Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Permintaan


__ADS_3

"Sayang" panggil Syam saat melihat Kirana yang tengah duduk sambil menonton tv.


Kirana hanya diam saja sambil fokus menonton film kesukaannya tanpa berniat mengindahkan suaminya yang baru datang.


Syam yang merasa diabaikan langsung mendekati Kirana dan memeluknya.


"Mandilah, kau sangat bau" ucap Kirana tanpa berniat melihat suaminya.


Syam sangat tahu bahwa istrinya saat ini tengah merajuk. Bukannya mengikuti perkataan istrinya. Dia malah semakin memeluk Kirana erat. Menenggelamkan wajahnya pada perut Kirana sambil mengecupnya beberapa kali.


"Geli mas, mandi sana" ucap Kirana.


"Aku tidak akan pergi sebelum kau melihatku dan menatapku" ucap Syam.


"Aku tidak mau. Aku masih marah padamu. Kau janji untuk pulang cepat. Tapi sampai mama pulangpun ku tidak muncul-muncul" ucap Kirana kemudian menggeser tubuhya dan berpindah ke tempat yang lain. Sehingga kepala Syam yang tengah tidur di paha Kirana langsung membentur sofa.


"Untung sofa ini empuk. Kalau keras, aku udah geger otak tadi" ucap Syam. Dia pun langsung bangkit dan memeluk Kirana.


"Mandi sana mas. Kau sangat bau" ucap Kirana sambil memberontak dari pelukan suaminya.


"Aku merindukanmu" ucap Syam.

__ADS_1


"Aku tidak merindukanmu. Sana pergi" ucap Kirana lagi.


"Hmm, rupanya istri kecilku tengah marah. Lalu aku harus bagaimana agar istriku tercinta ini memafkanmu" ucap Syam sambil mencium pipi Kirana beberapa kali.


"Hmmmm, nggak mempan" ucap Kirana.


"Ya sudah, aku sedang baik loh ini mau mengabulkan satu permintaanmu malam ini" ucap Syam. Tiba-tiba Kirana teringat sesuatu, kemudian langsung menatap Syam dengan wajah berbinar.


"Aku punya satu permintaan" ucap Kirana.


"Apa itu sayang? apapun yang istriku tercinta ini mau pasti akan aku kabulkan" ucap Syam.


"Aku ingin bekerja diperusahaanmu" ucap Kirana sambil tersenyum bahagia.


"Bukannya begitu sayang. Aku bosan dirumah terus. Disini aku tidak bisa mengobrol dengan siapapun. Kerjaan ku cuma pegang hp, nonton film saja. Aku bosan. Kau pun pulang sering larut malam. Aku semakin bosan" ucap Kirana dengan wajah sedih.


"Hmmm, Kau bisa mengajak Alya, atau teman-teman ke rumah untuk menemanimu" ucap Syam.


"Aku tidak punya teman" ucap Kirana dengan wajah yang semakin sedih.


"Kasian nya istriku ini. Apa kau mau aku belikan seorang teman untuk menemanimu?" Tanya Syam lagi. Hal ini tentu membuat Kirana kesal dan marah. Bagaimana bisa suaminya memiliki pemikiran seperti itu. Membeli seorang temaan, ahh tidak. Memikirkannya saja membuat Kirana gila.

__ADS_1


"Kau gila saja. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang mas. Apalagi sebuah pertemanan. Bukannya mendapatkan teman, dia mungkin akan menyusahkan ku" ucap Kirana.


"Ya sudah. Maumu bagaimana? intinya aku tidak ingin kau bekerja. Tidak ada bantahan" ucap Syam.


"Hmm, baiklah. Kalau begitu aku ingin ikut ke kantor dan menemani bekerja. Aku bosan di rumah terus" ucap Kirana.


"Nah, itu lebih baik. Aku sangat setuju" ucap Syam sambil menatap dengan senyuman penuh arti.


"Hey, apa maksud dari senyummu itu" Tanya Kirana sambil memicingkan matanya.


"Tidak ada, Jadi mulai besok kau boleh ikut aku ke kantor" ucap Syam.


"Yeay, Akhirnya kita tidak akan bosan di rumah lagi sayang" ucap Kirana sambil mengelus perutnya. Hal ini tentu membuat Syam terharu kemudia ikut mengelus perut istrinya dan mencium perut serta bibir istrinya bergantian.


"Bolehkah kita melakukannya?" Tanya Syam.


"Melakukan apa?" Tanya Kirana.


"Itu" kata Syam sambil memberikn kode yang tentunya membuat Kirana langsung mengerti.


"Kau mesum sekali. mandilah dulu. Kau sangat bau" ucap Kirana.l dengan senyum malu-malu.

__ADS_1


"Bagaimana kalau berdua?" Tanya Syam yang langsung dibalas anggukan oleh Kirana.


-Bersambung-


__ADS_2