Terjebak Raga Yang Salah

Terjebak Raga Yang Salah
Bab 12 : Di Malam Yang Dingin


__ADS_3

Vajria POV


Si cantik Nayl terlelap dalam dekapanku, sudah beberapa malam aku menemaninya tidur di kos-annya. Sejak kepulanganku kerumah pada Minggu sore kemarin, Nayl seolah semakin tidak mau jauh-jauh denganku dan meminta aku untuk selalu ada bersamanya.


Sebenarnya ini tidak baik, bagaimanapun kami tidak boleh terlalu sering tidur bersama karena sesuatu hal yang buruk bisa saja terjadi pada kami berdua. Setan seolah terus menerus berbisik di telingaku untuk selalu mengecap keindahan Nayl.


Aku jadi terlalu sering menciuminya, menindihnya, dan bahkan membuatnya menggelinjang hebat dalam dekapanku. Aku tahu aku tidak mungkin bisa memperkosanya karena bagaimanapun dia adalah cowok dan aku yang cewek! Tapi insting sebagai seorang cowok selalu membuatku ingin menaklukkan Nayl.


Walaupun dia sudah menjerit, meminta ampun, bahkan sampai menangis, aku tidak akan pernah melepaskannya sampai akhirnya dia tergolek lemah tak berdaya. Disaat seperti itulah aku merasa diatas angin karena bisa menaklukkan gadis impianku! Oh, bukannya gadis, tapi seorang pemuda cantik!


Seperti malam ini, Nayl kembali menjadi pengantinku di malam yang dingin ini... Pergulatan yang kami lakukan memang sudah kelewat batas. Nayl pasti sudah aku lucuti seluruhnya kalau saja dia tidak mengemis-ngemis padaku agar jangan melepaskan penutup terakhir dari tubuhnya.


"Jangan, Ra... Jangan yang satu ini...! Aku belum siap... Jangan please... Beri aku kesempatan untuk menjaga kehormatan kamu..." rajuknya lirih...


"Kehormatan aku atau kehormatan kamu?!" tanyaku sambil terus menciumi lehernya yang jenjang putih dan satu tangan mencoba untuk melepaskan penutup tubuhnya yang terakhir.


"Kehormatan kita berdua... Ya ampun, Ra! Cukup, awh...!" jawabnya dengan kewalahan karena aku meraba-raba bagian bawah tubuhnya yang masih tertutup itu dengan gemas!


Aku tertawa congkak dan tidak berusaha untuk memaksanya, aku tidak tega karena si cantik sudah tampak ketakutan dan memghiba. Aku tidak mau dia menangis tersedu-sedu hanya karena aku paksa untuk menjadi polos seperti pisang sudah dilepas kulitnya.


Aku sendiri saat itu masih mengenakan pakaian santai favoritku jika sedang tidur yaitu pakaian basket yang longgar. Aku juga pasti tidak suka jika harus melepaskan seluruh pakaianku kerena itu hanya akan memperlihatkan seluruh lekuk tubuhku yang Fix cewek!


Aku terus menindih tubuh Nayl sambil menciumi wajah, leher hingga dadanya! Sementara itu dibawah sana, bagian bawah tubuhku menghimpit ketat bagian bawah tubuhnya! Mencari-cari dimana letaknya yang bisa membuat dia mengerang nikmat. Menggesek dan menekan tanpa henti sehingga membuat tubuhnya yang mungil melejang-lejang dan menggelepar.


Tidak seperti biasanya, malam ini Nayl terlihat sepenuhnya menikmati apa yang akan lakukan pada tubuhnya. Malahan setelah sepersekian waktu, tiba-tiba Nayl memeluk tubuhku erat-erat dan berbisik kepadaku dengan tersendat-sendat.


"Ra...! Terus, Ra...! Terus... Lagi... Lagi... Lebih keras! Ah... Ah... Aku mau meledak rasanya...!" tubuh mungilnya menggigil hebat!


"Lepasin, cantik!" bisik ku sambil membalas pelukannya lebih erat dan lebih intens meningkatkan gerakan tubuhku.


"Ah... Ra... Aku gak kuat lagi... Gimana ini, Ra...!" bisiknya parau.


"Keluarin, cantik!" dan aku menghisapi kuat-kuat pucuk dadanya!


