Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Part 10


__ADS_3

"Ternyata Kau tidak sehebat yang aku bayangkan" ucap Justine sambil tersenyum meremehkan.


"Apa maksudmu?" Tanya Syam.


"Haha, kau bahkan tidak tahu siapa aku dan hubunganku dengan Kirana" ucap Justine.


"Hmmm, memang apa hubunganmu dengan istriku?" Tanya Syam.


"Haha, cari tahu saja sendiri" ucap Justine.


"Hmmm, kau sedang menguji kesabaranku?" Tanya Syam kesal.


"Tidak, aku sedang menguji kehebatanmu. Kalau kau bisa menemukan jawabannya. Aku akan mempertemukan mu dengan Kirana. Sekarang pulanglah, aku sedang banyak kerjaan" ucap Justine.


"Sial, kau mengusirku?" ucap Syam geram.


"Haha. Kau lebih tahu maksudku" ucap Justine kemudian duduk kembali kemeja kerjanya.


Dengan kesal, Syam keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu dengan keras.


"Dasar, kalau dia tahu siapa aku. Aku yakin dia pasti akan malu dengan sikapnya itu" ucap Justine sambil menggeleng pelan.


Sedangkan disisi lain, Syam tengah mengumpat kesal atas sikap Justine tadi.


"Leon, aku tidak mau tahu. Kau harus cari tahu segera, apa hubungan Kirana dengan Justine. Malam ini, Kirana harus sudah bersamaku, kau mengerti?" ucap Syam dengan penuh penekanan.


"Baik Tuan" ucap Leon.

__ADS_1


"Aku bingung dengannya, padahal dia bisa saja memaksa Tuan Justine untuk menyerahkan Nona. Seperti nya IQ tuan muda sudah mulai menurun" batin Leon.


"Kau sedang mengataiku?" ucap Syam sambil menatap Leon tajam.


"Tidak tuan" ucap Leon, kemudian memandang lurus kedepan.


***


"Apa arti dari semua ini?" ucap Syam sambil terus membaca kertas di depannya, menatap tidak percaya.


"Iya Tuan, ternyata nona dan tuan Justine adalah saudara kandung" ucap Leon mantap.


"Jadi maksudmu, Justine adalah kakak iparku?" Tanya Syam mencoba memastikan.


Leon pun langsung mengangguk mantap yang membuat Syam langsung lemas.


"Maaf tuan, saya juga baru tahu hari ini" ucap Leon.


"Hmmm, ya sudah. Siapkan mobil. Kita kerumah Justine sekarang" ucap Leon.


Mereka pun langsung bergeges ke rumah Justine yang tentunya dengan mobil sport hitam kesayangan Syam.


"Bagaimana aku bisa menghadapinya nanti. Tadi pagi aku hampir ingin menghajarnya" Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala Syam. Sehingga membuatnya terlihat sangat tidak tenang sekarang.


Melihat tuannya yang terlihat begitu gelisah membuat Leon tersenyum.


"Tenang saja tuan. Saya yakin tuan Justine bukan orang pendendam. Lagi pula Tuan kan tadi tidak tahu, jadi ya wajar saja" ucap Leon.

__ADS_1


"Benar juga Kamu. Anggap saja tadi siang itu tidak terjadi apapun" ucap Syam.


"Iya tuan" ucap Leon.


"Oya, apa Kirana sudah tahu kalau dia sedang bersama orang tua kandungnya?" Tanya Syam pada Leon.


"Mana saya tahu tuan" ucap Leon jujur.


"Hmm, Iya juga. Aku saja tidak tahu. Mana mungkin Kamu tahu" ucap Syam dengan nada meremehkan yang membuat siapapun yang mendengarnya akan kesal. Terkecuali Leon yang memang sudah biasa dengan sikap sombong tuannya.


"Hmmm, padahal aku yang mencari semua informasi itu" batin Leon.


Disisi lain, Korina tengah menangis karena Kirana menghilang.


"Bagaimana bisa Kirana kabur? Kalian bisa kerja tidak sih. Menjaga satu perempuan saja tidak bisa" teriak Justine pada beberapa pelayan dan anak buahnya.


"Maafkan Kami tuan. Kami jug tidak tahu nona kabur dari mana dan bagaimana" ucap salah satu dari mereka.


"Kalian memang tidak becus. Aku tidak mau tahu, Kalian harus menemukannya malam ini juga. Kalau sampai Kirana tidak ketemu, kalian semua akan aku pecat" ucap Justine.


"Baik tuan" ucap mereka serempak.


"Ya sudah, cepat sana cari" ucap Justine kemudian memeluk mamanya yang masih sesegukan karena menangis.


"Bagaimana ini tin, hiks. Ini sudah malam, aku takut terjadi sesuatu pada Kirana" ucap Korina.


"Tenang saja Ma, Kirana pasti baik-baik saja" ucap Justine sambil mencoba menenangkan mamanya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2