Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Part 8


__ADS_3

"Bagaimana?" Tanya Syam pada Leon.


"Ini tuan" ucap Leon sambil memberikan rekaman cctv Terakhir yang memperlihatkan Kirana dibawa oleh dua orang berbadan kekar dengan Ardy di kemudi.


"Sial, sepertinya dia bosan hidup. Cepat lacak keberadaan mereka" ucap Syam dengan rahang yang mengeras.


"Sudah tuan. Mereka saat ini sedang menuju kesini" ucap Leon.


"Lalu bagaimana dengan istriku?" Tanya Syam dengan wajah penuh harap istrinya baik-baik saja.


"Kami tidak menemukan Nona. Dia tidak bersama mereka tuan" ucap Leon.


"Sial, lalu istriku kemana? aku tidak mau tahu, cepat bawa mereka kesini" ucap Syam sambil mengacak rambutnya frustasi.


"Baik tuan" ucap Leon. Dia pun juga khawatir dengan keadaan nonanya. Karena sampai sekarang pun, dia tidak menemukan jejak apapun. Entah mengapa feeling nya mengatakan, Kirana sedang diculik oleh orang yang sangat berpengaruh di negeri ini. Karena bahkan rekaman posisi terakhir Ardy dan anak buahnya tiba-tiba menghilang.


***

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu?" ucap wanita paruh baya itu. Kemudian duduk di sisi ranjang sambil tersenyum pada Kirana.


"Aku baik-baik saja, aku hanya ingin pulang" ucap Kirana.


"Memang Kamu tidak mau diam disini bersamaku?" Tanya wanita itu.


"Aku saja tidak mengenalmu, bagaimana bisa aku ingin tinggal disini. Lagipula suamiku pasti sedang mencari ku" ucap Kirana.


"Cih, Kamu lebih memilih suamimu yang tidak berguna itu. Menjagamu saja dia tidak bisa. Baiklah, kalau aku memberitahukan siapa diriku. Apa kau mau tinggal disini?" ucapnya.


"Maaf nyonya, aku tidak akan tinggal disini. Suamiku pasti sedang mencari ku" ucap Kirana.


"Panggil aku Mama Korina? Kamu harus tinggal disini seminggu. Aku ingin memberikan pelajaran pada suamimu itu karena tidak bisa menjagamu. Bagaimana bisa dia membiarkanmu diculik seperti itu" ucap Korina.


"Maksud Anda? Kenapa aku harus memanggil Anda Mama Korina" Tanya Kirana.


"Karena aku Mamamu, Mama yang melahirkanmu" batin Korina. Dia tidak bisa mengatakan jati dirinya pada Kirana sekarang. Karena dia sangat yakin Kirana pasti akan menjauhinya bahkan membencinya.

__ADS_1


"Panggil saja seperti itu, jika Kau ingin aku antar ke suamimu" ucap Korina kemudian berlalu pergi meninggalkan kamar itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Wanita tua yang aneh" ucap Kirana kemudian memandang ke arah jendela luar.


Berbeda hal nya dengan Korina yang saat ini sedang berusaha menghapus air matanya yang terus mengalir dari matanya. Bagaimana tidak, sejak tadi dia tahan untuk tidak memeluk anaknya yang sudah hampir 18 tahun tidak iya lihat. Dan saat di depannya dia harus berpura-pura jadi orang asing.


"Ma, mama kenapa?" Tanya laki-laki tampan yang terlihat baru pulang dari kantor.


"Mama tidak apa-apa sayang. Mama hanya sedih saja karena Mama tidak bisa memeluk anak Mama" ucap Korina.


"Kenapa Mama tidak jujur saja padanya. Justine yakin dia pasti akan mengerti. Lagipula ini sepenuhnya bukan salah Mama" ucap Justine sambil memeluk Korina.


"Mama takut, dia akan membenci Mama" ucap Korina. Justine menghela nafasnya berat. Dia sangat tahu bagaimana perasaan Mamanya. Tapi mau bagaimana lagi, dia menghargai keputusan Mamanya. walaupun dalam lubuk hatinya, dia juga sebenarnya ingin memeluk adik kandungnya itu.


"Pelan-pelan ya Ma. Justine yakin Korina tidak mungkin akan membenci Mama" ucap Justine.


"Semoga saja sayang" ucap Korina.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2