Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Di rumah Gladis


__ADS_3

"Kak Gladis"ucap Kirana tiba-tiba yang membuat Gladis langsung diam dan menghentikan kegiatannya saat ini.


"Iya Na" ucap Gladis.


"Kak Justine mau kesini kak, apa boleh" tanya Kirana yang membuat Gladis batuk seketika.


"Minum kak" ucap Kirana sambil menyodorkan air minum pada Gladis.


"Makasi" ucap Gladis kemudian meneguk air minum itu sampai habis. Entah itu karena untuk menghilangkan batuknya, atau untuk menetralkan jantungnya yang berdegup tidak karuan saat ini. Karena membayangkan Justine akan datang ke rumahnya.


"Boleh kan kak?" Tanya Kirana sekali lagi.


Gladis hanya membalas dengan anggukan yang tentunya membuat Kirana langsung bersorak gembira. Sungguh aneh memang. Kirana pun langsung mengetik nomor seseorang disana. Kemudian menelponnya.


"Hallo kak, kakak dimna?" tanya Kirana.


"Oke, ditunggu ya" ucap Kirana kemudian panggilan terputus.


Syam yang saat ini tengah duduk di samping Kirana. Hanya bisa memperhatikan tingkah aneh istrinya.


"Kau menelpon siapa?" Tanya Syam karena melihat Kirana yang terus senyum-senyum tidak karuan sehabis menelpon orang tadi.


"Tentu saja kak Justine" ucap Kirana cepat.


"Kau yakin?" Tanya Syam lagi. Terlihat jelas kecemburuan di wajahnya.


"Tentu saja sayang, ini kau bisa cek sendiri" ucap Kirana sambil menyodorkan hpnya.


"Hmmm, tapi aku tidak suka kau tersenyum seperti itu karena laki-laki lain" ucap Syam.


"Astaga, dia kak Justine. Kakak kandungku kak. Tidak mungkin kan kau cemburu padanya" ucap Kirana sambil memicingkan matanya.


"Hmmm, tapi dia tetap pria. Aku tidak menyukainya" ucap Syam.


"Sifat posesif nya kambuh lagi" batin Kirana.


"Iya sayang, nggak akan lagi. Sekarang ayo kita makan" ucap Kirana sambil mengelus pipi Syam lembut.

__ADS_1


Syam tersenyum, kemudian mengecup bibir Kirana singkat.


"I love U" ucap Syam.


"Astaga mas, ada kak Gladis" ucap Kirana.


"Sudah lah Na. Aku sudah biasa melihat nya. Kalian lanjutkan lah dulu. Aku ke atas sebentar ya" ucap Gladis kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Tu kan. Ini gara-gara Kak Syam sih" ucap Kirana.


"Lah kok jadi aku yang salah. Ya sudah, biarkan saja dia pergi. Palingan dia sedang berdandan, karena dambaan hatinya akan datang" ucap Syam asal. Namun berhasil membuat Kirana tersenyum bahagia.


"Semoga rencana ini berhasil" batin Kirana.


Beberapa jam kemudian, Gladis terlihat turun dengan tampilan yang berbeda. Terlihat jelas polesan lipstik merah muda di bibirnya.


Kirana hanya tersenyum saat menyadari bahwa ucapan suaminya benar.


"Tu kan, apa yang aku bilang" bisik Syam pada Kirana.


"Udah mas" ucap Kirana sambil menyenggol perut Syam.


"Sakit mas?" tanya Kirana yang terlihat khawatir sambil memegang perut Syam.


"Iyaaa" ucap Syam sambil membuat-buat ekspresi kesakitan, dia berniat menggoda Kirana.


"Kau membohongiku?" ucap Kirana saat melihat ekspresi suaminya.


"Tidak sayang. Ini benar-benar sakit" ucap Syam. Kirana melihat lagi ekspresi suaminya. Namun selanjutnya dia mencubit perut Syam kembali.


"Udahlah" ucap Kirana yang membuat Syam langsung tersenyum dan memeluk Kirana.


"Bercanda sayangku" ucap Syam sambil mencium leher Kirana beberapa kali.


"Mas, udah. Geli" ucap Kirana. Namun Syam malah menjadi.


"Hmmm, ini masih dirumahku ya" ucap Gladis yang membuat aktifitas keduanya terhenti.

__ADS_1


"Hehe maaf kak, Ngomong-ngomong Kak Gladis cantik" ucap Kirana yang membuat Gladis tersipu malu.


"Idih idih. Jangan di puji Na. Lihat tuh kepalanya sudah besar banget" ucap Syam.


"Apa sih. Biasa saja. Oya Na, aku keluar sebentar ya. Aku ada urusan mendadak sebentar dirumah sakit. Apa tidak apa aku tinggal sebentar" ucap Gladis dengan wajah penuh rasa bersalah. Karena memang tadi temannya menelpon bahwa terjadi masalah dirumah sakit.


-Flashback on-


"Bagaimana ini? aku harus bagaimana jika dia datang nanti" ucap Gladis yang saat ini tengah bolak balik di kamarnya tidak menentu.


"Astaga" ucapnya saat melihat pantulan dirinya di cermin. Rambutnya terihat begitu acak-acakan. Dan lihat bibirnya yang begitu pucat dengan kantung mata yang sudah tidak bisa dijelaskan lagi.


Dia pun langsung mengganti baju nya, menyisir rambutnya, memoleskan beberapa bedak diwajahnya dan lipstik tipis di bibirnya.


"Sempurna" ucapnya.


Namun tiba-tiba diaa teringat satu hal.


"Astaga, untuk apa aku dandan seperti ini. Aku harus menghapusnya" ucap Gladis.


Saat ingin mengambil tisyu. Tiba-tiba hp nya berbunyi.


"Hallo" ucap Gladis sesaat setelah menekan tombol hijau.


"Baiklah, aku akan segera kesana" ucap Gladis.


-Flashback off-


"Lah, terus bagaimana dengan kak Justine yang mau kesini kak?" Tanya Kirana.


"Sebentar saja Na. Ini penting sekali. Kalian anggap rumah sendiri saja ya. soalnya ini masalah hidup dan mati seorang pasien" ucap Gladis.


"Baiklah, sebentar ya kak" ucap Kirana yang langsung dibalas anggukan dan senyuman oleh Gladis.


Belum beberapa langkah dia berjalan. Terdengar langkah kaki memasuki rumahnya.


Terlihat laki-laki yang sangat dia kenal sedang berjalan bergandengan bersama wanita yang juga sangat dia kenali.

__ADS_1


"Kalian" ucap Gladis dengan tubuh membeku.


-Bersambung-.


__ADS_2