
"berarti kalau yang kayak gini kamu belum pernah ya Stel?" Tiba-tiba saja kak Dipa menunjuk ke arah laptop. Di mana adegan pemain pria dan wanita sedang berciuman dengan mesra.
" Hem.. belum lah kak hahaha" jawabku dengan gugup.
"Maaf ya Stel , kayaknya kamu lupa deh. Kayaknya kamu pernah kayak gini deh" celetuk kak Dipa sambil menaruh telunjuknya di bibirnya. Kak Dipa seolah sedang mencoba mengingatkanku akan sesuatu.
Terang saja setelah menatap kelakuan kak Dipa membuatku sadar. Akupun hanya bisa tertawa lalu aku pun mulai mengingat kejadian di taman waktu itu. Dimana aku mencium kak Dipa terlebih dulu.
" hahaha kamu inget kan, pasti inget kan" ucap kak Dipa menggodaku sambil menyenggol-nyenggol lenganku.
Aku pun menutupi wajahku dengan kedua tanganku karena malu. Ternyata kak Dipa masih ingat dengan kejadian waktu itu sehingga ia mengungkitnya sampai aku merasa malu.
"Udah liat sini lagi" ucap kak Dipa sambil menarik kedua tanganku yang sedang menutupi wajahku.
"Hemm mau coba lagi gak?" Tiba-tiba saja kak Dipa bertanya padaku sambil menunjuk adegan ciuman yang muncul lagi di layar laptopku.
Aku pun hanya menoleh dan tersenyum aneh pada kak Dipa. Tapi, tanpa pikir panjang kak Dipa lantas menarik pinggulku sehingga aku pun lebih dekat dengannya. Wajah tampan nya kini sangat dekat dengan wajahku. Lalu, mulai kurasakan hembusan nafas nya yang menggelitik di wajah ku.
__ADS_1
" Maaf stella malam ini aku izin ya, kamu gak boleh nolak"
Setelah berkata seperti itu, kak Dipa pun langsung mengecup bibir ku persis seperti di dalam film Korea yang sedang kami tonton.
Aku pun terdiam dan akhirnya memejamkan kedua mataku lalu terhanyut dalam kecupannya yang terasa begitu hangat. Degup jantungku berdetak begitu cepat saat itu. Namun, kak Dipa memeluk tubuhku dengan erat sehingga tubuhku semakin dekat dengan nya. Kami pun akhirnya saling menikmati kecupan demi kecupan malam itu, tanpa menghiraukan film yang sedang kami tonton ternyata sudah the end.
Setelah beberapa saat kami berciuman, kami berdua pun akhirnya berhenti dan saling berpandangan. Aku yang tersipu malu menutup mulutku dengan telapak tanganku, aku berusaha menyembunyikan rasa bahagiaku. Kak Dipa pun lantas tersenyum padaku dengan sesekali mengelus pipiku.
" Stel, kalau udah ciuman gini berarti kita udah resmi pacaran loh kalau di film-film" ucap kak Dipa tersenyum sambil memandangiku.
" beneran Stel, mulai hari ini kamu jadi pacarku loh ya berarti? Mau loh ya berarti?" Lanjut kak Dipa mencoba membujukku kembali.
"Iya ya Stell, tadi kamu kan gak nolak loh ya pas aku cium, brati kamu Nerima loh ya jadi pacar aku?" Kak Dipa mengulang kembali memohon padaku agar menerimanya, hal itu ia lakukan sambil memegang tanganku dengan erat.
Setelah kejadian malam ini, sepertinya perasaanku mulai berubah pada kak Dipa. Aku sepertinya memang perlu menjawab pertanyaan kak Dipa sekarang. Akhirnya, setelah beberapa saat aku berpikir, aku pun memutuskan
mengiyakan kata-kata kak Dipa.
__ADS_1
"Hah ulangi lagi Stel" tukas kak Dipa sambil mendekatkan telinganya padaku.
"Iya aku mau jadi pacar kakak" bisikku perlahan di telinga kak Dipa.
"Yes...yes...yes" kak Dipa pun terlihat bahagia setelah mendengar kata-kata yang sangat ia tunggu-tunggu akhirnya terlontar dari bibirku.
"Karena di terima, berarti boleh cium lagi dong hahaha" celetuk kak Dipa padaku. Mendengar hal itu aku pun segera membekap mulut kak Dipa, lalu menyuruhnya untuk segera pulang.
" udah besok kita sekolah kak udah sana gih pulang"
Dengan raut kecewa kak Dipa pun pulang lewat jendela. Namun memang dasar dia orangnya usil. Kak Dipa lantas berbalik ke arahku lagi, lalu memegang kepalaku dan mengecup pipi kanan, pipi kiri, dahi serta bibirku dengan cepat. Setelah itu dia pun pergi menuju ke arah jendela.
" Selamat tidur sayangku Stella, mimpi indah ya sayang" ucap kak Dipa sebelum akhirnya ia pergi keluar jendela lalu menuruni tangga dan kembali menuju rumahnya.
•••
Setelah sampai di kamarnya, ia langsung melambaikan tangannya dari jendela. Aku yang bahagia pun reflek memberikan ciuman jauh padanya, lalu lucunya ia menangkap ciuman jauhku dan memasukkan ke kantong celananya. Malam itu rasanya hatiku berbunga-bunga. Aku juga kagum serta terpukau dengan sisi lain kak Dipa malam itu. Ia terlihat begitu imut ketika sedang jatuh cinta, berbeda tak seperti sebelumnya yang sangat menyebalkan.
__ADS_1