Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Calon istri


__ADS_3

"Bagaimana kabarmu?" Tanya Justine.


"Seperti yang kau lihat sendiri" ucap Gladis sambil terus mengamati mobil yang berlalu lalang di depannya.


"Hmm, apa kau tidak merindukanku?" satu pertanyaan yang langsung mengalihkan perhatian Gladis.


Gladis hanya diam saja sambil terus mengamati wajah Justine yang sedang fokus mengendarai mobilnya.


Dia mencoba mencari alasan pertanyaan Justine barusan. Namun dia tidak menemukannya. Yups, laki-laki yang sulit ditebak.


"Dis, jawab pertanyaanku" kata Justine.


"Hmm, Kau mau aku jawab jujur atau tidak?" kata Gladis yang membuat Justine langsung meminggirkan mobilnya dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Tentu saja jujur" ucapnya kemudian menatap wajah Gladis yang saat ini juga menatap kearahnya.


"Sepertinya kau sudah tahu sendiri jawabannya" kata Gladis kemudian mengalihkan pandangannya pada jalanan di depannya. Karena dia tidak sanggup jika terlalu lama memandang wajah Justine yang dia sendiri tidak tahu sejak kapan menjadi tampan.


Justine perlahan memegang pipi Gladis, kemudian mengarahkannya untuk menatapnya kembali.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, jika kau tidak mengatakannya sendiri" kata Justine dengan wajah yang terlihat frustasi.


"Katakan padaku, bagaimana perasaan mu padaku" tambahnya lagi sambil mengelus pipi Gladis dengan jarinya. Hal ini tentunya membuat jantung Gladis seperti mau meledak tidak karuan.


Lama Justine menunggu, namun Gladis tidak kunjung mengeluarkan sepatah katapun. Hingga tiba-tiba dia mendekatkan wajahnya. Menghapus setiap jarak yang membatasi mereka.


Yups, Ini ciuman ketiga mereka. Gladis hanya diam, namun beberapa lama mulai membalasnya.


"Drrrtttt Drrtttt" Tiba-tiba hp Justine berbunyi. Dia mencoba mengabaikannya sebisa mungkin. Namun sang penelpon tidak mau kalah. Hingga membuatnya mau tidak mau melepaskan Gladis.


"Sebentar ya" ucap Justine sambil menghapus sisa ciuman tadi di bibir Gladis.


Seperti anak penurut. Gladis hanya mengangguk mantap yang tentunya membuat Justine tersenyum gemas.


"Hey, mengganggu saja" kata Justine.


"Memang kak Justine sedang apa? tanya Kirana dari seberang telpon.


"Kencan bersama kakak iparmu" ucap Justine asal.

__ADS_1


"Hah? Serius? Mana-mana? coba kenalkan denganku. Aku ganti pakai VC ya?" kata Kirana antusias.


"Tidak, kau mengganggu saja. Nanti aku akan membawanya kesana" ucap Justine yang tentunya membuat Gladis semakin overthinking.


"Hmm, baiklah. Cepatlah kesini. Roti bananaku jangan lupa. Kak Gladis juga belum sampai-sampai. Aku telpon nomornya tidak aktif. Kakak hati-hatinya dan cepatlah. Keponakanmu sangat ingin makan roti itu nih" kata Kirana.


"Iya bawel" kata Justine kemudian sambungan telpon terputus.


"Bersiaplah, nanti aku akan memperkenalkan mu dengan keluargaku" kata Justine kemudian melajukan mobilnya.


"Untuk apa, bukannya mereka sudah mengetahuiku" ucap Gladis.


"Ini akan berbeda. Karena aku akan memperkenalkan mu sebagai calon istriku" ucap Justine yang tentunya membuat Gladis langsung syok dibuatnya.


"Hah? calon istri? kau tidak bercanda kan Tin. Kita pacaran saja tidak" ucap Gladis.


"Untuk apa pacaran. Membuang waktu ku saja. Aku ingin mengikatmu secepatnya. Aku benar-benar mencintaimu Dis. Dan aku tidak ingin kehilanganmu" kata Justine.


Gladis hanya diam. Dia menghembuskan nafasnya kasar. Dia bingung antara harus bahagia atau sedih. Tapi dia juga mencintai Justine. Tapi disisi lain, dia berpikir apakah papanya akan menerima Justine nantinya. Karena Justine adalah kakak dari Kirana istrinya Syam. Mereka mempunyai hubungan keluarga yang cukup dekat. Ditambah lagi, papanya kan sedang menjodohkannya dengan anak dari rekan bisnisnya.

__ADS_1


Dia harap semuanya akan berjalan dengan baik nantinya.


-Bersambung-


__ADS_2