Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Bab sekian kali di siksa


__ADS_3

✨Happy Reading...


Setibanya kami di depan pintu kamar mandi. Si kakak pembinaku melambaikan tangannya kepadaku sambil tersenyum jahat kembali.


"Hai Stella" ucapnya manja


"cieee Stella, di tungguin tuh sama si kakak" celetuk Miranti menggodaku sambil tertawa cekikikan.


Entah sudah berapa kali aku menghembuskan nafas panjang hari ini. Mencoba tenang dan berpikir positif aku hanya terdiam dan tak menggubris ulah kakak pembinaku ini lagi.


" Kalian akan kami beri waktu satu jam untuk membersihkan kamar mandi ini, upayakan sebersih mungkin" ucap si pembina tengil itu.


Kami berlima pun masuk ke dalam kamar mandi yang super duper kotor, yang sepertinya memang telah di setting seperti itu sebelumnya.


" Satu jam di mulai dari sekarang ya" teriak si pembina tengil itu kepada kami.


Aku akui kakak kelas kami memang sangat berhasil telah mengerjai kami semua. Karena aku dan Miranti yang baru memasuki kamar mandi seketika langsung di buat mual melihat kamar mandi di sana.


"huek.. huek aku gak sanggup stell" keluh si Miranti sambil menutupi hidungnya dengan dasi hitamnya.

__ADS_1


" sama nih mir, Gilak bisa pingsan juga nih aku lama-lama!!! " ucapku sambil menahan rasa mual yang mendera.


Tiga teman yang bersama kami pun tak jauh berbeda. Mereka pun mual dan muntah-muntah melihat dan mencium aroma di kamar mandi wanita itu.


Lalu dari balik pintu datang Kakak pembina tengil memakai masker dengan menjinjing kotak masker di tangannya. Ia membagikan masker kepada kami satu persatu untuk di pakai.


Aku yang berada di kamar mandi paling pojok juga di hampirinya. Si pembina tengil itu mengambilkan satu masker untukku dan menyimpan kotak masker di dalam tasnya. Dia datang menghampiriku dari belakang dan meyodorkan masker itu padaku.


"kedua tangan kamu kotor semua ternyata" ucapnya sambil melihat kedua tangan aku yang tak berupa sama sekali.


Dia lalu pindah berhadapan muka denganku, sambil membungkuk dia memasangkan tali masker di telinga kanan lalu di telinga kiri ku.


"aww sakit tau!!! " ucapku lirih.


Dia menjepret telinga kiriku dan pergi tanpa meminta maaf. Rasanya ingin berkata kasar saat itu juga. Tapi sekali lagi aku coba menenangkan diri.


Satu jam pun berlalu, peluit tanda berakhirnya misi kami pun berbunyi.


"hufft syukur deh kita udah kelar ngerjain ini semua ya temen-temen..." ucapku kepada empat teman kelompokku.

__ADS_1


"ihhh aku hampir pingsan gara-gara lihat kotoran Segede gaban tadi" ucap salah satu temanku yang bernama Tedi.


"Syukur deh kamu gak pingsan di sini, kalau sampai pingsan mana ada yang kuat ngangkat kamu" celetuk Ferdi sambil bercanda.


Kami semua saling mengobrol sembari kembali menuju ke halaman untuk berbaris lagi.


"bagaimana? enak? bersih-bersihnya" teriak salah satu pembina.


" enggakkk" sahut seluruh siswa siswi MOS bergemuruh.


Hari pertama MOS akhirnya di tutup dengan berdoa setelah itu kami semua di perbolehkan untuk pulang.


Rasanya lega sekali untuk hari ini walaupun ujian di hari pertama sekolah sangat banyak.


••••


" Stel, maaf nih kita gak bisa pulang bareng hari ini, tadi mamaku telepon minta di jemput di rumah bude aku" ujar Fero menjelaskan kepadaku.


" oh ya udah Fer, aku pulang naik angkot aja kalau gitu. Kamu hati-hati ya di jalan." ucapku ke Fero

__ADS_1


" iya udah sampai jumpa besok ya... Kamu juga hati- hati ya stel" sahut Fero sambil pergi menuju ke arah parkiran.


__ADS_2