Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)

Terjerat Cinta Dua Saudara (Runtuhnya Dunia Rinjani)
Berjuang kembali


__ADS_3

Sontak perbuatan Gavin yang sengaja membawa tangan Rinjani ke dalam genggaman tangannya itu membuat hati Rinjani kembali menghangat. Masalahnya, Rinjani sangat yakin jika Gavin melakukan semua itu dengan penuh kesadaran dirinya, terlihat dari wajah tampannya yang terlihat sedikit berbinar dengan senyuman kecil yang terukir pada sudut bibirnya.


Senyuman kecil yang sebenarnya sangat jarang menghiasi wajah tampannya yang selalu bersikap dingin kepadanya. Meskipun begitu, dalam hatinya Rinjani ikut mengakui jika ketampanan suaminya itu bertambah drastis meskipun hanya dengan mengangkat sedikit sudut bibirnya saja.


Perlahan keduanya sudah terlihat memasuki mobil mewah milik Gavin yang langsung melaju kencang menuju ke perusahaan keluarga yang sudah berdiri sejak lama, bahkan dari sebelum dirinya terlahir ke dunia ini.


Awalnya keduanya merasa cukup berat menjalani kehidupan mereka sebagai sepasang suami istri. Gavin yang tidak memiliki perasaan apapun terhadap Rinjani, begitu pun dengan Rinjani yang masih terjebak dalam perasaan cintanya terhadap Hendra.


Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Rinjani yang tidak berhenti mendapatkan limpahan kasih sayang dari Mami Carla itu perlahan mulai bisa menerima dan sedikit menikmati perannya sebagai istri Gavin. Meskipun hanya sekedar menikmati perannya sebagai istri di atas kertas saja, tidak lebih dari itu.


Meskipun sudah satu bulan lamaya menyandang status sebagai istri Gavin, hal itu tak lantas membuat Rinjani merasa berani dan siap untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri sungguhan.


Akan tetapi, ada satu hal yang sebenarnya cukup membuatnya merasa aman berada di tengah-tengah keluarga Anderson. Selain Mami Carla yang memang dari awal selalu bersikap baik terhadapnya, belakangan ini juga Rinjani bisa melihat adanya perubahan sikap Gavin yang kini lebih sering bersikap lembut kepadanya.


Akhir-akhir ini Gavin selalu bersikap manis kepadanya. Berbagai perhatian kecil selaku dilakukannya meskipun tidak sedang dalam pengawasan sang Mami.


Sama halnya dengan saat ini. Gavin yang masih sibuk memainkan setir bulat di hadapannya itu tiba-tiba saja memilih mengurangi kecepatan mobilnya sebelum menyahut botol minum yang sedang dipegang oleh istrinya.


"Sini, biar aku bantu bukain..." ucap Gavin yang tanpa basa basi langsung membantu Rinjani.

__ADS_1


Sedangkan Rinjani yang memang cukup kesulitan untuk membuka botol minum yang masih tersegel itu tidak menyangka jika Gavin akan se-peka itu terhadapnya.


"Silahkan. Pelan-pelan minumnya..." sambung Gavin kembali menyodorkan botol minum yang sudah terbuka tutupnya.


"Terima kasih..." balas Rinjani dengan senyum kecilnya.


Setelah mengucapkan rasa terima kasihnya, Rinjani langsung membuang pandangannya ke arah jendela demi menyembunyikan wajahnya yang sudah dipastikan sudah berubah merah merona.


Namun sayang, usahanya yang sebisa mungkin tidak memperlihatkan wajahnya yang sedang tersipu, ternyata hal itu tetap saja tertangkap begitu jelas di pandangan Gavin. Membuat Gavin ikut mengembangkan senyumnya menyadari hal kecil yang baru saja dilakukannya itu berhasil membuat istrinya tersipu senang.


"Terima kasih, Jani. Kamu sudah mengajarkanku bagaimana caranya untuk tersenyum..."


Di bawah langit ibukota yang lainnya, Hendra baru saja menyelesaikan sarapan paginya bersama sang Ibu dan juga Omanya. Namun, kali ini ada yang berbeda, kali ini ketiganya sedang berada di rumah Mamah Soraya yang ada di Jakarta, bukan berada di Singapura seperti beberapa waktu yang lalu.


Semua itu terjadi lantaran permintaan langsung dari Oma Marisa. Oma Marisa yang sepeninggal sang suami tercinta dan juga kedua putranya lebih memilih tinggal seorang diri di Singapura itu meminta kepada Hendra untuk membawanya pulang bersama dengan Mamah Soraya.


Hingga Hendra yang saat itu sedang kalut setelah mengetahui fakta tentang pernikahan kekasih yang begitu dicintainya itu memilih langsung terbang ke Singapura.


Terhitung sudah dua pekan dari pertemuannya yang terakhir kalinya bersama Rinjani. Dan ternyata waktu yang selama itu belum cukup untuk mengobati rasa sakitnya kehilangan seseorang yang sudah dua tahun lamanya menjalin kisah asmara dengannya.

__ADS_1


Ingin rasanya Hendra menemui Rinjani dan membawanya paksa untuk menikah dengannya. Hidup bahagia bersama Rinjani di tempat yang tidak ada seseorang pun yang bisa mengambil Rinjani dari genggaman tangannya.


Tidak dipungkiri jika fakta tentang Rinjani yang ternyata sudah menjadi istri pria lain itu sempat membuat Hendra frustasi sendiri hingga nyaris nekat untuk mengakhiri hidupnya.


Berhari-hari lamanya Hendra hidup dalam keterpurukan sebelum kembali mendapatkan semangat hidupnya setelah mendengarkan cerita dari Omanya.


"Jadi, kapan kamu akan berjuang untuk mendapatkan cintamu kembali, Ndra?" tanya Oma Marisa yang sudah berhasil menghabiskan makanannya.


"Hari ini Hendra akan menemui Gavin langsung, Oma..." balas Hendra penuh dengan keyakinan.


Sontak jawabannya itu membuat Oma Marisa hanya bisa pasrah dengan keputusan cucunya. Ada sedikit rona khawatir yang tergambar jelas pada wajah tuanya. Meskipun begitu, Oma Marisa tetap mendukung keinginan cucunya untuk kembali memperjuangkan gadis pujaannya. Meskipun dalam hatinya Oma Marisa tidak berhenti khawatir setelah mengetahui jika seseorang yang sudah menikahi Rinjani ternyata merupakan cucunya sendiri, yakni Gavin Anderson.


"Jika dengan hal itu yang bisa membuatmu memiliki semangat kembali untuk melanjutkan hidupmu, Oma akan mengizinkan kamu untuk kembali berjuang, Sayang. Hanya satu pesan Oma, lakukan semuanya dengan cara yang baik, Sayang. Berjuanglah secara gentle man, Sayang. Tapi ingat! lelaki sejati akan lebih mementingkan kebahagiaan gadis yang dicintainya..." ucap Oma Marisa.


Sebenarnya Oma Marisa sedikit berat untuk mengatakan hal itu. Dirinya tidak mungkin membiarkan kedua cucunya saling berperang merebutkan cintanya. Namun sayang, dirinya sama sekali tidak bisa berpihak kepada salah satu dari kedua cucunya.


"Oma tenang saja, Hendra akan berjuang seperti apa yang sudah ayah lakukan untuk mendapatkan Mamah. Dan, mungkin saja ... Hendra akan berakhir sama dengan apa yang menimpa Ayah 23 tahun lalu, Oma."


Deghhh!

__ADS_1


__ADS_2