Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Bab tiga di siksa


__ADS_3

✨Happy Reading...


Aku menarik Fero pergi menjauh dari kantin menuju ke sebuah taman. Lalu mencari tempat duduk yang nyaman untuk aku mencurahkan isi hatiku ke Fero. Akhirnya ku luapkan semua kekesalanku hari ini kepada Fero. Panjang kali lebar semua ku ceritakan pada Fero. Dia juga tampak sangat kesal mendengar hal yang ku sampaikan.


" ihh kesel aku stell, ngapain kamu tadi gak langsung cerita aja!!! biar aku kasih pelajaran tuh kakak kelas" ujar Fero meledak- ledak.


" aku gak mau cari ribut Fer, lagian kita juga masih anak baru. Nanti yang ada urusannya makin runyam." jawabku sambil menenangkan si Fero.


Aku mengajak si Fero bersepakat untuk tidak menceritakan hal yang menimpaku itu kepada siapapun. Sebenarnya Fero kurang setuju dengan hal itu, namun sebagai sahabat yang baik dia selalu menghargai keputusan yang aku ambil.


Tak lama berselang bel pun berbunyi nyaring, pertanda jam istirahat telah selesai. Aku dan Fero berjalan menuju barisan kami masing- masing.


"semangat ya stel !!!!" teriak Fero nyaring sambil masuk ke dalam barisannya.


Aku menghela nafas panjang setelah masuk ke dalam barisanku lagi. Si kakak tengil itu masuk memimpin barisan dan mengecek kelengkapan anggota di grup kami.

__ADS_1


Acara MOS pun di lanjutkan dengan tema mencintai lingkungan. Seluruh anggota MOS yang dari rumah masing-masing telah membawa sebuah tanaman dan alat kebersihan pun mulai di arahkan untuk menuju ke halaman sekolah yang masih kosong, selain rerumputan disana belum ada tanaman apapun.


"anyonghaseo stel hihihi" ucap si Miranti dari belakang ku.


" loh mir, kamu udah baikan?" tanyaku kaget.


"udah kok stel hahaha nih aku udah siap menanam" jawab Miranti yang terlihat lebih fresh setelah istirahat di UKS.


Aku pun lega karena miranti telah lebih sehat, tapi hal itu membuat ku jadi mengingat hal yang di lakukan si pembina tengil padaku di samping UKS tadi.


"brakk"


Orang ini sepertinya sengaja berlaku seperti itu kepadaku.


"ehh tanaman kamu jatuh ya.." ucapnya padaku.

__ADS_1


"kasihan deh loe" ucapnya lagi dengan suara lirih sambil berlalu pergi.


"dasar kampr****t" gumamku dalam hati.


Dia seenaknya pergi tanpa membantuku mengambilkan tanaman ku yang jatuh terpisah dari dalam polybag berisi tanah. Dan lagi-lagi aku hanya bisa diam mendapati aku di kerjai lagi oleh pembina ku itu.


Untungnya ada si Miranti yang membantuku. Kami saling bahu membahu menanam tanaman yang kami bawa masing-masing.


Acara menanam pun telah selesai di adakan. Acara selanjutnya adalah bersih-bersih yang merupakan acara penutup untuk MOS hari ini.


Setiap siswa telah di tentukan membawa alat kebersihan. Dan aku di tentukan untuk membawa alat pel. Kemudian tempat kami bersih- bersih juga di tentukan. Kelompok kami di tempatkan untuk membersihkan kamar mandi sekolah.


" iuhh aku gak mau ah stel, ucap Miranti kepadaku.


" terus kamu mau gimana? mau pingsan lagi? ujarku sambil membawa alat pel menuju ke kamar mandi wanita.

__ADS_1


Suasana sekolah memang sudah sepi karena kelas 11 dan kelas 12 telah pulang lebih awal. Di sekolah hanya tersisa para siswa siswi MOS yang di jadwalkan pulang hingga sore hari.


Aku dan kelompok ku menuju ke kamar mandi, tempat kami di suruh bersih-bersih. Disana hanya terlihat kakak pembina yang menunggu di depan pintu kamar mandi.


__ADS_2