Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Tidak sanggup


__ADS_3

"Dr. Rani, Justine" ucap Gladis dengan bibir yang sudah sangat kelu. Dia menatap tangan Rani yang bertengger dengan rapinya di lengan Justine.


"Dis" hanya kata itu yang keluar dari mulut Rani.


"Owh kalian sudah saling kenal?" Tanya Justine. Gladis terdiam kemudian menatap Rani berusaha meminta penjelasan. Namun Rani malah menatap Justine. Meminta Justine untuk menjelaskan semuanya.


"Oya Dis, perkenalkan ini Rani, kekasihku. Sayang perkenalkan ini Gladis. Sepupu Syam" ucap Justine.


"Deg" jantung Gladis terasa berhenti saat itu juga.


Begitupun Syam dan Kirana yang terlihat begitu terkejut saat mendengar perkataan Justine. Ini diluar dari rencananya.


Gladis terdiam beberapa saat. Karena entah mengapa tiba-tiba hatinya terasa begitu sakit. Air matanya terasa ingin kelur saat itu juga. Tapi dia mencoba menahannya. Dia harus kuat, dia tidak ingin terlihat lemah.


Dia berusaha tersenyum kemudian mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Owhh, selamat ya" ucap Gladis sambil berusaha keras menahan air matanya yang ingin keluar saat itu juga.


"Terima kasih" ucap Justine sambil membalas uluran tangan Gladis. Menatap Gladis begitu lama, seperti sedang mencari sesuatu dari raut wajah Gladis.


"Hmm, ya sudah. Kalian nikmti saja dulu hidangannya. Aku ada urusan sebentar dirumah sakit. Ada kak Syam dan Kirana yang akan menemani kalian" ucap Gladis.


"Apa sopan meninggalkan tamu disaat dia baru datang" ucap Justine, namun tidak dihiraukan oleh Gladis.


"Na titip rumah sebentar ya. Aku pergi dulu" ucap Gladis kemudian pergi meninggalkan merek semua, dengan perasaan yang sulit diartikan.


"Iya kak, hati-hati" ucap Kirana dengn perasaan bersalah. Dia sangat tahu bagaimana perasaan Gladis saat ini. Dia pernah mengalami rasanya di khianati. Dan itu sakit, sakit sekali, seperti ditusuk-tusuk ribuan pisau.


Setelah masuk ke mobil, Gladis langsung melajukan mobilnya menjauh dari rumahnya. Alhasil, air mata yang sudah dia tahan beberapa lama, langsung keluar begitu saja. Dia sudah tidak mampu menahannya lagi.


Dia menepuk dadanya beberapa kali yang terasa sangat sesak. Air matanya tidak henti-henti nya keluar membasahi pipinya.

__ADS_1


"Haaaa" teriaknya sambil terus memajukan mobilnya dengan cepat.


Saat di persimpangan jalan, dia berbelok ke kanan. Bukan jalan menuju ke rumah sakit. Tapi jalan ke taman air mancur. Tempat dimana dia sering meluapkan keluh kesahnya.


Dia tidak jadi ke rumah sakit. Dia sudah menelpon seseorang untuk menggantikannya. Akan sangat tidak mungkin jika dia bertemu pasien dalam keadaan yang begitu terpuruk seperti saat ini.


Sesampainya di taman, dia langsung sangat bersyukur dalam hati. Karena keadaan taman itu sangat sepi. Bahkan hanya ada dia disana. Mungkin karena hari libur jadi tidak ada yang berkunjung.


Dia langsung duduk di tempat dimana dia biasa duduk bersama mamanya saat masih hidup dulu.


"Ma, maafin Gladis karena tidak bisa sekuat dulu" ucap Gladis di sela tangisnya.


"Gladis kangen Mama. Gladis yakin, Mama saat ini pasti sedang melihat Gladis dari atas sana. Tapi Mama jangan ikut nangis ya. Gladis hanya capek dengan semua masalah hidup ini Ma. Maafin Gladis ya Ma, karena tidak bisa menjadi Gladis seperti yang Mama mau. Gladis nggak kuat Ma. Apa boleh Gladis ikut Mama saja? Papa sekarang sudah jarang dirumah Ma. Gladis nggak bisa cerita kesiapa-siapa lagi. Laki-laki yang Gladis sayang, udah memilih wanita lain Ma. Gladis tahu ini salah Gladis. Tapi tetap saja rasanya sakait banget Ma. Hiks" ucap Gladis sambil terus terisak.


"Ma, Gladis capek Ma. Apa boleh Gladis ikut Mama saja. Hiks. Nggak ada yang sayang sama Gladis lagi di dunia ini Ma. Orang yang Gladis sayang sekarang sama Rani Ma. Mama tahu Rani kan Ma. Hiks. Sahabat gladis. Dia tahu Gladis sayang sama Justine. Tapi Dia malah merebut Justine dari Gladis Ma. Hiks" Gladis terus mengoceh sendiri. Berusaha mengeluarkan semua isi hatinya. Sambil memandang air terjun di depannya. Membayangkan mamanya sedang berdiri disana. Berdialog bersama mamanya

__ADS_1


"Siapa yang merebut Justine" suara orang yang sangat dikenalnya tiba-tiba terdengar.


-Bersambung-


__ADS_2