
"Sekarang kasih tau sama Mami, Gavin? apa maksud perkataan kamu jika Rinjani baru saja menangisi Hendra? Hendra siapa?" selidik Mami Carla.
Mami Carla yang dibuat penasaran dengan perkataan putranya itu sengaja memanggil Gavin ke dalam kamarnya. Entah mengapa pikirannya jadi tidak enak begitu mendengar putranya menyebutkan nama Hendra. Nama seseorang yang saat ini bisa menjadi ancaman untuknya dan juga putranya.
Sedangkan Gavin sendiri justru dibuat heran dengan reaksi Maminya. Gavin tidak tau apa yang menyebabkan Maminya itu menjadi khawatir seperti ini. Bahkan Maminya terlihat begitu tertarik dengan satu nama yang baru saja disebutnya.
"Ada apa, Mi? kenapa wajah Mami berubah tegang setelah mendengar nama Hendra? apa nama Hendra sangat sepenting itu untuk Mami? apa Mami ada sesuatu dengan seseorang yang bernama Gavin, Mi? cecar Gavin.
"Katakan saja Nak! siapa Hendra yang kamu maksud? ba-bagaimana ciri-cirinya Sayang?"
Gavin semakin heran dengan Maminya. Apa sebenarnya yang sudah membuat Maminya bereaksi berlebihan seperti ini.
"Sebenarnya ada apa, Mi? kenapa Mami jadi khawatir seperti ini? apa Mami kenal dengan seseorang yang bernama Hend--"
"Jawab saja pertanyaan Mami, Gavin! beri tahu Mami, bagaimana ciri-ciri mantan kekasih Rinjani! apa dia terlihat masih seumuran sama kamu???" potong Mami Carla tanpa membiarkan putra semata wayangnya untuk menyelesaikan kalimatnya.
Tidak ingin menambah kemarahan sang ibu, pada akhirnya Gavin memilih diam meskipun ada banyak sekali pertanyaan yang memenuhi pikirannya.
__ADS_1
Perlahan Gavin mulai mencoba mengingat kembali bagaimana ciri-ciri fisik pria yang belum lama ini ditemuinya.
"Seingat Gavin, orangnya tinggi, Mi. Kulitnya putih, rambutnya lumayan panjang. Kalau dilihat dari wajahnya sih sepertinya usia Hendra tidak terpaut jauh dari Gavin, Mi." jelas Gavin sesuai dengan apa yang diingatnya.
Sejenak Gavin menghentikan ucapannya sebelum kembali melanjutkan kalimatnya yang membuat Maminya seketika langsung membelalakkann kedua matanya hingga nyaris keluar dari tempatnya.
"Tapi ada satu hal yang sebenarnya cukup mengusik pikiran Gavin, Mi. Entahlah, tapi Gavin seperti tidak asing dengan wajah Hendra, Mi."
"Ma-maksud kamu apa, Gavin??? wa-wajah Hendra terlihat tidak asing untukmu??? apa kalian pernah bertemu sebelumnya, Gavin?" cecar Mami Carla dengan ekspresi wajah yang semakin tidak karuan.
Terlihat sekali jika Mami Carla sangat terkejut dengan ucapan Gavin. Raut wajah khawatir dan tegang begitu tergambar jelas pada wajah tuanya.
Merasa tidak memiliki hubungan apapun dengan mantan kekasih istrinya, membuat Gavin memilih bodo amat dengan wajah mantan istrinya yang sebenarnya cukup familiar untuknya.
Mami Carla sendiri masing tertegun di tempatnya. Entah apa yang membuat Mami Carla seolah mendapatkan firasat buruk dengan munculnya mantan kekasih Rinjani yang sama-sama bernama Hendra. Entah itu hanya sebuah kebetulan saja atau memang sebuah petunjuk dari masalah yang belakangan ini selalu mengganggu pikirannya.
Proses penyelidikan yang dilakukan oleh pengacara Alex dan anak buahnya juga sampai belum menemui titik terang ataupun informasi baru mengenai anak kandung Sakha.
__ADS_1
Merasa dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi, Gavin memilih pamit meninggalkan Mami Carla yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Praduga demi praduga langsung muncul memenuhi kepalanya. Entah apa yang membuatnya sampai merasa resah seperti ini begitu mengetahui jika mantan kekasih dari menantu kesayangannya itu ternyata bernama Hendra.
Anehnya lagi, dugaannya mengenai mantan kekasih menantunya itu sangat kuat jika seseorang yang pernah menjalin hubungan asmara dengan menantu kesayangannya itu tak lain adalah orang yang sedang dicarinya selama beberapa waktu terakhir ini.
"Kenapa feeling ku mengatakan jika mereka merupakan orang yang sama ... tidak mungkin aku sampai merasa seresah ini jika mereka memang dua orang yang berbeda." ucap Mami Carla.
"Apa aku harus menemuinya dan mencari informasi langsung mengenai mantan kekasih Rinjani itu..." sambungnya sebelum menyahut ponsel miliknya dari atas meja.
Tangannya bergerak begitu cepat membuka aplikasi pesannya. Tak lama kemudian, jari-jari lentiknya mulai menari-nari di atas papan keyboard miliknya.
[Cari tau siapa mantan kekasih menantuku yang bernama Hendra!]
[Selidiki dia, dan berikan informasi secepatnya untukku!] ketiknya sebelum menekan tombol send yang langsung terkirim ke nomor seseorang.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tanda centang dua berubah warna menjadi biru.
Ting!
__ADS_1
[Siap laksanakan, Nyonya!]