
"Ma, kak Syam kok lama sekali pulangnya, Kak Justine juga tidak sampai-sampai. Kak Gladis juga. Kenapa dengan orang-orang ini" Kata Kirana dengan raut wajah kesalnya.
"Sabar sayang. Sebentar lagi mereka pasti akan sampai. Mungkin sedang kena macet" kata Korina.
"Hmmm, Oya kira-kira siapa ya Ma yang di maksud kak Justine sebagai kakak iparku. Aku sungguh tidak sabar menunggu mereka" ucap Kirana.
"Mana mama tahu" ucap Korina sambil mengangkat bahunya.
"Mama tidak penasaran?" tanya Kirana karena melihat sikap acuh tak acuh Mamanya.
"Sudahlah, buat apa? selama wanitanya baik, Mama pasti akan menerimanya. Lagi pula kakak mu juga sudah dewasa" kata Korina.
"Hmm, Mama tidak seru. Tidak bisa diajak ghibah" ucap Kirana kesal.
"Haha, Ghibah dosa Sayang" kata Korina.
"Hmmm, terserah Mama saja" ucap Kirana dengan wajah yang sudah sangat ditekut. Karena memang dia sedang sangat bosan. ditambah kesal juga pada suami dan kakaknya yang lama sekali.
"Keburu ngidamku hilang ini mah Ma. Bagaimana kalua kita masak-masak saja yuk Ma. Kirana laper" kata Kirana.
"Ya sudah ayo" ucap Korina sambil tersenyum gemas melihat tingkat anak perempuan semata wayangnya itu.
"Terima kasih Tuhan, karena telah mengembalikan dia padaku" batin Korina sambil menghapus air matanya.
__ADS_1
"Itu suara mobil kak Justine Ma" kata Kirana kemudian berlari untuk menyambut kakaknya
"Na, hati-hati. Ingat kau sedang hamil" ucap Korina.
"Hehe maaf Ma" Kata Kirana sambil memperlihatkan senyum termanisnya.
"Kak Justine" teriak Kirana saat melihat kakak nya muncul dari pintu.
"Hallo sayang" ucap Justine dengan senyum yang menawan.
"Kak Justine" ucap Kirana kembali kemudian bergelayut manja pada lengan Justine.
"Ehh ada Gladis juga" ucap Korina saat melihat Gladis disamping Justine.
Kirana langsung menengok ke sebelah Justine. Dan benar saja ada Gladis di sana.
Kirana pun langsung mengajak mereka ke ruang tamu. Dan seperti biasa, mulutnya tidak berhenti mengoceh sejak tadi.
"Kak Justine. Kakak ipar buat Kirana mana?" Tanya Kirana dengan polosnya. Hal ini tentunya membuat Gladis semakin mematung dan tidak bisa berkutik. Karena dia sangat tahu arah dari pembicaraan tersebut.
"Itu" ucap Justine dengan entengnya, sambil melihat ke arah Gladis yang tengah tertunduk. Hal itu sontak membuat Kirana langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Kak Gladis?" Tanya Kirana coba memastikan. Justine langsung mrngangguk dan tersenyum dengan mantap.
__ADS_1
"Sejak kapan kak? Kenapa aku tidak tahu hubungan kalian? Kenapa kak Gladis tidak pernah cerita?" Tanya Kirana yang masih syok dengan ucapan kakaknya. Berbeda dengan Korina yang hanya memilih diam saja dan tidak berkomentar.
Entah karena syok atau dia malas berkomentar.
"Kami sudah mengenal lama dek, dan kakak mencintai Gladis sudah sejak lama" ucap Justine yang tentunya membuat Gladis semakin bersemu merah.
"Wah, aku pikir kakak penyuka sesama jenis. Karena dari cerita mama kakak tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Jadi syukurlah, Kakak ku tidak homo tuhan" ucap Kirana yang membuat Gladis mengulum senyumnya menahan tawa.
"Hey, apa kau bilang? Sejak kapan kau berpikir seperti itu? Kakak tampanmu ini masih normal ya" ucap Justine.
"Kepo. Wekk" ucap Kirana sambil menjulurkan lidahnya yang membuat Justine langsung menjitak kepalanya.
"Mamaaaa" rengek Kirana sambil memegang kepalanya. Namun Korina hanya diam saja sambil menatap tajam ke arah Gladis yang sedang tertawa sekarang. Hal ini tentu membuat tanda tanya besar bagi Kirana dan Justine.
"Ma?" Panggil Kirana karena melihat keanehan pada Mamanya.
"Aku tidak setuju kau memiliki hubungan dengan dia Tin. Apalagi sampai menikah. Mama sangat menentangnya" ucap Korina, yang membuat semua orang Disana langsung terdiam karena terkejut.
Bagai petir di siang hari. Gladis langsung membeku. Senyum yang tadi dipancarkannya hilang seketika. Tergantikan dengan rasa takut dan kecewa.
"Kenapa Ma?" Tanya Justine.
"Kau tahu sendiri alasannya Tin" ucap Korina kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Kak Justine, aku menyusul Mama dulu ya. Kak Justine temani kak Gladis dulu disini" ucap Kirana kemudian menyusul Mama nya.
...-Bersambung-...