Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
part 21


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" Tanya Syam.


"Nona tidak apa-apa tuan, tubuh nona yang sepertinya kelelahan, sehingga membuatnya pingsan, nona hanya butuh istirahat" ucap dokter.


"Syukurlah, terima kasih" ucap Syam. Dokter itu mengangguk sambil menahan senyum seperti tahu apa yang terjadi.


"Kenapa?" tanya Syam.


"Tidak ada apa-apa tuan. Sayaa permisi dulu" ucapnya kemudian berlalu pergi


Setelah hanya mereka berdua di ruangan tersebut. Syam langsung terduduk di sisi ranjang sambil mengamati wajah pucat Kirana yang tengah terlelap.


"Maafkan aku" ucap Syam


***


Disisi lain, Rian dan Alya sedang bertengkar hebat. Terdengar suara bantingan piring yang sangat keras memenuhi ruang makan.


"Cukup Rian, aku sudah cukup bersabar dengan sikap mu ini. Siapa lagi wanita yang kau tiduri malam ini huh?" Tanya Alya saat melihat ada bekas lipstik wanita di kemeja Rian.

__ADS_1


"Bukan urusanmu" ucap Rian dengan entengnya.


"Sampai kapan yan? Aku ini istrimu. Hargai aku sedikit saja" ucap Alya.


"Kau yang menginginkan pernikahan ini. Jadi ini yang kau mau. Kamu mau aku hargai seperti apa lagi?" Tanya Rian.


Alya terdiam sebentar. Selalu kalimat itu yang didengarnya. Ya. Dia sangat tahu bahwa pernikahan ini terjadi karena kesalahannya. Tapi dia sudah minta maaf beberapa kali. Walaupun dia tahu kesalahannya tidak bisa dimaafkan. Tapi apakah wajar jika laki-laki yang beristri tidur dengan wanita lain diluar sana.


"Oke. Aku minta maaf. Tapi aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan yan" tanya Alya dengan air mata yang sudah membengkak.


"Aku tidak mencintaimu. Dan tidak akan pernah mencintaimu. Kau bersihkan lah piring yang kau buang itu. Aku lelah dan tidak berniat berdebat denganmu" ucap Rian kemudian meninggalkan Alya begitu saja.


"Kehidupan keluarga seperti ini yang kau mau" ucap Rian kemudian menutup pintu dan mengunci nya dari dalam. membanting tubuhnya di kasur.


"Apa kabar Na. Aku sangat merindukanmu" ucap Rian.


***


Gladis termenung sendiri sambil menatap air mancur yang berjatuhan, menciptakan gemercik air yang begitu indah. Sangat indah, namun tidak seindah suasana hati wanita yang sedang melihatnya saat ini.

__ADS_1


Sesekali dia mengusap air mata yang menetes membasahi pipinya. Terlihat jelas bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.


"Ma, gladis kangen. Kenapa Mama pergi begitu cepat" ucap Gladis sambil menatap kosong ke arah air mancur di depannya.


Ini adalah tempat favorite gladis dan Mamanya. Ketika ada waktu luang, mereka akan kesini untuk sekedar piknik


Masih terlihat jelas bagaimana Gladis, papa Andre dan Mama Lora sedang bercanda ria sambil memakan bekal yang mereka bawa.


"Hmm, Aku kangen Mama. Kenapa Mama jahat sekali meninggalkan Gladis sendiri disini, sekarang papa sudah semakin sibuk bekerja dan jarang pulang Ma, Gladis benar-benar sendiri" ucap Gladis.


"Kau tidak sendiri" ucap seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Gladis.


"Diamlah, kau tidak tahu apa-apa" ucap Gladis tanpa berniat melihat siapa laki-laki yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Aku mungkin tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang. Karena aku memang sejak lahir hidup sendiri. Tapi percayalah kau tidak sendiri. Ada banyak yang mencintaimu. Dan aku yakin, Mama mu juga akan sangat sedih jika mendengar perkataan mu barusan" ucap laki-laki tersebut. Mendengar perkataan laki-laki tersebut, Gladis langsung menengok kebelakang.


"Kau" ucap Gladis. Dan laki-laki itu hanya membalas dengan senyuman


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2