Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)

Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)
Penyelidikan


__ADS_3

"Aku mau gaun pengantin paling mewah yang ada di butik ini untuk calon menantuku yang cantik ini!" seru Mami Carla sambil menoel ujung dagu Rinjani.


"Baik, Nyonya Carla. Kami akan memilihkan koleksi terbaru yang ada di butik kami. Mari Nona, silahkan ikut kami..." jawab salah satu staf butik dengan senyum ramahnya. Setelah mengucapkan hal itu, karyawan itu langsung berjalan memimpin jalan yang disusul oleh beberapa rekan karyawan butik.


Sedangkan Rinjani sendiri masih bergeming di tempatnya, Rinjani berfikir jika dirinya tidak perlu membeli ataupun memesan gaun pernikahan seperti ini. Akan sangat disayangkan jika Mami Carla sampai mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak mungkin sedikit hanya untuk membeli gaun pengantin yang sebenarnya tidak akan pernah terpakai karena memang tidak akan ada acara pernikahan apapun antara dirinya dan juga Gavin.


"Tunggu apa lagi, Sayang. Ayo sana! cari gaun yang kamu suka." titah Mami Carla yang berhasil menarik kembali kesadaran Rinjani.


Merasa tidak ada pilihan lain selain menuruti kemauan Mami Carla, pada akhirnya membuat Rinjani mau tidak mau harus ikut kemana para staf butik pergi.


"Baik, Mi..." Rinjani berjalan gontai mencoba menyamakan langkahnya dengan para staf butik yang sudah terpaut beberapa langkah di depannya.


"Kalau boleh tau, Nona ingin model gaun pengantin yang seperti apa, Nona? tanya karyawan butik mencoba memberikan pelayanan maksimal dengan mengutamakan keinginan kliennya.


"Tolong carikan yang simpel saja, Mbak." jawab Rinjani berniat mencari gaun yang biasa-biasa saja. Rinjani sangat sadar mau sebagus dan semahal apapun gaun yang akan dipilihnya, semuanya akan tetap menjadi sia-sia saja.


"Baiklah, Nona. Kami akan coba mencarikan gaun yang simpel namun tetap terlihat elegan.


Sekarang Rinjani sudah tiba di salah satu sudut butik dimana di hadapannya sudah tersuguh kan beberapa koleksi gaun yang terlihat begitu menawan dari salah satu perancang busana kancah internasional.


Mulai dari gaun pengantin model ball gown, trumpet dress, sheath dress dan beberapa model lain yang tak kalah mewah darinya. Semuanya terlihat begitu cantik dengan pesonanya masing-masing, membuat siapa saja yang melihatnya pasti ingin memakainya agar bisa menjadi ratu pada pesta pernikahan mereka.


Tak terkecuali dengan Rinjani yang masih terperangah melihat keindahan hamparan gaun mewah yang memenuhi pandangannya. Melihat kemewahan beberapa gaun yang terpampang nyata di depan matanya jelas membuat jiwa perempuan Rinjani meronta-ronta.


Tentu saja dirinya sama halnya dengan wanita lain yang ada di luaran sana. Sebagai seorang wanita jelas membuatnya sangat terpukau, bahkan tidak bisa dipungkiri jika ada keinginan dalam hatinya untuk memiliki salah satu dari gaun yang memang terlihat begitu indah.

__ADS_1


"Wow! indah sekali..." serunya merasa kagum dengan apa yang sedang dilihatnya.


"Tentu saja, Nona. Butik kami ini akan selalu menyediakan gaun dengan model terbaru untuk memuaskan para pelanggan."


"Pasti semuanya mahal-mahal, Mbak?" cicit Rinjani jelas tau jika gaun gaun yang ada di hadapannya hanya mampu dibeli oleh orang-orang kalangan atas saja.


"Untuk soal harga, semua gaun yang ada di ruangan ini sudah dibandrol dengan kisaran harga 130 juta untuk harga yang paling murah. Silahkan, Nona bisa memilih gaun mana yang Nona suka. Sebelumnya Nyonya Carla sudah berpesan kepada saya jika Nona Rinjani bebas memilih gaun yang mana saja tanpa harus memikirkan berapa harganya."


Rinjani mulai berjalan mendekati satu persatu gaun pengantin yang di matanya terlihat begitu sempurna tanpa ada cacat sedikitpun. Semuanya sama-sama memiliki keunggulannya masing-masing hingga membuatnya jadi merasa pusing sendiri.


