
✨ Hay Para Readers...
Sebelum lanjut membaca novel ini, aku Dawet_legi minta supportnya ya buat karya ku ini 🙏🙏🙏
...----------------...
Aku pun mendongak ke atas menatap orang tersebut. Saat ku sadari, ternyata ia adalah seseorang yang aku kenal.
Aku hanya mengangguk dan tak berucap sepatah katapun pada orang tersebut. Ia pun terdiam lalu melintas menuju ke lantai atas.
Ternyata seperti ini rasanya bertemu kembali, dengan orang yang dulu pernah singgah di hidup kita. Rasanya batin berkecamuk seolah semua kenangan yang dulu kembali dalam ingatan.
Setelah melawan perasaan yang berperang dengan jiwa sendiri. Mencoba kuat dan tegar, akhirnya air mata ku pun mulai berlinang. Ku seka dengan tisu di hadapanku namun tak kunjung reda. Hingga ku putuskan untuk lari pergi dari tempat ku saat ini merenung.
...----------------...
__ADS_1
(Flashback 5 tahun silam)
Hari ini aku menunggu seseorang yang telah berjanji berkali-kali untuk bertemu. Hingga titik jenuhku pun datang, dimana ini mungkin adalah hari terlelah ku untuk kesekian kali menunggu.
Jika hari ini ia tak menepati janji. Aku putuskan untuk menyerah selamanya dari hubungan yang menjemukan ini.
Hari itu tak sesuai dengan ramalan cuaca yang ku lihat di ponselku. Hujan pun tiba-tiba turun dengan derasnya. Seolah menutupi air mata yang berlinang di pipiku.
Setelah hampir lima jam aku menunggu, hingga hari pun semakin larut. Dari kejauhan harapan ku pun seperti tergerak setelah ku lihat sebuah siluet seseorang. Namun, ternyata ia adalah kak Bio yang mengajak ku untuk pulang. Lelaki itu tak pernah muncul di malam itu.
"Sudah gak usah di tunggu, dia gak bakalan datang ke sini stell" imbuh Bio dengan sebelah tangannya merangkul ku untuk ikut dengannya.
Setelah hari itu berlalu, tak sekalipun aku melihat lelaki yang sangat aku cintai di hidupku itu muncul lagi di depan mataku. Dan juga, sejak saat itu ku putuskan melupakan lelaki itu selamanya.
Hari berlalu, minggu, bulan hingga tahun berlalu, akhirnya sikap ku berubah. Aku semakin berani, egois, bodoh amat. Sejak saat itu aku tak menyukai sebuah hubungan yang serius. Yang ku lakukan hanya bersenang-senang dan mempermainkan perasaan banyak pria.
__ADS_1
...----------------...
(Masa Kini)
Sesampainya di rumah setelah berdebat panjang dengan perasaan bercampur aduk di perjalanan. Aku pun segera menyegarkan diriku dengan membersihkan diri. Lalu membuat sebuah mie goreng instan untuk mengisi tenagaku karena menangis sejak pulang dari cafe tadi.
Setelah terasa tenang aku mulai membuka sebuah buku di dalam laci meja riasku. Tersimpan sebuah album dari masa lalu yang masih terlihat mengkilap karena tak pernah ku sentuh selama bertahun-tahun.
Aku melihat banyak foto ku dengan seseorang yang mirip lelaki di cafe tadi. Dan ternyata aku tak keliru, orang itu adalah benar dia. Seseorang dari masa laluku, ia yang telah lama ku benci dan telah terpendam lama dalam kenangan.
Pria paling menyebalkan yang pernah ku temui ketika SMA. Ia pria pertama yang membuatku jatuh cinta. Pria yang paling berkesan saat aku menjadi kekasihnya. Serta pria paling brengsek yang pernah ku temui di dalam kehidupanku. Hingga saat ini , rasa sakitnya mencuat kembali ke permukaan.
...----------------...
"Aku merindukanmu Stella" ucap seorang pria menghampiriku lalu menggenggam erat tanganku.
__ADS_1