Tetap Jadi Malaikatku

Tetap Jadi Malaikatku
Dia yang Menyebalkan Bertamu


__ADS_3

"tok..tok..tok"


Terdengar suara dari balik jendela kamarku.


Aku yang semula rebahan di kasur, langsung terperanjat ketakutan. Karena malam ini mama tak ada di rumah, jadi hanya aku di rumah sendirian.


"tok..tok..tok..hei..Petaka"


"Hei..Petaka tolong bukain!!"


Terdengar suara yang tak asing seperti sedang jengkel padaku. Aku tahu jika itu suara kak Dipa yang memanggilku. Namun, rasanya aku sudah malas padanya. Sejak kejadian tadi aku merasa tak berguna di buatnya.


"Aaa.. aku jatuh nihh"


"Brak" lalu terdengar suara seperti sesuatu terjatuh dengan keras.


Aku pun segera beranjak dari tempat tidurku dan menuju ke arah jendela. Lalu melihat sebuah tangga yang berada di tanah. Namun, tak ku lihat keberadaan kak Dipa di sana. Lalu, ku putuskan membuka jendela kamarku untuk memastikan lagi. Setelah terbuka jendela kamarku, aku pun di kagetkan oleh kak Dipa yang tiba-tiba berdiri di hadapanku.

__ADS_1


"Gak usah khawatir, aku gak jatuh kok. Nih aku masih bisa berdiri di sini" ucapnya cengengesan tanpa beban. Dengan raut wajah tak bersalah ia pun memaksa masuk ke dalam kamarku.


" Ih keluar sana kamu!!!" bentak ku sambil menarik lengan kak Dipa walau tak membuahkan hasil.


"Ngapain kamu ke sini haa!!! Pergi sana!!! Keluar!!!" sahutku sambil menunjuk ke arah jendela, sambil berharap kak Dipa keluar dari kamarku.


Kak Dipa pun tetap tak menggubris dan tetap melangkah memutari isi kamarku dengan santai.


" Oh kayak gini ya kamar cewek ?" berantakan banget sama kayak yang punya" celetuk kak Dipa sambil melengos ke arah ku.


"Tadi ngapain aja sama bio? Enak ya di elus-elus gitu" Tiba-tiba saja kak Dipa mulai membahas kejadian siang tadi.


"Emang apa urusan kamu, ngapain ngebahas aku sama kak Bio? Emang penting?" Jawabku dengan nada marah.


"Gak penting sih, tapi gak enak aja di lihat orang" sahutnya dengan nada menyebalkan.


"Udah sih gak usah bahas kak Bio juga.. sekarang yang penting kamu pergi dari sini!!!" Akhirnya ku beranikan diri mendekat ke arah kak Dipa dan mencoba mendorongnya agar keluar.

__ADS_1


" Kamu mau aku mati? tuh tangganya udah gak ada.." ucap kak Dipa sambil menunjuk ke luar jendela.


"Ya udah lewat pintu aja sana!!! Pokoknya kamu harus keluar.. aku gak mau lihat kamu di sini!!!.


"Ya udah kalau kamu kekeh nyuruh aku keluar, tapi kamu yang harus bukain pintunya" ucap kak Dipa menyuruhku.


" Gak mau!!! Buka sendiri sana!!!" Sahutku semakin kesal.


" Ya udah aku tetep di sini aja" jawabnya sambil berjalan ke arah ranjang tidurku.


" Udah aku tidur di sini aja kalau gitu, bolehkan?" Dengan wajah datar, ia pun berbaring dengan nyaman di tempat tidurku.


" Ih dasar orang nyebelin!!!keluar sana!!!" Tukas ku sambil menarik tangannya agar tak berbaring di kasurku.


Tangannya yang kuat pun menarik lengan lalu punggungku sampai terduduk di atas ranjang tidur di sebelahnya. Ia pun lalu duduk lalu memeluk tubuhku dengan erat.


Aku yang sangat kesal, mencoba melepaskan pelukan kak Dipa yang begitu erat. Tapi aku sudah terlalu lelah karena amarahku dan juga badan kekar kak Dipa yang memelukku  dengan erat semakin membuat ku akhirnya pasrah di dekapannya.

__ADS_1


__ADS_2