Di iringi satu jeritan serak, tubuh Nayl mengejang hebat dan aku merasakan bagaimana bagian bawah tubuhnya yang keras itu mengejang berkali-kali dan akhirnya Nayl melemah dengan tubuh lunglai dan nafas yang terengah-engah. Kedua tangannya yang tadi memeluk erat tubuh kini terkulai di samping tubuhnya.

__ADS_1


Matanya terpejam ,bibirnya bergetar dan rambut panjangnya tergerai berantakan di atas bantal. Keringat membasahi seluruh wajahnya terutama di sekitar keningnya!


Aku mengangkat tubuhku agar tidak terus menghimpitnya dan berbaring di sampingnya. Aku merasa puas bisa menaklukkan Nayl secara maksimal malam ini...


Aku mendekap kepalanya ke dadaku dan menciumi rambutnya juga mengusap keringat yang membasahi keningnya. Matanya masih terpejam menikmati sisa-sisa kepuasan yang baru saja dicapainya.


"Ada yang sakit, Nayl?" bisikku lembut sambil menyelipkan rambutnya di sela telinga.


Nayl menggeleng dengan perlahan, matanya terbuka dan menatap dengan sayu. "Aku lemes.... Ra..." bisiknya parau.


"Aku ambilkan minum ya?" tawarku.


Nayl malah memeluk erat tubuh. "Sebentar, peluk dulu..." katanya manja.


Aku memeluk dan mengusap-usap punggungnya dengan lembut. "Maafin aku, cantik. Aku akan bertanggung jawab atas semuanya" bisikku.


"Aku gak apa-apa, Ra. Aku cuma lemes banget. Tapi pasti sebentar kok! Aku tadi nyampe... Aku belum pernah..."


"Kamu akan segera terbiasa"


"Gak mau lagi ah..."


"Aku gak tahan lagi tadi..." Nayl tersipu.


"Kan aku bilang lepasin aja"


"Enak banget, Ra..."


Aku mengacak rambutnya yang panjang dengan gemas! "Aku ambilkan minum sebentar" aku pergi keluar kamar dan membuatkan Nayl satu gelas besar teh manis hangat. Aku tahu energinya terkuras banyak akibat kejadian barusan.


Begitu aku masuk kembali kedalam kamar, Nayl sudah duduk di sofa dengan sudah berpakaian lengkap.


"Udah dilepas CD nya?" tanyaku.


"Udah ku cuci malahan!" katanya.

__ADS_1


"Udah pake lagi CD baru?"


"Udah, pake yang kamu. Kan samaan CD nya"


"Nih minum" aku berikan gelas berisi teh manis di tanganku yang langsung dia minum dengan segera hingga tinggal setengahnya.


"Unch, haus ya cantik-nya aku?" aku duduk di sampingnya dan memeluk tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bahuku.


"Lama-lama aku jadi cewek beneran ini mah!" katanya sedih.


"Ya gak apa-apa, kan aku cowoknya!" kataku.


"Aku juga mau bisa bikin kamu terkapar lemas seperti apa yang tadi aku rasain, Ra..."


"Emang kamu bisa?"


"Aku belum siap mental"


"Idih alah"


"Resikonya gede, Ra! Kalau aku gituin kamu, kamu bisa rusak!"


"Lagipula aku sendiri juga tidak mau kalau kamu melihat bagaimana tubuhku seutuhnya, Nayl..."


"Kenapa?"


"Aku tidak seseksi kamu!"


"Justru kamu yang seksi, Vajria! Walaupun kamu selalu pake baju dan celana longgar, itu gak bisa dipakai untuk menutupi keindahan tubuh kamu! Aku tahu kalau sebenarnya kamu memiliki tubuh dengan seribu lekuk yang mengagumkan!"


"Bisa aja kamu! Justru lekuk-lekuk itu yang membuat aku tidak nyaman! Aku mau punya tubuh yang tinggi kecil seperti kamu!"


"Jangan pernah ingkari diri kamu adalah seorang cewek, Ra"


"Tapi aku tidak punya jiwa cewek sedikitpun! Aku cowok, Nayl. Aku selalu merasa kalau aku terjebak di raga yang salah!"

__ADS_1


Nayl mencium pipiku kiri kanan. "Aku akan bantu kamu untuk bisa menerima jati dirimu yang adalah wanita, Ra!" katanya serius.


"Aduh, Nayl! Bagaimana kamu bisa mengajarkan aku untuk menjadi cewek kalau kamu sendiri juga tidak memperlihatkan sisi cowok kamu! Kamu cantik dan itu malah semakin membuat aku merasa menjadi seorang cowok!"


__ADS_2