
Sudah seminggu ini Hendra pergi meninggalkan Rinjani. Rinjani yang sudah seminggu tidak mendapatkan kabar dari kekasihnya itu, pada akhirnya mencoba menguatkan hatinya jika harus kehilangan kekasih yang sangat dicintainya.
Sebelumnya, Rinjani selalu meyakinkan hatinya jika mungkin saja kekasihnya itu memang belum memiliki waktu untuk menghubunginya. Rinjani bahkan sudah dua kali mengunjungi rumah tante Soraya, namun sebanyak itu pula dirinya harus berakhir kecewa mendapati rumah kekasihnya kosong tanpa penghuni.
Hari-harinya dilalui dengan mencari pekerjaan baru lantaran dirinya sudah tidak mungkin lagi kembali bekerja di tempat kerjanya yang lama. Namun, kali ini Rinjani tidak mau lagi asal mencari pekerjaan, kejadian beberapa hari yang lalu jelas membuatnya trauma. Rinjani tidak mau lagi kejadian seperti itu sampai terulang lagi.
Sebenarnya Rinjani juga merasa heran, bagaimana bisa jam tangan milik tuan Haris bisa ada di dalam tas miliknya. Sedangkan jam tangan itu tidak memiliki kaki untuk berjalan sendiri ke dalam tasnya, tentu saja ada seseorang yang berada di balik semua itu.
Namun, Rinjani tidak mau menganggap pusing. Sudah bisa terlepas dari kejaran tuan Haris saja dirinya sudah sangat bersyukur. Ya, meskipun dirinya belum bisa sepenuhnya bernafas lega lantaran kini dirinya harus berurusan dengan Gavin.
Begitu pun dengan hari ini, pagi-pagi sekali Gavin sudah meminta Ferdi untuk menjemput Rinjani ke rumahnya.
[Tolong jemput Rinjani di rumahnya, Fer.] titahnya pada asisten pribadinya melalui pesan singkat.
Gavin tidak bisa fokus bekerja. Kepalanya pusing memikirkan masalah yang sedang dihadapinya. Sebelumnya, Gavin sudah cukup lega sudah bisa meyakinkan ibunya jika dirinya sudah mempunyai seorang kekasih.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, Gavin ini merupakan anak tunggal dari Mami Carla dan mendiang Papi Ronald. Sebagai anak tunggal, tentunya Gavin lah yang akan menjadi pewaris dari semua kekayaan keluarganya.
Namun, semuanya tidak semudah itu untuk Gavin dinobatkan sebagai pewaris pengganti mendiang papinya. Mami Carla sudah bertekad hanya akan memberikan semua kekayaannya itu jika putranya sudah berhasil membawa calon istri ke rumahnya.
Mungkin semuanya akan baik-baik saja jika Gavin sudah memiliki seorang tambatan hati. Sayangnya tidak semudah itu, Gavin yang setiap harinya menghabiskan waktunya untuk bekerja jelas tidak memiliki waktu untuk sekedar mencari seorang kekasih. Hingga Gavin yang merasa pusing sendiri lantaran selalu ditodong untuk segera mencari calon istri itu, pada akhirnya memilih pergi mengunjungi club malam guna mencari hiburan. Dan di saat itulah, Gavin tanpa sengaja melihat Rinjani yang sedang dalam masalah lantaran dituduh mencuri jam tangan milik salah satu pengunjung club malam yang sedang didatanginya.
Dan pada saat itu, entah apa yang membuat Gavin seolah merasa jika dirinya seperti menemukan solusi dalam bentuk seorang gadis bernama Rinjani. Terbiasa bermain peluang di dalam dunia bisnis, Gavin seolah melihat adanya simbiosis mutualisme yang akan saling menguntungkan mereka jika mereka saling membantu satu sama lain.
__ADS_1
Namun sangat disayangkan, masalahnya tidak berhenti di situ saja. Gavin yang sebelumnya berniat akan melepaskan Rinjani setelah berhasil meyakinkan ibunya, ternyata masih harus dipusingkan dengan munculnya masalah baru lagi.
"Ck! Dari mana Oma bisa tau mengenai kejadian itu. Bukankah sebelum meninggal papi sudah membereskan semuanya. Sekarang kenapa rahasia itu bisa sampai bocor ke Oma."
Gavin tidak berhenti mengumpat menyadari dirinya sudah kecolongan hingga ada pihak lain yang mengetahui rahasia yang sudah sejak lama disembunyikannya. Dan gara-gara hal itu, jalannya untuk menjadi pewaris tunggal keluarga Anderson jadi bertambah sulit.
