Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Jangan seperti ini


__ADS_3

Kirana mengerjap matanya beberapa kali. Meregangkan tubuhnya yang terasa sangat pegal sehabis menghabiskan waktu panjangnya semalam.


Dia tersenyum saat melihat Syam yang masih tertidur sambil memegang perutnya.


Sepertinya dia memiliki hobi baru sekarang yaitu menikmati wajah tampan suaminya. Tanpa sadar di memegang pipi Syam, kemudian hidungnya, matanya, hingga ke bibirnya yang selalu membuatnya candu.


Tiba-tiba Syam terbangun kemudian menggigit tangan Kirana pelan.


"Apa kau sedang mengagumi wajah tampan suamimu ini?" Tanya Syam dengan wajah sayu sehabis tidur.


"Haha, kau sungguh ke PD an sekali. Ada iler di bibir mu tadi, aku hanya berusaha membersihkannya" ucap Kirana berkilah yang membuat Syam langsung memegang samping bibirnya dan mengusapnya beberapa kali.


"Haha. Mandi sana mas. Bukannya kau harus ke kantor hari ini" ucap Kirana. Namun bukannya menurut, Syam malah menarik Kirana kedalam pelukannya.


"Boleh tidak jika aku tidak ke kantor hari ini? aku ingin berduaan denganmu" ucap Syam.


"Hey, sejak kapan ngidamku berpindah padamu? lagipula jika kau tidak bekerja, bagaimana cara kita membeli popok anak kita nanti" ucap Kirana.


"Tenang saja, hartaku tidak akan habis tujuh turunan walaupun aku tidak bekerja" ucap Syam sambil terus mencium perut Kirana.

__ADS_1


"Sombong sekali suamiku ini" ucap Kirana sambil mencubit hidung Syam. Syam hanya diam saja sambil terus kemudian melanjutkan aktivitas tidurnya sambil memeluk istrinya.


Namun belum beberapa menit. Hp nya berbunyi sehingga mau tidak mau dia harus membuka matanya kembali.


"Hmm, baiklah" ucap Syam kemudian bangkit dari tidurnya.


"Kau mau keman?" tanya Kirana.


"Tentu saja bekerja sayang. Ada masalah yang harus aku selesaikan disini. Aku mandi dulu ya" ucap Syam kemudian mengecup bibir istrinya dan masuk ke kamar mandi.


"Kau tidak ingin mandi bersama?" Tanya Syam sesaat sebelum menutup pintu.


"Tidak, kau tahu kan ini sudah jam berapa?" ucap Kirana yang membuat Syam kecewa kemudian masuk ke kamar mandi.


"Iya sayang. Mandilah cepat" ucap Kirana, yang membuat Syam langsung tersenyum bahagia dan masuk kembali.


"Sepertinya ngidamku berpindah ke dia" ucap Kirana kemudian tertawa.


***

__ADS_1


Justine terlihat termenung di meja kerjanya. Dia sibuk memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalahnya sekarang.


Kemarin dia memang menyusul Gladis setelah kejadian yang menguras pikirannya itu. Gladis mendengarkan dengan baik, namun dia tidak bisa memaksa Gladis untuk berhenti menyalahkan dirinya sendiri.


Flashback


"Dis" ucap Justine sesaat setelah Gladis membuka pintu rumahnya.


"Tin, aku mohon pulanglah. Aku tidak ingin mengusirmu. Tapi aku malu bertemu denganmu" ucap Gladis dengan mata yang sudah terlihat membengkak.


"Dis, tolong beri aku kesempatan. Sungguh aku tidak pernah menyalahkan mu. Jadi tolong jangan seperti ini" ucap Justine dengan wajah yang sudah sangat frustasi.


"Maafkan aku Tin. Aku benar-benar tidak bisa. Lihatlah Mama mu. Dia begitu membenciku sekarang. Dan menurutku itu sanagat pantas untuk ku. Aku minta tolong ya tin. Tolong sampaikan permohonan maaf ku pada Tante Korina. Tolong maafkan Mama. Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi. Jaga dirimu Tin" ucap Gladis kemudian menutup dan mengunci pintunya rapat-rapat.


"Diss. Tolong Dis. Jangan seperti ini" teriak Justine sambil sesekali mengetuk pintu.


Air mata Gladis yang sudah tidak bisa ditahannya lagi, langsung keluar begitu saja membasahi matanya. Terus mengalir hingga Gladis sudah tidak mampu lagi menahan sesak dihatinya sehingga membuatnya menangis tersedu-sedu sekarang.


"Dis Tolong" pinta Justine sekali lagi. Namun karena tidak kunjung mendapat jawaban akhirnya dia pun memilih untuk pulang.

__ADS_1


Flashback off


-Bersambung


__ADS_2