Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)

Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)
Kecurigaan Mami Carla


__ADS_3

"Berhentilah menangis! untuk apa kamu menangisi mantan kekasihmu yang bodoh itu!" ucap Gavin yang terdengar cukup sarkas.


Akan tetapi, apa yang baru saja diucapkannya itu tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Sebenarnya Gavin tidak tega melihat Rinjani yang tidak berhenti menangis seperti ini.


Gavin sendiri bisa merasakan adanya perasaan aneh yang mengusik hatinya melihat Rinjani yang terluka seperti ini. Ingin rasanya Gavin memeluk istrinya atau bahkan sekedar memberikan semangat kepada Rinjani. Hanya saja egonya terlalu tinggi, Gavin tidak mungkin melakukan sesuatu yang bisa menurunkan harga dirinya.


"Sudahlah, aku bilang berhenti menangis! aku tidak suka jika istriku menangisi pria lain!" ucap Gavin yang entah hanya asal keluar dari mulutnya saja atau justru keluar dari lubuk hati terdalamnya.


...****************...


Setelah kejadian perang air mata antara Rinjani dan Hendra, kini Rinjani dan Gavin sudah kembali pulang ke rumah mereka. Sisa-sisa kesedihan masih begitu mendominasi wajah cantik Rinjani.


"Ayo keluar! mau sampai kapan kamu mau berada di dalam mobil seperti ini terus?" sarkas Gavin mengagetkan Rinjani. Masalahnya mereka sudah tiba di halaman rumah dari sepuluh menit yang lalu. Tapi entah apa yang sedang memenuhi pikiran Rinjani hingga membuatnya belum menyadari jika mobil yang membawa mereka sudah berhenti tepat di depan rumah mewah suaminya.


Menyadari dirinya sudah berada di depan rumah, Rinjani langsung bergegas keluar dari dalam mobil tanpa menghiraukan keberadaan Gavin yang masih berada di dalam mobil.

__ADS_1


Rinjani langsung berjalan cepat memasuki rumah suaminya. Niat hati Rinjani ingin langsung pergi ke kamarnya sebelum pergerakannya tiba-tiba terhenti begitu mendengar suara Mami Carla yang memanggil namanya.


"Sayang, kamu sudah pulang, Nak?"


Rinjani langsung menoleh ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari arah dekat dapur. Mami Carla sendiri langsung mendatangi menantu kesayangannya yang bukannya membalas sapaannya namun justru sengaja menundukkan kepalanya.


"Ada apa, Sayang? apa kamu sedang tidak enak badan, Nak?" tanya Mami Carla penuh perhatian. Mami Carla mengulurkan satu tangannya ke arah kening Rinjani yang terasa normal-normal saja. Tidak ada tanda-tanda jika anak menantunya itu sedih demam.


"Jani tidak apa-apa, Mi..." lirih Rinjani masih dengan kepala yang menatap lantai di bawahnya.


"Kamu kenapa, Sayang? siapa yang sudah membuatmu menangis sampai seperti ini, Sayang???"


Rinjani tidak menjawab. Rinjani hanya diam pasrah menerima sentuhan lembut pada wajah sembabnya yang berasal dari tangan ibu mertuanya.


Rinjani bisa merasakan betapa hangatnya sentuhan Mami Carla. Sentuhan seorang ibu yang jelas ikut terluka melihat putri yang disayanginya terluka seperti ini.

__ADS_1


"Katakan sama Mami, apa Gavin yang sudah membuatmu jadi seperti ini, Nak???"


"Gavin mohon, Mi. Kurangi kebiasaan Mami yang senang berfikiran buruk tentang Gavin, Mi! Gavin ini putra Mami, darah daging Mami sendiri!" sentak Gavin yang tidak terima lantaran setiap kali Rinjani bersedih, Gavin lah yang akan dicurigai oleh ibunya sendiri.


"Kalau bukan kamu, terus siapa lagi? bukankah kalian ini habis pergi bersama?" tanya Mami Carla yang membuat Gavin berdecak kesal.


"Ck! Rinjani jadi seperti ini bukan karena Gavin, Mi. Itu semua karena Jani yang sudah menghabiskan waktunya untuk menangisi pria lain." jelas Gavin sedikit emosi yang seperti berasal dari dalam hatinya. Entahlah, Gavin hanya merasa kesal setiap kali mengingat Rinjani yang tidak berhenti menangisi mantan kekasihnya.


"Tapi pria lain siapa, Sayang? dan, untuk apa Rinjani sampai menangisi pria lain?" selidik Mami Carla yang jelas heran mendengar alasan Rinjani seperti ini lantaran habis menangisi pria lain.


"Sejak tadi Jani tidak berhenti menangisi Hendra, mantan kekasihnya!"


Deghhh!


"Hendra??? He-Hendra siapa, Sayang???" cicit Mami Carla yang langsung menyalakan alarm bahaya begitu mendengar nama Hendra, 'Mungkinkan mantan kekasih Rinjani adalah orang yang sedang aku cari selama ini?' lanjutnya yang hanya terucap di dalam hatinya saja.

__ADS_1


__ADS_2