Flashback On
"Kenapa Mami jadi kesal seperti ini, Mi? Bukankah semua itu merupakan kabar yang baik. Oma sudah berhasil melewati masa sakitnya, itu artinya Oma bisa segera menandatangani surat wasiat agar semua kekayaan keluarga Anderson bisa beralih jadi atas nama Mami, bukan?"
"Sebelumnya Mami juga berfikir seperti itu, Sayang. Mami pikir dengan sembuhnya Oma seperti sekarang ini, semua harta kakek kamu otomatis akan sepenuhnya menjadi milik kita. Tapi ternyata semuanya salah, Om Alex sudah memberitahu Mami kalau ternyata Oma sempat membuat surat wasiat baru." jelas Mami Clara panjang kali lebar. Sedangkan Gavin hanya mendengarkan tanpa berniat menyela ucapan Maminya.
"Sebelum Oma sakit, Oma sempat membuat surat warisan baru yang salah satu isinya adalah, Oma akan memberikan 75 persen kekayaan keluarga Anderson untuk cucu kandungnya yang merupakan anak dari Om Sakha, adik dari mendiang Papi kamu."
"Oma sudah tau semuanya, itulah mengapa Oma berniat memberikan sebagian besar harta Anderson untuk anak itu sebagai penebus kesalahan karena sudah membiarkannya hidup jauh dari kemewahan keluarga Anderson."
Flashback Off
Rinjani yang baru saja selesai membersihkan halaman rumahnya itu dibuat kaget dengan kedatangan sebuah mobil mewah yang memasuki halaman rumahnya.
Sebuah mobil mewah dengan nilai puluhan milyar itu sudah berhenti di depannya. Sejenak Rinjani merasa bingung, siapa kira-kira orang yang bertamu ke rumahnya menggunakan mobil semewah itu.
Tunggu sebentar, kalau tidak salah sepertinya dirinya sudah pernah melihat mobil mewah itu, tapi dimana?
__ADS_1
BRAAKKK!!!
"Selamat pagi, Rinjani." sapa seseorang yang baru keluar dari dalam mobil mewahnya. Sontak Rinjani kembali terkejut mengetahui seseorang yang datang menemuinya tak lain adalah Ferdi, asisten pribadi Gavin yang sudah dianggapnya sebagai seorang kakak. Tentunya hal itu sudah mendapatkan persetujuan dari orang yang bersangkutan.
"Selamat pagi, Mas Ferdi." balasnya dengan senyuman bahagianya.
Rinjani yang sudah beberapa hari ini selalu menghabiskan waktunya hanya seorang diri jelas merasa senang, melihat kedatangan Ferdi yang otomatis bisa menjadi teman untuknya.
"Lihat ini, Mas bawa apaan?" ucap Ferdi sembari mengangkat kedua tangannya yang terlihat penuh dengan beberapa paper bag yang dibawanya.
"Apaan itu, Mas?" tanyanya sambil menunjuk ke arah tangan Ferdi. Rinjani tidak menyangka jika Ferdi akan menemuinya dengan membawa barang sebanyak itu.
"Ini ada beberapa bahan makanan sama cemilan buat kamu."
"Kenapa harus repot-repot membawa barang seperti ini, Mas? Mas Ferdi sudah mau datang ke sini saja Jani sudah senang. Akhirnya Jani ada temen buat ngobrol." aku Rinjani apa adanya, membuat Ferdi yang mendengarnya jadi merasa kasihan kepadanya. Sepertinya Ferdi harus bersyukur lantaran masih diberi keluarga yang begitu lengkap.
Sedikit banyaknya, Ferdi sudah mendengar cerita tentang kehidupan Rinjani yang harus tinggal seorang diri setelah kematian kedua orang tuanya. Begitu pun mengenai kekasih Rinjani yang katanya sedang melakukan misi rahasia juga sudah diceritakannya. Membuat hati kecilnya terketuk untuk melakukan sesuatu demi mengurangi kesedihan Rinjani. Termasuk dengan menganggapnya sebagai seorang adik seperti ini.
"Nggak repot, kok."
"Bawa sini Mas, biar Jani simpan ke dalam sekalian ambil minum buat Mas Ferdi."
"Tidak perlu. Niat aku datang ke sini itu untuk menjemput kamu atas perintah dari tuan Gavin. Jadi, Mas minta sekarang kamu siap-siap buat ke rumah Tuan Gavin."
__ADS_1