Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)

Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)
Ikut aku pergi!


__ADS_3

Dalam hitungan detik, Hendra seperti merasakan tubuhnya yang tiba-tiba terhuyung ke belakang. Satu tangannya langsung menyentuh sudut pipinya yang terasa panas bekas pukulan Gavin. Bahkan Hendra bisa merasakan air liurnya yang terasa sedikit asin dan tercium bau anyir khas darah. Dan benar saja, begitu Hendra melepaskan sentuhan tangannya, Hendra bisa melihat ibu jarinya yang terlihat memerah terkena bercakan darah segar.


"Katakan saja apa mau mu, dan segera angkat kaki dari sini!!!" sarkas Gavin dengan sisa amarah yang masih mengepul memenuhi kepalanya.


Rasanya Gavin ingin melemparkan saja tubuh Hendra dari atas gedung kantornya itu agar tidak perlu lagi berurusan dengannya.


"Sudah aku bilang, bukan? tidak ada yang bisa mengusirku dari kantor ini!" balas Hendra dengan nada rendah yang sayangnya justru terdengar mengerikan. Pandangannya langsung beralih ke arah Rinjani sebelum kembali melanjutkan kalimatnya yang lagi-lagi membuatnya harus merasakan pukulan yang sama dari tangan kekar Gavin.


"Sekarang, ayo ikut aku pergi, Jani. Bukankah kamu bersedia menikahi Gavin hanya karena kekayaan yang dia miliki? jika seperti itu, kembalilah bersamaku Jani. Aku akan membuatmu bahagia dengan harta keluarga Anderson. Oma Marisa sudah berjanji akan memberikan sebagian besar kekayaannya untukku dan juga Mamah, Jani."


"A-apaa???"


...****************...


Braaakkk!!!


Tanpa mengetuk pintu lebih dulu, Gavin langsung membanting pintu kamar Mami Carla dengan sangat keras.

__ADS_1


"Astaga, Gavin! kamu kenapa sih, datang-datang bukannya permisi malah asal banting pintu saja!" gerutu Mami Carla.


Mami Carla yang sebelumnya sedang bersantai di ruangan pribadinya itu jelas merasa terkejut dengan kedatangan putranya.


Sedetik kemudian, Mami Carla langsung menyadari ekspresi wajah putranya yang terlihat merah padam dengan kedua tangan yang terkepal di samping tubuhnya.


Seketika Mami Carla menjadi was-was sendiri melihat raut amarah sang anak.


"Ka-kamu kenapa, Sayang? a-apa di kantor ada masalah, Nak?"


"Apa Mami sudah tau tentang Hendra Anderson? apa Mami sengaja tidak memberitahu Gavin mengenai anak Om Sakha yang ternyata adalah Hendra! mantan kekasih Rinjani, Mi?" cecar Gavin.


"A-apa maksud kamu, Sayang?" beo Mami Carla.


"Jawab pertanyaan Gavin, Mi! jadi itu penyebabnya kenapa Mami waktu itu sangat terkejut saat mendengar nama Hendra! Mami sudah tau tentang keberadaan anak Om Sakha tapi Mami tidak memberi tahu Gavin, Mi?"


"He-Hendra. Ja-jadi, kecurigaan Mami selama ini benar, Nak? Hendra mantan kekasih Rinjani benar-benar cucu Oma???" ucap Mami Carla yang ikut terkejut mendengar kebenaran soal identitas mantan kekasih menantunya.

__ADS_1


Satu tangannya refleks menyentuh bibirnya bersamaan dengan tubuhnya yang terjatuh ke atas sofa. Entah mengapa Mami Carla akan merasa sekaget ini meskipun sebelumnya dirinya sudah menaruh curiga dengan mantan kekasih menantu kesayangannya.


Sedangkan Gavin yang sebelumnya masih dikuasai oleh amarah itu mendadak mulai sedikit meredamkan emosinya. Dirinya sempat kecewa lantaran sempat mengira jika Maminya itu sengaja menyembunyikan hal itu darinya. Namun, melihat ekspresi Maminya yang terlihat cukup syok setelah mendengar hal itu, membuatnya mau sedikit bersalah lantaran sudah berburuk sangka terhadap maminya sendiri.


"Apa Mami juga baru mengetahui tentang hal ini?" tanyanya sebelum memilih duduk tepat di samping sang ibu.


"Tentu saja ... Mami baru tau soal hal ini, meskipun sebelumnya Mami sudah sempat khawatir dengan mantan kekasih istri kamu..."


Mendengar penuturan sang ibu, emosi Gavin yang sebelumnya sudah mulai reda, kini kembali naik ke atas ubun-ubunnya begitu teringat dengan ucapan Hendra siang tadi.


"Apa Mami tau ... Hendra tadi sengaja datang ke kantor untuk mengajak Rinjani kembali dengannya lagi, Mi." adu Gavin.


"Be-benarkah begitu, Sayanggg???" selidik Mami Gavin yang kembali dibuat tidak percaya dengan penuturan putranya.


"Hendra bilang, Oma sudah memutuskan akan memberikan sebagian besar hartanya untuk Hendra dan juga Mamahnya. Dan parahnya lagi, Hendra meminta Rinjani untuk kembali dengannya dengan iming-iming semua kekayaan barunya, Mi."


"Kurang aj*r! Mamah akan buat anak itu tidak punya nyali untuk mengusik keluarga kita, Sayang. Sekarang, tugas kamu cukup pastikan Rinjani jangan sampai mau untuk kembali dengan cinta masa lalunya itu, Sayang!"

__ADS_1


"Mami tenang saja, Mi! aku tidak mungkin melepaskan istriku! selamanya Rinjani hanya akan menjadi istriku!"


__ADS_2