"Ya ampun, Janiii ... mimpi apa kamu semalam, sampai-sampai bisa menyentuh gaun semewah ini. Mana semuanya bagus-bagus semua. Bikin aku pusing saja!" celetuknya sembari mengamati detail gaun yang sedang dipegangnya.


Sekian waktu memilah-milah gaun mana yang akan dibelinya. Pada akhirnya pilihan Rinjani jatuh ke sebuah gaun jenis model A line dress yang memiliki bentuk seperti huruf A yang fit pada bagian atas dan melebar pada bagian pinggang.


"Saya mau coba gaun yang ini, Mbak..." cicitnya dengan kedua mata yang berbinar.


Sejurus kemudian, Rinjani sudah terlihat memasuki ruang dengan ditemani satu staf butik yang akan membantunya mengenakan gaun yang sudah menarik keinginannya. Hingga tak berselang lama, Rinjani sudah terlihat keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Jika sebelumnya Rinjani hanya terlihat biasa saja menggunakan midi dress di bawah lutut, kini Rinjani terlihat begitu memukau dengan balutan gaun berwarna putih tulang yang terlihat begitu pas dengan ukuran tubuhnya.


Sungguh demi apapun, Rinjani terlihat begitu cantik hingga mampu membuat siapa saja yang melihatnya menjadi terkagum-kagum dengan kecantikannya. Padahal saat ini wajahnya saja masih terlihat polos tanpa sentuhan make up apapun kecuali lipgloss merah muda yang terlihat mewarnai bibir mungilnya.


Sungguh penampilan yang mampu menghipnotis siapa saja, tak terkecuali dengan dua orang yang sedang memandangnya dari arah yang cukup jauh.


"Cantik..."

__ADS_1


...****************...


"Bagaimana Lex, apa anak buah kamu sudah mendapatkan informasi tentang Soraya dan anaknya?" ucap seorang perempuan paruh baya dengan penampilannya yang begitu anggun.


"Maaf, Nonya. Untuk sementara ini kami belum berhasil menemukan tempat tinggal mereka. Tapi, anak buah saya sudah bisa mengantongi siapa nama anak dari Ibu Soraya, Nyonya."


"Benarkah? siapa namanya? pasti dia hampir seumuran sama Gavin, kan?" selidik wanita cantik yang tak lain adalah Mami Carla. Setelah memastikan Rinjani sudah berhasil membawa gaun pengantin ke rumahnya, Mami Carla buru-buru meninggalkan Rinjani bersama putranya lantaran dirinya sudah memiliki janji dengan pengacara keluarganya.


Dan di sinilah mereka berada, duduk berhadapan pada meja bulat di sebuah kafe yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari Orion's butik.


"Kalau dari informasi yang kami dapatkan, anak dari Ibu Soraya diketahui bernama Hendra. Namun, untuk info yang lebih detailnya belum bisa kami ketahui, Nyonya. Orang suruhan saya cukup kesulitan lantaran Ibu Soraya tidak menyematkan nama Anderson pada nama anaknya. Dan tentunya hal itu membuat kami memerlukan waktu yang lebih lama lagi lantaran kami harus mengecek satu persatu dari semua nama Hendra yang ada di Indonesia, Nyonya." beber pengacara Alex menjelaskan perkembangan proses pencarian targetnya.


"Suruh orang-orang suruhan kamu itu untuk segera mendapatkan informasi yang aku inginkan." perintah Mami Carla begitu tegas.


"Pasti, Nyonya." balas pengacara Alex terdengar begitu mantap.


"Lalu, bagaimana dengan isi surat wasiat Oma yang baru? apa masih ada sesuatu yang belum aku ketahui, Lex?"


"Tidak ada lagi, Nyonya. Nyonya sudah mengetahui semua isi surat wasiat yang ditulis Nyonya Marisa."


"Baiklah kalau begitu..."


"Tapi ada satu berita baru lagi, Nyonya. Dan sepertinya Nyonya Carla belum tau tentang berita ini..."


"Berita baru? apa maksudmu, Lex! cepat katakan saja, jangan membuatnya marah!" hentak Mami Carla merasa dirinya sudah kecolongan.

__ADS_1


"Orang-orang suruhan saya yang saya tugaskan untuk berjaga di Singapura, ternyata sudah beberapa hari belakangan ini selalu melihat keberadaan seorang pemuda yang tinggal di rumah Nyonya Marisa."


"Apaaa???"


__ADS_2