Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Kelahiran


__ADS_3

"Al" teriak Gladis tidak percaya. Aldo hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Gladis.


"Aku pergi dulu ya Dis" ucap Rani yang langsung dibalas anggukan oleh Gladis.


"Heh Al, kenapa kau sombong sekali tidak menyapaku" ucap Gladis lagi.


"Haha, nanti kita bicarakan ini. Kau selesaikan saja masalahmu dengan pacarmu itu" ucap Aldo kemudian masuk ke mobilnya setelah Rani masuk.


"Ish dasar" ucap Gladis.


"Dis" ucap Justine sambil memegang pipi Gladis lembut. Menghapus sisa air mata yang masih ada di pipinya.


"Tin" ucap Gladis dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa begitu terharu dengan perlakuan Justine padanya.


"Please jangan menangis lagi Dis, aku sungguh tidak sanggup melihat mu menangis seperti ini" ucap Justine.


Gladis mengangguk kemudian mengatakan "Iya Tin, Maafkan aku. Ku hanya begitu bahagia" ucap Gladis.


"Aku juga bahagia, kita sama-sama berjuang ya untuk cinta kita" ucap Justine yang langsung dibalas anggukan oleh Gladis. Justine mencium kening Gladis lembut kemudian memeluknya erat.


***


Sudah genap 9 bulan kehamilan Kirana. Semua susah dan senang selama proses kehamilannya berhasil dijalaninya.

__ADS_1


Begitu pula dengan Syam yang begitu sangat sabar menghadapi Kirana selama masa kehamilannya. Hari melahirkan semakin dekat.


Perut Kirana sudah mulai sering berkontraksi yang menandakan waktu melahirkan akan semakin dekat.


"Maaaa" rintih Kirana dari dalam kamarnya. Perutnya begitu sakit. Bahkan terlihat cairan keluar dari selangkangannya.


Saat itu Syam sedang di kantor. Sedangkan yang menjaga dirumah hanya ada mam Sofi.


"Maa" teriaknya kembali. Rasanya perutnya sudah tidak tertahankan lagi.


"Astaga sayang" teriak Sofi saat melihat Kirana yang duduk di lantai sambil memegang perutnya. Dia langsung berlari mendekati anaknya dan menelpon Syam.


"Tahan ya sayang" ucap Sofi sambil terus mencoba menelpon orang-orang yang dikenalnya. Karena Syam tidak mengangkat telponnya.


"Assalammualaikum" ucap seseorang dari luar. Dengan cepat Sofi berlari dan meminta bantuan orang tersebut yang tidak lain adalah Justine dan Mama Korina.


Sesampainya dirumah sakit. Kirana langsung dibawa menuju ke tempat persalinan.


Semuanya terlihat begitu cemas. Di dalam sana Kirana sedang ditemani oleh Korina. Syam sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.


Justine terihat bolak balik beberapa kali di depan ruang persalinan.


"Tin, duduk dulu yuk. Aku pusing melihatmu bolak balik seperti itu" ucap Gladis. Justine setuju kemudian duduk di samping Gladis. Gladis mencoba menguatkan Justine beberapa kali, dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Ma, Kirana tidak kuat" ucap Kirana sambil terus meremas tangan mamanya.


"Kau pasti bisa sayang. Ayo terus didorong sayang" ucap Mama Korina.


"Ma, Kak Syam Mana?" Tanya Kirana.


"Dia masih dalam perjalanan kesini" ucap Korina.


"Huuuuhhhhhhh" ucap Kirana. Dia terus mengenjen.


"Terus Nyonya" ucap bidan tersebut.


Akhirnya Syam muncul. Dia terlihat begitu kelelahan. Seperti habis lari marathon. Dia pun langsung masuk menuju ke ruang persalinan.


Saat melihat Kirana yang terbaring begitu lemah disana. Syam langsung berlari mendekatinya. Kemudian menguatkannya sebisa mungkin.


"Kak, aku rasanya tidak sanggup lagi" ucap Kira disela-sela tarikan dan dorongan nafasnya.


"Tidak sayang, kamu pasti bisa" ucap Syam sambil terus menggenggam erat tangan Kirana. Mencium kening istrinya beberapa kali, berharap bisa memberikan kekuatan pada istrinya.


Mendapat dukungan dari istrinya, tentu saja Kirana langsung bersemangat. Dia terus mencoba, hingga suara tangisan bayi membuatnya begitu lega.


"Huh, syukurlah" ucap Kirana.

__ADS_1


"Terima kasih sayang" ucap Syam dengan mata berkaca-kaca. Setelah itu Kirana tidak sadarkan diri. Yang membuat semua orang disana begitu panik, tidak terkecuali Syam.


-Bersambung-


__ADS_2