
Kirana memegang kepalanya yang terasa sakit. Mungkin karena pengaruh obat bius tadi.
Dia menggeleng beberapa kali, berharap kepalanya membaik.
"Kau sudah bangun" Tanya seorang wanita paruh baya dengan nampan ditangannya.
Kirana yang merasa ada seseorang di dekatnya langsung terdiam, dan menatap bingung pada wanita tersebut.
"Maaf, Anda siapa? dan ini dimana?" Tanya Kirana. Wanita paruh baya itu tersenyum kemudian menaruh nampan ditangannya di meja. Mendekati Kirana yang terlihat takut.
"Jangan takut. Kamu aman disini" ucap Wanita itu.
"Ini dimana dan Anda siapa?" Pertanyaan yang sama keluar begitu saja dari mulut Kirana.
"Kamu tidak perlu tahu saya siapa nak dan ini rumahku. Kamu tadi hampir diculik. Tapi untunglah orang-orangku bergerak cepat. Dan membawamu kesini" ucap Wanita itu sambil tersenyum teduh menatap Kirana.
Hanya dia yang mampu mengartikan pandangan itu.
Beda halnya dengan Kirana yang malah terdiam dan mencoba mencerna perkataan wanita tersebut.
"Aku tidak mengerti maksud Anda. Walaupun saya tidak tahu apa yang terjadi, saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membantu saya. Tapi tolong antar saya pulang. Suami saya pasti sedang mencari saya nyonya" ucap Kirana.
Mendengar ucapan Kirana. ekspresi wanita itu langsung berubah. Ada perasaan marah dan kesal ketika mendengar ucapan Kirana.
"Tidak, Kau tidak boleh meninggalkan rumah ini. Sekarang makanlah" ucapnya kemudian berlalu pergi meninggalkan Kirana yang mematung.
"Sepertinya aku tidak asing dengan wajah itu" ucap Kirana.
Dan entah mengapa, saat melihat makanan dia langsung melupakan kenyataan dia sedang diculik saat ini.
Dia langsung mengambilnya dan melahapnya sampai habis.
"Aku lapar dan aku butuh kekuatan untuk berpikir dan kabur dari sini" ucap Kirana.
Disini lain, wanita paruh baya itu terlihat tersenyum saat melihat Kirana sedang makan dengan lapar di layar Hpnya.
Ya, dia memang menaruh CCTV disana. Untuk berjaga-jaga jika Kirana berniat kabur.
__ADS_1
Disisi lain, Jenny tengah memaki Ardy dengan beberapa anak buahnya.
"Bagaimana bisa kalian gagal menculik seorang wanita?" Teriak Jenny kesal.
"Jangan salahkan Kami. Kau bisanya menyuruh saja. Apa kau tidak lihat wajah kami bank belur seperti ini" ucap Ardy kesal.
Sebenarnya dia juga sedang marah dengan seseorang dibalik semua ini, sehingga membuat wajahnya babak belur.
"Kalian semua bodoh sekali, tidak becus, mengurus satu gadis saja tidak bisa" Ucap Jenny kemudian membanting gelas di depannya.
"Terserah kau berkata apa. Mulai sekarang aku tidak akan membantumu lagi" ucap Ardy kemudian berlalu pergi.
"Hey mau kemana kau. Setelah kau menghabiskan uangku sekarang kau pergi begitu saja. B*****" ucap Jenny namun tidak di indahkan Ardi. Dia pergi dengan anak buahnya dan membanting pintu dengan kasar.
"Wanita gila" ucapnya.
Flashback On
"Bawa dia masuk" ucap Ardy pada kedua anak buahnya.
Kirana yang pingsan langsung dimasukkan jok belakang dengan posisi tangan terikat dengan lakban di mulutnya.
"Bagaimana?" Tanya Jenny dari seberang telpon.
"Aman" kata Ardy.
"Buang dia jauh-jauh dari kota ini. Bila perlu bunuh dia" kata Jenny dengan wajah berbinar karena misi nya tercapai.
"Tenang saja. Untuk dia biar aku yang atur" ucap Ardy kemudian mematikan telponnya.
Sebenarnya dia sungguh malas berurusan dengan Jenny. Namun dia pernah berjanji untuk membantunya. Dan dia adalah tipe orang yang tidak akan melanggar janjinya sendiri. Apalagi Jenny sudah memberikan banyak uang padanya.
Mobil mereka terus bergerak, bahkan sudah mengarah ke luar kota. Namun, saat melewati jalan yang sepi tiba-tiba mobil mereka dihadang oleh beberapa mobil sedan hitam.
"Ada apa ini bos" ucap salah satu anak buahnya.
"Turunlah, Kau cek sendiri" ucap Ardy.
__ADS_1
Salah satu dari mereka pun langsung keluar. Namun tiba-tiba dari mobil itu muncul beberapa orang bertubuh kekar hingga membuat nyalinya langsung ciut dan masuk kembali ke mobil.
"Hey, kenapa kau masuk kembali" Kata Ardi.
"Takut bos" ucap Anak buah itu sambil berjongkok.
"Badanmu saja gede. Tapi nyalimu tidak da" Ucap Ardy.
"Ya sudah, bos saja yang keluar" ucap Anak buahnya lagi.
"Sialan kalian" ucap Ardy yang juga mulai ketakutan karena laki-laki bertubuh kekar itu terus mendekat. Bahkan saat ini sedang menggedor kaca mobil mereka.
"Keluar atau ku habisi kalian semua" ucap salah satu dari mereka.
"Bau apa ini" ucap Ardy.
"Maaf bos" ucap anak buahnya tadi.
"Kau mengompol?" Tanya Ardi yang langsung dibalas anggukan oleh anak buahnya.
"Astaga, aku menyesal membayar kalian semua" ucap Ardy kemudian keluar dari mobilnya
"Apa mau kalian?" ucap Ardy dengan nada menantang.
"Cepat serahkan gadis yang kalian culik" ucap salah satu dari mereka.
"Tidak akan. Beritahu aku dulu kalian siapa?" Tanya Ardy.
"Wah, cari mati dia bos. habisi saja" ucap salah satu dari mereka. Dan benar saja, tinjuan keras mendarat di perut dan wajah Ardy hingga membuatnya tumbang saat ini.
Melihat bosnya di pukul habis-habisan anak buah nya langsung keluar membantu. Namun hal sama terjadi pada mereka. Hingga tersisa anak buahnya yang mengompol tadi.
Dia langsung bersimpuh dan memohon belas kasihan. Namun naas hal yang sama juga terjadi padanya.
"Haha, liat bokongnya basah. Badan saja kekar" ucap bos mereka kemudian mencari Kirana dan membantunya keluar dari mobil tersebut.
"Mama pasti senang aku membawa siapa" ucapnya kemudian meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Flashback Off
-Bersambung-