak!'


Nayl memegangi pipinya yang terkena tamparanku, wajahnya meringis kesakitan.


"Maafkan aku, Ra... Aku khilaf! Tapi aku akan bertanggung jawab atas kamu! Kalau perlu aku akan datang sekarang juga menemui Papa dan kakak kamu untuk mengakui kesalahanku kalau aku telah menodai kamu semalam" katanya serius!


"Keterlaluan kamu! Kamu pikir aku ini apa?! Kamu sudah merusak masa depan aku!" teriakku!


"Masa depan kamu tidak rusak, aku akan bertanggung jawab atas kamu"

__ADS_1


"Gila kamu! Kalau aku hamil bagaimana?! Aku masih kuliah dan kakakku juga belum menikah!"


"Kamu gak akan hamil! Aku keluarin diluar"


'plak!' aku tampar Nayl sekali lagi!


"Kamu menjijikkan! Kamu jahat! Kamu tidak punya perasaan!" bentakku!


Nayl kali ini bangkit dari berbaringnya dan menatapku dengan tatapan marah! "Kenapa kamu menyalahkan aku sampai sejauh itu?! Apakah kamu lebih suka kalau si Ari b*ajingan itu yang memperkosa kamu?! Iya?! Kamu lebih rela dia yang melakukan?!" tanya Nayl dengan nada tinggi!


Aku seketika teringat kalau aku kemarin sedang bersama Pak Ari didalam mobilnya dan kami berniat pulang setelah bermain di sebuah wahana permainan. Setelah itu aku meminum air didalam kemasan botol yang diberikannya kepadaku dan aku pun tidak ingat apa-apa lagi.


"Maksud kamu, Nayl? Aku hendak diperkosa Pak Ari?!" tanyaku.


"Iya! Kalau saja aku tidak datang kesana, kamu sudah kehilangan kehormatan kamu ditangannya! Aku yang menyelamatkan kamu dari perbuatannya yang biadab itu! Aku memergokinya hendak memperkosa kamu didalam kamarnya! Aku sudah menghajarnya habis-habisan dan membawa kamu kesini!" jawab Nayl.


"Ya Tuhan..."


Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi... Jadi aku hampir diperkosa oleh Pak Ari?! Kurang ajar! S*ialan!


"Aku memang salah, Ra. Aku sudah menodai kamu semalam. Tapi itu semata-mata agar kamu sadar kalau kamu milik aku! Mulai sekarang kamu adalah calon istri aku dan setelah wisuda tiga bulan kedepan, aku akan menikahi kamu!" kata Nayl lagi.


Aku gemetaran mendengar kata-katanya...


"Kamu mau nikahin aku?" tanyaku.


"Iya, aku akan menjadikan kamu milik aku selamanya!" jawabnya tegas!


"Aku gak mau! Aku gak akan menikah dengan orang yang sudah memperkosa aku!"


"Kan kamu pernah bilang, kalau suatu saat kamu akan menyerahkannya untuk aku?!"


"Tapi tidak dengan secara paksa seperti semalam!"

__ADS_1


"Terserah kamu lah! Toh kalau seandainya kamu tidak aku perkosa juga kamu sudah di perkosa orang lain!"


Nayl turun dari atas tempat tidurnya dan berdiri dengan tubuh polosnya! Dan seketika mataku membelalak melihat bagaimana tubuhnya yang benar-benar memperlihatkan bahwa dia adalah seorang pria! Seorang pria dewasa dengan sosisnya yang ukurannya membuat aku bergidik ngeri! Fix, Nayl ternyata benar-benar cowok!


"Aku mandi dulu, kamu mau mandi bareng aku gak?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya kearah ku.


Aku menggeleng dan menutup wajahku dengan selimut!


Tanpa Nayl tahu, aku menumpahkan air mataku dalam selimutnya! Aku merasa perasaanku hancur lebur! Di satu sisi aku bersyukur karena Nayl telah menyelamatkan aku dari Pak Ari. Tapi di sisi lain aku menyesalkan perbuatannya yang telah menodai aku!


Tak lama kemudian Nayl sudah kembali kedalam kamar dan duduk di sampingku yang masih menangis didalam selimut.


"Ra, buka selimutnya" katanya lembut.


Aku membuka selimut yang menutupi wajahku dan bergerak untuk duduk dihadapan Nayl dengan selimut yang ku dekap erat ke dadaku.


"Kamu nangis?" tanya Nayl kaget dan segera memelukku erat.


"Kamu jahat Nayl..." kataku sedih...


"Iya, aku tahu aku jahat. Tapi aku tidak mau kamu jatuh ke tangan orang lain! Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi lagi! Aku akan mempertahankan kamu selamanya! Kita lupakan saja pertengkaran yang pernah terjadi diantara kita... Aku sayang banget sama kamu, Ra... Kita baikan ya?"


"Tapi kamu udah perkosa aku..."


"Kan aku bilang aku akan nikahin kamu"


"Masa aku nikah sama pemerkosaku!"


"Ya gak apa-apa, kan yang memperkosa kamu juga pacar kamu sendiri!"


"Aku gak tahu, Nayl... Aku belum siap..."


Nayl mencium keningku. "Aku akan tunggu sampai kamu siap! Yang penting sekarang kita sudah bersama lagi!"

__ADS_1


__ADS_2