Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Part 19


__ADS_3

"Kak Syam kemana saja? Kak Syam udah nggak sayang sama Kirana lagi?" Tanya Kirana sambil menyimpangkan tangannya di pinggang Syam. Seperti tidak mau berjauhan lagi dengan Kirana.


Syam menggeleng kemudian mengecup dahi Kirana gemas.


"Aku sangat banget sama Kamu Na. Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Tapi sebelumnya, Kamu makan dulu ya. Katanya kamu tidak pernah makan selama aku pergi" ucap Syam.


Kirana langsung mengangguk bahagia. Syam yang melihat tingkah Kirana yang dirasa memang masih kekanakan langsung tersenyum dan mengelus rambutnya gemas.


"Ma, makanan Kirana mana?" Tanya Kirana pada Sofi yang saat ini tengah mengelap matanya yang sudah berair dari tadi. Dia begitu terharu melihat anaknya mendapatkan laki-laki yang benar-benar mencintainya. Tidak seperti dirinya.


"Ini sayang" ucap Sofi sambil menyerahkan sebuah nampan berisi makanan.


Dengan telaten Syam menyuapi Kirana.


"Kak Syam juga makan" ucap Kirana.


"Tidak sayang. Aku sudah makan tadi di luar" ucap Syam.


"Bohong banget. Kakak terlihat kurus sekali. seperti tidak pernah makan seminggu. Kirana sangat yakin bahwa kak Syam belum makan" ucap Kirana.

__ADS_1


"Tidak sayang. Kak Syam.... Krukk Kruukk" belum dia menyelesaikan ucapannya. Perutnya tiba-tiba berbunyi.


"Haha, tu kan. Apa yang Kirana bilang. Kak Syam belum makan. Ayo Kirana suapin" ucap Kirana kemudian mengambil alih sendok yang ada ditangan Syam.


"Aaaa..." ucap Kirana sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Syam. Syam terlihat pasrah saja sambil membuka mulutnya. Karena memang dia sangat lapar.


"Cup" kecupan singkat mendarat di bibir Syam sesaat setelah dia menutup mulutnya. Syam begitu terkejut, hingga membuat matanya melotot sempurna. Jantungnya seperti biasa, akan maraton tidak karuan.


"Kau sudah nakal ya sekarang" ucap Syam kemudian dengan cepat ******* bibir Kirana. Melampiaskan rindu yang terpendam selama mereka berpisah beberapa hari ini. Lama mereka pada posisi tersebut. Hingga mereka tersadar satu hal, dan dengan kompak mereka melihat ke arah pikiran mereka saat ini.


"Wkwk, tenang. Mama tidak melihat apapun. Kalian lanjutkan saja. Mama keluar dulu" ucap Sofi kemudian dengan setengah berlari keluar dari kamar rumah sakit tersebut.


Syam hanya terkekeh pelan kemudian menangkup wajah Kirana. Menariknya sehingga Kirana mendongak lagi dan jarak mereka hanya beberapa centi.


"Aku merindukanmu" ucap Syam dengan mata sayu yang terlihat begitu mendamba.


"Bolehkah kita melakukannya disini?" tanya Syam. Kirana pun langsung mengangguk malu.


"Aku kunci pintu dulu ya" ucap Syam kemudian meletakkan nampan makanan dan mengunci pintu ruangan itu. Setelah itu mereka melakukan aktivitas suami istri. Menyalurkan semua rindu yang telah ditahan lama.

__ADS_1


Lama mereka melakukan itu. Hingga mereka lupa bahwa mereka saat ini sedang dirumah sakit. Dengan beberapa orang yang saat ini tengah menunggu di luar.


"Mereka sedang apa di dalam" Tanya Surya yang terlihat sedikit kesal.


"Biasalah pak. Pengantin baru yang baru dipisahkan" ucap Sofi sambil tersenyum cengengesan membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam.


"Owhh. Tapi bagaimana bisa mereka melakukannya di rumah sakit" ucap Surya.


"Bapak seperti tidak pernah muda saja" ucap Sofi kemudian beranjak dari duduknya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Surya yang melihat Sofi yang berniat ingin pergi meninggalkannya.


"Menunggu mereka menyelesaikan itu akan lama pak. Saya mau mencari makan dulu. Bapak juga sebaiknya pulang saja. Sepertinya mereka akan butuh waktu seharian. Besok saja menjenguk Kirana" ucap Sofi kemudian berjalan pergi meninggalkan Surya.


Surya hanya menggeleng kemudian membenarkan perkataan Sofi. Dia langsung bangun dan menyusul Sofi yang terlihat sudah berlalu jauh.


"Dasar anak kurang ajar" ucap Surya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2