Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif 2
part 22


__ADS_3

Korina terlihat ragu-ragu saat membuka pintu ruangan dimana Kirana dirawat. Sebenarnya kemarin dia ingin datang berkunjung, namun dia masih takut jika Kirana akan mengusirnya seperti sebelumnya. Cukup lama dia mencari kekuatan sehingga bisa sampai di rumah sakit sekarang.


"Aku tidak perduli jika anakku mengusirku lagi. Aku hanya perlu melihatnya saja. Aku sangat merindukannya" ucap Korina sambil mengusap matanya yang sedikit basah.


"Permisi, nyonya" ucap Sofi yang saat itu baru datang dengan nampan ditangannya.


Korina langsung memegang dadanya karena kaget.


"Astaga maafkan saya nyonya, jika mengagetkan Anda" ucap Sofi sambil tersenyum ramah.


"Iya, tidak apa-apa" ucap Korina. Sofi hanya membalas dengan senyuman kemudian berniat masuk ke dalam. Namun tangannya langsung terhenti saat menyadari bahwa wajah wanita paruh baya ini sangat mirip dengan Kirana.


"Mo-mohon maaf nyonya, apakah Anda ingin masuk ke dalam?" Tanya Sofi.


Korina langsung mengangguk mantap dan tersenyum.


"Silahkan" ucap Sofi kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan Korina masuk terlebih dahulu.


"Terima kasih" ucap Korina.

__ADS_1


Sebenarnya ada perasaan sedih dan tidak rela di hati Sofi saat melihat Ibu kandung Kirana datang melihat anaknya. Namun dia cukup tahu diri bahwa dia tidak pantas untuk memisahkan anak dan ibu kandungnya.


Apalagi jika mengingat Ibu kandung Kirana dari keluarga terpandang. Dia merasa semakin tidak pantas. Dia harap kirana akan lebih bahagia jika bersama ibu kandungnya nanti.


''Ma" sapa Syam saat melihat Korina masuk ke kamar itu.


"Iya, bagaimana keadaannya?" Tanya Korina sambil memandang wajah Kirana yang tengah terlelap.


"Kata dokter dia hanya perlu istirahat Ma" ucap Syam. Mama Korina hanya mengangguk kemudian duduk di sisi ranjang Kirana sambil mengelus tangannya.


"Mama hanya berani melakukan ini saat kamu tertidur sayang. Mama harap kamu segera sembuh. Mama sangat merindukan mulutmu yang cerewet itu saat berdebat dengan Mama. Tidak apa-apa kamu membenci mama sayang. Asalkan kamu cepat sembuh ya" ucap Mama Korina kemudian mengecup dahi Kirana lembut.


"Mohon maaf nyonya jika saya ikut campur, Anda sakit apa?" Tanya Sofi.


Korina tersenyum, kemudian melihat Syam seperti sedang menanyakan sesuatu. Syam pun langsung mengangguk seakan mengerti.


"Kau Sofi?" Tanya Korina. Sofi langsung mengangguk.


"Akau sangat bersyukur bisa bertemu denganmu. Kau ternyata sangat cantik. Sama seperti hatimu. Terima kasih banyak sudah menjaga dan membesarkan Kirana selama ini" ucap Korina.

__ADS_1


"Ditanya apa dijawab apa. Hmmm, tapi aku memang seharusnya tidak menanyakan itu. Itu kan privasi orang"batin Sofi kemudian memukul-mukul mulutnya.


"Sama-sama nyonya, itu sudah menjadi tugas saya. Saya sangat mencintai Kirana. Saya sudah menganggapnya seperti anak sendiri" ucap Sofi yang membuat air mata Korina tidak bisa tertahan lagi.


"Terima kasih" ucap Korina, hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya.


"Kalau begitu saya pulang dulu ya. Tolong jaga Kirana ya" pamit Korina.


Saat akan berbalik, tiba-tiba tubuhnya terhenti karena seseorang yang menggenggam tangannya.


"Ma" ucap Kirana lemah. Korina sangat terkejut, tanpa pikir panjang dia langsung berbalik dan menghadap Kirana yang saat ini memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Sayang, tadi Kamu memanggil Mama?" tanya Korina kembali seperti masih belum menyangka apa yang didengar.


Kirana langsung mengangguk dan tersenyum.


"Iya Ma" ucap Kirana kemudian menggenggam tangan Korina lebih erat.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2