Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Akhirnya Pria Gila itu KO


__ADS_3

Aku pun tersadar dan melihat tubuhku yang sudah di penuhi dengan banyak alat-alat rumah sakit. Di sudut pintu ku melihat ada mama dan papa yang sedang berbicara dengan dokter. Serta seorang pria yang sekilas mirip dengan kak Dipa sedang duduk di sebelah ranjang ku.


" Om, Tante, Dokter... Stella udah sadar" ucap kak Dipa dengan nada yang semangat.


•••


" ahh papa... Aku kangen" ucapku pada papa, karena telah lama tak melihat nya.


" maafin papa ya nak, papa pulangnya malah pas kamu kayak gini" ucap papa sedih.


" kamu ini Stel, nekat banget!!! Lihat kan akhirnya kamu jadi kayak gini... Mama khawatir kamu ini kenapa-kenapa..." ujar mama sambil menyeka air matanya.


" udah jangan marahin anak mu, dia wonder woman tau ma" sahut papa membelaku.


" ih papa, kasihan tau anak cantik kita jadi luka-luka kayak gini." imbuh mama mengasihani ku sambil mengelus kakiku.

__ADS_1


"aduh sakit ma" ujarku kesakitan lalu menengok ke arah kak Dipa yang berdiri di belakang papa dan mamaku.


" ma.. pa... Keluar bentar boleh?" Pintaku perlahan pada kedua orang tuaku. Seolah mengerti dengan urusan anak muda. Papa dan mama pun akhirnya keluar dari ruanganku.


" Jaga in anak Tante ya nak" ucap mama ku pada kak Dipa.


" iya Tante pasti" jawab kak Dipa dengan tegas.


" inget jangan macem- macem sama anak om hahaha" ucap papa menggoda kak Dipa sembari menepuk pundak kak Dipa dengan cukup keras.


" Maafin aku sayang... Maafin aku ya sayang" ucapnya sambil menggenggam tanganku lalu mengecup keningku dengan penuh rasa sesal.


Aku pun tersenyum dan mencoba meraih pipi kak Dipa yang di basahi cucuran air matanya.


" udah gak papa kok, gak usah nangis kak.. aku udah sadar dan baik-baik aja nih" ujarku sambil mengelap air mata di wajah tampannya.

__ADS_1


"Seandainya aku tadi gak marah sama kamu, dan angkat telpun kamu... Kamu pasti gak bakalan sakit kayak gini.. maafin aku..maafin aku sekali lagi" kak Dipa pun berulang kali meminta maaf padaku, sambil menciumi tanganku dengan penuh rasa menyesal. Aku pun terdiam melihat sikap kak Dipa dan hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhku.


•••


Hari itu adalah hari yang sangat menyakitkan dan melelahkan bagiku. Namun aku lega karena bisa membantu Miranti. Dia akhirnya bisa lepas dari jeratan mantannya yang gila itu.


Sesaat sebelum masuk ke gedung memang sengaja aku merekam kejadian kekerasan yang di lakukan mantan Miranti itu. Aku pun memang sengaja memancing emosi pria gila itu tanpa pernah berpikir panjang. Aku tak berpikir jika pria itu bisa segila ini pada wanita. Aku pun bersyukur, karena aku masih bisa bernafas dan masih hidup setelah di hajar habis-habisan oleh pria itu.


Akhirnya masalah antara miranti dengan mantan pacarnya yang toxic itu berakhir. Pria gila itu akhirnya bisa di periksa oleh polisi berkat rekaman kekerasan yang di lakukan nya terekam jelas dari ponselku. Ia pun akhirnya di tetapkan menjadi tersangka dan di jebloskan ke dalam penjara.


•••


"Makasih ya stell, berkat kamu aku bisa selamat. Berkat kamu, sekarang akhirnya aku bisa lepas dari dia. Tapi, maafin aku, gara-gara menyelamatkan aku, kamu jadi harus sakit kayak gini. " ucap Miranti sambil menahan tangisnya.


" udah gak usah mikir apa-apa dulu, kamu udah enak kan belum mir?" tanya ku sambil menahan nyeri di punggungku karena kelamaan berbaring.

__ADS_1


__ADS_2