Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
Perkelahian yang tak Terelakkan


__ADS_3

Syam terlihat sibuk dengan berkas di tangannya. Membolak baliknya beberapa kali tanpa henti.


Sedangkan Kirana terlihat duduk di kursi sambil memakan kue pisang kesukaannya. Sambil mengamati Syam yang terlihat sangat serius bekerja.


Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangannya.


"Kak Syam" teriak Alya yang tentu saja membuat perhatian semua orang berpindah ke Alya. Alya datang bersama dengan Rian di sampingnya.


Mata Rian dan Kirana bertemu. Mereka saling menatap dalam diam beberapa lama.


"Na" ucap Rian pelan. Ada suatu perasaan sedih bercampur rindu yang tersimpan dari tatapan Rian. Namun Kirana hanya diam kemudian beralih menatap suaminya.


Syam yang melihat itu, langsung beralih dari mejanya dan duduk di samping Kirana. Memeluk pinggang istrinya erat.


"Duduklah" ucap Syam pada Alya yang masih terpaku atas apa yang terjadi pada suaminya dan mantan pacarnya tadi. Entah mengapa dia tidak mempermasalahkannya sama sekali.


"Ada apa kalian kemari?" Tanya Syam langsung.


"Aku merindukan kak Syam" ucap Alya kemudian berpindah duduk di samping KK nya sambil bergelayut manja dilengannya.

__ADS_1


"Langsung saja. Kau mau apa Al?" tanya Syam dengan wajah kesal karena melihat Rian yang terus-terusan menatap istrinya.


Alya yang menyadari kesalahannya langsung berpindah ke samping suaminya.


"Yan, jelaskan" ucap Alya.


"Kau saja, bukannya kau yang mengajakku kemari" ucap Rian dengan wajah dinginnya.


Kirana cukup terkejut dengan sikap Rian yang menurutnya berubah 180°. Rian yang dulu lembut dan sangat ramah menurutnya, sekarang terlihat sangat dingin dalam memperlakukan seorang wanita. Apalagi notabenenya Alya adalah istrinya. Tapi dia memilih untuk acuh tak acuh.


"Hmm, baiklah. Kak Syam apakah aku boleh bekerja disini kak?" Tanya Alya dengan wajah sendunya. Terlihat jelas raut putus asa diwajahnya.


"Auuu, Iya-iya. Maaf sayangku" ucap Syam kemudian mencium pipi Kirana.


"Seandainya Rian bersikap seperti itu padaku" batin Alya.


"Bukan begitu. Tapi Alya pengen banget bekerja Kak. Alya bosan sekali dirumah sendiri. Mas Rian sibuk bekerja. Jadi Alya ingin mencari kesibukan sendiri dengan bekerja" ucap Alya berkilah. Karena memang Rian tidak pernah memberikannya uang sedikitpun. Sejauh ini dia hanya menggunakan uang hasil tabungannya sendiri.


"Apa kau sudah meminta persetujuan pada suamimu ini?" Tanya Syam sambil menatap Rian kesal. Bagaimana tidak kesal. Rian terus-terusan menatap Kirana tanpa berkedip.

__ADS_1


"Aku mengizinkannya" ucap Rian singkat.


"Baiklah, kau boleh bekerja disini. Nanti aku akan beri tahu untuk kelanjutannyam Sekarang kau pulanglah. Bawa suamimu yang tidak tahu malu ini" ucap Syam yang membuat perhatian Rian langsung beralih kearahnya.


"Apa maksudmu?" tanya Rian yang terlihat tersinggung.


"Sepertinya kau cukup untuk mencerna setiap ucapanku" ucap Syam. Kirana yang mengerti situasi saat itu langsung menggenggam tangan suaminya. Berharap emosi suaminya bisa sedikit reda.


"Apa maksudmu tuan. Aku sungguh tidak mengerti" ucap Rian.


"Aku pikir kau cukup pintar. Tapi ternyata aku salah. Kau dari tadi melihat istriku dengan tatapan yang tidak seharusnya. Sedangkan disampingmu sekarang ada istrimu. Apa kau tidak malu?" ucap Syam dengan nada menyindir tentunya.


"Aku hanya sedang menggunakan mataku dengan baik dan benar. Apa ada yang salah?" ucap Rian yang tentu saja membuat Kirana semakin Syok dibuatnya.


"Brukkk" satu tinjuan berhasil mendarat di wajah Rian.


"Kak Syaammm!" teriak Alya. Sedangkan Kirana hanya bisa terdiam melihat suaminya memukul wajah mantan pacarnya.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2