
Sesampainya di lokasi yang dimaksud. Justine langsung keluar untuk membeli kue pisang yang dimaksud.
"Antrian yang cukup panjang" ucapnya saat melihat beberapa orang yang tengah mengantri.
"Apa aku harus menggunakan kekuasaanku untuk ini ya" pikir Justine.
"Hmmmm, sepertinya bukan ide yang buruk" ucapnya lagi kemudian mengambil Hpnya hendak menelpon seseorang. Namun tangan nya tiba-tiba terhenti ketika melihat seorang wanita yang sangat dirindukannya tiba-tiba muncul dan mengambil antrian disana.
"Sepertinya aku harus mengantri" ucapnya kemudian turun dari mobil dan masuk ke toko dan mulai mengambil antrian tepat di belakang Gladis.
Justine yang baru pertama kali menginjakkan kaki ditoko tersebut tentunya langsung menjadi pusat perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, karena style nya denga jas, kemeja, ditambah kaca mata hitam. Apalagi dengan wajah blasteran yang dia dapatkan dari ayahnya. Tentu membuatnya begitu tampan dan telihat menjadi pujaan banyak wanita.
Merasakan gerak gerik aneh oranag-orang disekitarnya. Tentu membuat Gladis mau tidak mau melirik ke belakang.
"Astaga" ucap Gladis karena begitu terkejut melihat laki-laki di belakangnya. Hingga membuatnya hampir terjatuh. Beruntung Justine langsung menariknya sehingga dia tidak jadi terjatuh.
Hal ini tentunya membuat perhatian banyak orang semakin teralihkan pada mereka berdua. Ada yang bersiul, ada juga yang mengatakan hal-hal buruk pada Gladis karena merasa iri tidak bisa sedekat itu dengan Justine.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu?" ucap Justine tanpa melepaskan pelukannya pada Gladis.
"A-aku baik, tolong lepaskan aku" ucap Gladis gugup. Entah mengapa jantungnya tidak bisa dikendalikan sekarang.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" Tanya Justine dengan bibir yang sudah melekungkan senyuman mautnya.
"Tin, aku mohon. Orang-orang sedang melihat kita" mohon Gladis.
"Biarkan saja. Aku tidak perduli" ucap Justine kembali.
"Tin" ucap Gladis memohon.
"Ta-tapi..." ucap Gladis terpotong karena Justine langsung menaruh jari telunjuknya di bibir Gladis.
"Sttt. Aku tidak menerima penolakannya" ucapnya kemudian melepaskan Gladis.
Merekapun kembali mengantri dengan normal.
__ADS_1
Namun tidak semuanya normal. Karena beberapa orang di toko tersebut langsung membicarakan Gladis. Dan pastinya isi pembicaraan mereka tidak ada yang baik.
Hal ini tentunya membuat Justine naik darah. Hingga mau tidak mau, dia menggunakan kekuasaannya. Dia melepaskan kaca matanya. Yang tentunya membuat semua orang disana terkejut bukan main.
Karena di depannya sekarang adalah Justine. Pemilik salah satu perusahaan terbesar di kota tersebut.
"Aku ingin memborong semua kue Anda Tuan. Apakah antrian ini bisa diselesaikan sekarang" ucap Justine yang tentunya membuat semua orang Disana kecewa.
"Tenang saja. Aku hanya perlu mengambil dua kue saja. Sisanya kalian bisa ambil secara gratis. Ucap Justine kemudian memberikan sebuah cek pada pemilik toko tersebut dan mengambil kuenya. Kemudian berlalu pergi meninggalkan toko yang menurutnya sangat menyebalkan itu.
"Hey, kau mau bawa aku kemana? aku membawa mobil sendiri" ucap Gladis.
"Tinggalka saja mobilmu. Nanti aku akan minta orang ku untuk membawanya ke rumah Syam. Karena aku yakin, kau pasti akan kesana sekarang kan untuk membawa kue ini" ucap Justine kemudian membukakan pintu untuk Gladis
"Bagaimana bisa kau tahu?" Tanya Gladis dengan polosnya.
Namun belum dijawab. Justine langsung menutup pintu mobil. Dia pun mengambil tempat di kursi kemudi.
__ADS_1
"Aku sudah tahu sifat adikku seperti apa. Dia tidak mungkin memesan hanya satu kue. Jadi feeling ku pasti benar" ucap Justine kemudian mulai melajukan mobilnya.
-Bersambung-