Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Jomblo akut


__ADS_3

Sesampainya dirumah Gladis, mereka langsung disambut oleh beberapa satpam yang sedang berjaga di depan rumah.


"Tuan mencari siapa?" Tanya salah satu dari pengawal tersebut.


Namun Syam hanya diam yang membuat Kirana langsung mengambil alih.


"Kak Gladisnya ada pak?" Tanya Kirana dengan sangat ramah.


"Ada nona, silahkan masuk" ucap satpam tersebut sambil membalas senyum Kirana dengan sangat ramah juga


"CK" ucap Syam kemudian menutup kaca mobil dan melajukan mobilnya masuk ke pekarangan rumah.


"Kamu kenapa mas?" Tanya Kirana karena melihat perubahan sikap Syam.


"Aku tidak suka kau senyum-senyum seperti itu pada laki-laki lain" ucap Syam.


"Ya ampun mas, kamu cemburu pada bapak-bapak?" Tanya Kirana yang tidak habis pikir dengan sikap suaminya itu.


"Terserah siapapun itu, aku tidak suka kau senyum-senyum di depan laki-laki lain" ucap Syam dengan penuh penekanan.


"Hmm, baiklah. Aku tidak akan melakukannya lagi. Sekarang kita turun ya sayang" ucap Kirana sambil menunjukkan senyum semanis mungkin.


"Sebentar" ucap Syam kemudian menarik tengkuk Kirana dan mencium bibir Kirana. Cukup lama mereka melakukannya hingga mereka tersadar karena satu suara.

__ADS_1


"Tok tok" sudara gedoran kaca mobil menghentikan aktivitas mereka.


"Siapa sih" ucap Syam kesal sambil memandang ke arah orang yang sedang berdiri di samping mobilnya sekarang. Siapa kalau bukan Gladis. Beruntung kaca mobil mereka tidak tembus pandaang, jadi segala aktivitas mereka tidak bisa terlihat dari luar.


"Dasar pengganggu" ucap Syam pelan yang tentu di dengar oleh Kirana.


"Kak Gladis" teriak Kirana kemudian memeluk Gladis sesaat setelah dia membuka pintu.


"Na, apa kabar?" Tanya Gladis kemudian membalas pelukan Kirana.


"Baik kak, kak Gladis kenapa menghilang. Kok nggak pernah main ke rumah lagi? Kak Gladis marah sama Kirana?" Tanya Kirana sambil mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.


"Hehe, tentu tidak Na. Kak Gladis sedang banyak pasien di rumah sakit. Jadi sering pulang terlambat, setelah pulang pasti langsung istirahat. Ya sudah ayo masuk Na" ucap Gladis berkilah. Walaupun sebenarnya dia sedang menjauhi keluarga Justine.


"Dasar wanita jomblo tidak peka" ucap nya sambil melihat ke arah Gladis.


"Astaga suamiku" ucap Kirana saat mengingat Syam yang masih di mobil. Dia berbalik kemudian mendapati Syam di belakangnya sambil membawa beberapa kue dengan wajah cemberut.


"Apa? kau sekarang sudah mengingat suamimu ini?" ucap Syam sambil memandang Kirana kesal. Bukannya takut, Kirana malah nyengir sambil memperlihatkan gigi-giginya yang sangat rapi. Dia terlihat sangat imut tentunya.


"Maaf mas" ucap Kirana kemudian menggandeng tangan suaminya dengan mesra.


"Hmm,.cium dulu" ucap Syam sambil menyodorkan kepalanya.

__ADS_1


"Malu mas, ada kak Gladis" ucap Kirana.


"Udah anggap dia tidak ada saja. Jomblo memang harus melihat hal-hal seperti ini agar dia tertarik untuk mencari jodoh" ucap Syam yang langsung mendapat pukulan dari Gladis.


"Brukk" rantang yang dibawa Gladis berhasil mendarat di kepala Syam.


"Apa kau bilang tadi?" Tanya Gladis sambil melotot pada Syam.


"Kau jomblo akut, perlu asupan seperti ini, agar tidak jomblo lagi" ucap Syam kemudian mencium bibir Kirana sekilas.


"Kak Syam" teriak Kirana.


"Apa sayang?" ucap Syam sambil mengedipkan matanya menggoda Kirana. Sekarang malah giliran Kirana yang memukul Syam beberapa kali dengan tangannya yang kekuatannya tentu saja tidak seberapa.


"Malu kak" ucap Kirana. Syam pun langsung memeluk Kirana dan malah mengecup keningnya beberapa kali.


"Jangan malu, bukannya kita sudah sah sejak lama. Lagipula Gladis juga keluarga kita. Jadi tidak apa-apa, ya kan?" Ucap Syam sambil memberikan kode pada Gladis.


Gladis sangat mengerti jika bawaan bayi membuat Kirana menjadi sangat manja, dan bertingkah seperti ini. Jadi dia langsung mengiyakan Syam sambil tersenyum kearah Kirana.


"Ayo kita makan dulu" ucap Gladis yang langsung membuat wajah Kirana berbinar dan melupakan semuanya seketika.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2