
Sesampainya di rumah Justine, Syam langsung masuk dengan mudahnya karena tidak ada penjagaan yang ketat. Alisnya langsung tertaut ketika melihat beberapa orang berlari keluar dan masuk ke mobilnya.
Mereka terlihat bergerombol meninggalkan rumah utama.
"Ada apa ini?" Tanya Syam saat mobilnya berhenti tepat di pintu masuk.
"Seperti nya nona berulah lagi tuan" ucap Leon asal yang membuat Syam langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Seketika dia langsung terdiam saat melihat seorang wanita paruh baya yang sangat mirip dengan Kirana tengah menangis sambil memeluk Justine.
"Syam" ucap Justine saat menyadari keberadaan Syam.
"Mana istriku?" tanya Syam. Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulutnya sekarang.
"Maafkan aku Syam. Kirana menghilang" ucap Justine.
"Sial, bagaimana bisa?" Tanya Syam mencoba mengontrol emosinya.
"Hmmm, Aku juga tidak tahu, apa itu penting sekarang? Lebih baik kita bersama-sama mencari Kirana sekarang" ucap Justine.
"Kau benar, Dan jika sesuatu terjadi pada Kirana. Aku pasti tidak akan memafkanmu" ucap Syam kemudian berlalu pergi dan diikuti Justine dan Leon di belakangnya.
__ADS_1
"Aku sudah mengerahkan semua pengawalku untuk mencari keberadaan Kirana. Lalu sekarang kita mau kemana?" Tanya Justine yang saat ini sudah di dalam mobil bersama Syam.
"Ternyata kau lebih bodoh daripadaku. Bagaimana bisa kau percaya pada pengawalmu itu. Aku pikir penjagaan di rumahmu sangat ketat. Lalu bagaimana bisa Kirana kabur jika tidak dibantu oleh salah satu dari pengawalmu. Sekarang coba cek cctv rumahmu. Kemudian kita cari salah satu dari pengawalmu itu" ucap Syam.
"Kau benar juga, bagaimana bisa aku tidak kepikiran kesana" ucap Justine kemudian mengambil hpnya.
"Kau memang bodoh" ucap Syam dengan nada ketus.
"Aku ini kakak iparmu, jaga ucapanmu itu" ucap Justine sambil terus fokus pada layar hp nya.
"Sial" ucap Justine saat melihat siapa yang membawa Kirana.
"Sial, cari mati dia" ucap Syam saat mengetahui siapa yang membawa Kirana.
Mobil mereka saat ini sudah berhenti di depan sebuah bangunan lama yang terlihat tidak berpenghuni. Dengan beberapa pagar besi yang menjulang cukup tinggi.
"Kau yakin tempat nya disini?" Tanya Justine memastikan.
"Kau tidak percaya padaku?" tanya Syam lagi.
"Tentu saja aku mempercayaimu, ya sudah ayo" ucap Justine ingin langsung masuk menerobos gerbang di depaannya.
__ADS_1
"Kau Gila atau bodoh? Kau tidak melihat ada berapa banyak anjing yang akan mengonggong ketika Kamu menyentuh pagar itu?" Tanya Syam.
"Oya, Lalu apa rencana mu?" Tanya Justine penasaran.
"Tenanglah kakak ipar, anak buahku sedang bekerja untuk membobol pertahanan mereka, kau tunggu saja sampai aku bilang masuk" ucap Syam.
"Aku tidak setuju kau jadi adik iparku" ucap Justine langsung.
"Apa kau lupa aku dan Kirana sudah menikah? apa perlu aku membawa buku nikahku?" Tanya Syam.
"Tapi aku belum mengizinkan kau menikah dengan adikku" ucap Justine tidak mau kalah.
"Aku tidak minta persetujuan mu" ucap Syam lagi. Sedangkan Leon yang saat ini sedang menguping pembicaraan keduanya hanya bisa menggeleng kepala.
Bagaimana tidak, disaat kondisi genting seperti ini mereka malah beradu mulut.
"Tuan semuanya sudah siap" ucap Leon saat menerima notifikasi dari salah satu anak buahnya.
"Ya sudah, ayo masuk" ucap Syam kemudian berjalan dengan gagahnya melewati gerbang di depannya dengan pistol di tangannya
"Apa kau siap belorah raga?" Tanya Syam pada Justine.
__ADS_1
"Tentu, sudah sejak lama aku tidak melakukan ini" ucap Justine
-Bersambung-