Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Ngidam


__ADS_3

"Mama" teriak Kirana saat melihat kedatangan Korina. Dia langsung berhambur ke pelukan mamanya.


"Hati-hati sayang, ingat kau sedang mengandung" ucap Korina kemudian mencium perut anaknya.


"Hehe, Maaf Ma" ucap Kirana kemudian merangkul Korina dan mengajaknya untuk duduk di Sofa.


"Ma, kak Justine mana?" Tanya Kirana. Karena dia tidak pernah bertemu dengan kakaknya itu sejak 1 bulan yang lalu. Terakhir kali mungkin saat dia dibawa ke rumah sakit. Setelahnya mereka hanya bertemu melalui telpon saja.


"Biasalah, dia sibuk dengan pekerjaannya. Mama saja sampai diabaikan oleh nya" kata Korina sambil membayangkan perubahan sikap Justine beberapa hari ini.


"Hmmm, Oya kak Justine sudah punya pacar belum Ma?" Tanya Kirana.


"Haha, Mustahil Sayang. Kakak mu itu sangat dingin pada semua wanita. Mana ada yang mau sama dia. Wanita juga tidak akan adaa yang betah sama dia" ucap Korina.


"Benarkah KK Justine seperti itu. Bukannya dia begitu hangat pada Mama dan aku" ucap Kirana sambil mengingat-ingat sikap kakak nya itu.


"Iya memang. Dia hanya begitu pada Mama dan Kamu saja sayang" ucap Korina.


"Hmm, Kirana jadi kangen sama Kak Justine Ma. Suruh dia kesini yuk" ucap Kirana.

__ADS_1


"Ya sudah. Kamu telpon saja lah dia. Bilang ini permintaan dedek bayi" ucap Korina yang membuat Kirana langsung mengangguk tanda setuju.


Beberapa lama menunggu, Justine tidak kunjung mengangkat telponnya. Hingga,


"Hallo Nona muda. Tuan Justine sedang meeting. Ada yang bisa saya bantu?" ucap seseorang dari seberang telpon yang Kirana yakini adalah Rudy, asisten pribadi Justine.


"Hallo kak Rudy. Hmm, kak Justine sedang meeting ya. Nanti sampaikan salamku padanya ya. Aku dan Mama menunggu nya di rumah. Jadi sehaabis meeting dia harus ke rumah. Ini keinginan dari Dede Bayi. Jangan lupa jga minta dia bawa kue pisang ya kak" ucap Kirana.


"Baik nyonya. Nanti akan saya sampaikan" ucap Rudy.


"Baiklah. Terima kasih kak" ucap Kirana kemudian panggilan terputus.


"Bagaimana?" Tanya Korina.


***


"Kau jadi ke rumah Syam hari ini Dis?" tanya Dr. Rani.


"Iya. Aku sudah berjanji pada kak Syam untuk membawakan kue pisang kesukaan Kirana. Kau tahu sendiri kan kalau bumil ngidam dan tidaka dituruti seperti apa" ucap Gladis.

__ADS_1


"Ya sudah. Kau berhati-hatilah. Ingat, hubungi dia atau move on. Jangan lama-lama murung seperti itu. Akau tidak suka Gladis ku murung seperti ini" ucap Dr. Rani sambil mencubit pipi Gladis.


"Iya cerewet" ucap Gladis kemudian mengemas barangnya bersiap untuk pulang.


"Kita pulang bersama ya" ucap Gladis.


"Tidak bisa. Aku ada urusan yang harus aku selesaikan. Kau pulanglah lebih dulu. Aku takut, bumil keburu lahiran baru kau sampai" ucap Dr. Rani.


"Dih, sok sibuk banget Anda. Ya sudah, aku balik duluan ya. Bye" ucap Gladis kemudian berlalu meninggalkan Rani yang setelah itu langsung menelpon seseorang.


Sebelum menyalakan mobilnya, Gladis terlebih dahulu mencari di google tempat jualan kue pisang terenak.


"Yups, i got it" ucap Gladis kemudian melajukan mobilnya.


Disisi lain, Justine juga melakukan hal yang sama, dia meminta Rudy untuk mencari tahu tempat jualan kue pisang terenak yang dimaksud oleh adiknya tersebut.


"Bagaimana apa kau menemukannya?" Tanya Justine pada Rudy.


"Ini kan yang kau maksud bro?" Tanya Rudy sambil menunjukkan Hpnya.

__ADS_1


"Oke. Kirim lokasinya ke Hpku. aku berangkat sekarang. Oya, kau urus sisa pekerjaan hari ini ya. Aku tinggal dulu. Terima kasih bro" ucap Justine kemudian berlalu meninggalkan Rudy.


-Bersambung-


__ADS_2