
"Kamu ada hubungan apa sama Bio?" Tanya kak Dipa sembari memandang ke arahku.
"Haa.. kakak ngajak aku ke sini tujuan nya cuma tanya itu ternyata!" ucapku dengan mencoba beranjak pergi.
"Tunggu, tadi kamu minta turun dari mobil, cuma buat ketemu si Bio ternyata?" ucap kak Dipa sambil menarik lenganku agar tak pergi meninggalkannya.
" Emang apa urusan kakak, emang apa hak kak Dipa tanya kayak gitu sama aku?" sahutku dengan sedikit kesal.
Mendengar ucapanku kak Dipa hanya terdiam lalu melepaskan lenganku dari genggamannya.
"Ya udah maaf, kamu bisa pergi Stel kalau gitu" ucap kak Dipa tiba-tiba mengusirku.
Perasaan yang mengganggu ku tadi pagi pun muncul kembali setelah mendengar ucapan kak Dipa yang seolah pasrah tanpa ada pembelaan. Aku lantas seperti orang bodoh di buat nya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam kelas dengan rasa kesal yang berulang kembali.
•••
Setelah berjalan beberapa langkah ternyata kak Bio muncul menghampiri lalu memanggilku. Lalu dengan sadar aku sedikit menengok ke arah kak Dipa yang ternyata masih berada di tempat tadi sambil memandangi aku dan kak Bio.
"Mau ke kantin gak Stell?" ajak kak Bio padaku.
"Ah enggak kak aku lagi gak mood makan, mau masuk ke kelas aja" jawabku dengan mencoba membatasi jarak dengan kak Bio.
"Hahaha kamu masih parno sama tadi pagi ya? Kok ngejauh gitu?" ucap kak Bio yang mulai menyadari sikap ku padanya.
" iya ihh hahaha aku tadi di samperin para Bio lovers kak soalnya, aku jadi takut berdiri di samping kakak" aku pun menceritakan kejadian yang menimpaku tadi, sambil mengajak kak Bio pergi menjauh dari tempat kak Dipa berada. Kami pun mengobrol panjang lebar tanpa sadar Fero menatap kami berdua dari kejauhan.
"Hemmm... " sindir Fero pada kami berdua agar menyadari keberadaannya.
__ADS_1
"Eh ada Bio lovers juga nih kak disini" celetukku pada kak Bio, sehingg membuat Fero memelototi ku.
"Ehh mana orangnya emang Stel?" tanya kak Bio penasaran.
" hahaha gak kok kak, cuma bercanda" sahutku sambil senyum-senyum melihat si Fero yang mulai salah tingkah.
Setelah kak Bio menyadari keberadaan Fero, ia pun mengajak kami untuk berkumpul membahas tentang rancangan acara yang akan di adakan oleh OSIS. Aku dan Fero pun mengiyakan dan berjanji jika sepulang sekolah kami akan menghadiri rapat tersebut.
•••
Akhirnya pelajaran terakhir pun berakhir. Aku dan Fero langsung keluar menuju ke ruang OSIS. Namun kak Dipa tiba-tiba menghadang ku kembali.
"Apalagi sih kak?" ucapku dengan nada kesal.
" kenapa lagi nih Stel? tanya Fero sambil menyenggol lenganku.
"Woi Fer, dia bisikin apa? Aku gak mau ikut dia" Aku pun berucap sambil memberontak menolak ajakan kak Dipa.
"Udah sana, have fun ya Stel" ucap Stella sambil tersenyum mencurigakan.
•••
"Jalan sendiri atau aku gendong lagi?" Ancam kak Dipa padaku.
" ihh apaan sih kak aku gak mau" dengan tegas aku pun tetap menolak.
"Oke, berarti aku gendong" sahut kak Dipa lalu mencoba menggendongku dengan paksa.
__ADS_1
Aku pun akhirnya terpaksa mengikutinya karena kepalang malu banyak anak- anak yang melihat ke arah kami. Dengan wajah cemberut aku pun terpaksa berjalan di samping kak Dipa.
•••
Kami pun akhirnya sampai di taman yang sama seperti saat pertama kali kak Dipa mengajakku. Kak Dipa pun membukakan pintu mobilnya untuk ku.
" Kakak gak mau beliin aku es krim lagi?" ucapku padanya.
"Kenapa? Kamu mau kabur dari aku?" sahut kak Dipa seolah sudah tahu isi dalam pikiranku.
Aku pun hanya terdiam karena modusku sudah terbaca duluan oleh kak Dipa. Aku tak tahu kak Dipa mengajak ku kemari untuk apa lagi. Sebab, tadi siang dia mengajak ku bertemu pun sudah membuat ku kesal. Kenapa sekarang masih saja mengajak ku untuk bertemu lagi.
" Masih marah sama aku? Mau tau isi tas kresek hitam itu" Tiba-tiba saja kak Dipa membahas hal yang tadi pagi sempat membuat ku ngambek.
Dengan sok jual mahal aku pun menggelengkan kepalaku seolah-olah menolak agar kak Dipa kesal. Namun ternyata yang kesal malah diriku ini. Kak Dipa malah masuk ke dalam mobil dan menancapkan kunci mobilnya kembali. Dan akhirnya aku malah yang di buat kesal oleh perilakunya.
"Ihh... Bisa gak sih peka dikit sama cewek!!!" ucapku sambil memegang tangan kak Dipa yang mulai memegang gagang setir.
"Katanya kamu gak mau tau kan? Ya udah aku anter kamu pulang aja kan kalau gitu" tukasnya dengan santai.
" mbok ya basa basi gitu loh kak sama cewek, mbok di rayu, mbok ya di apain gitu loh" sahutku dengan logat Jawaku.
" hemmm... Gak mau wekk" dia pun keluar mobil lagi sambil menjulurkan lidah nya padaku.
Tampak dari depan mobilnya, kak Dipa melambai kan tangan nya padaku. Menyuruhku untuk keluar dari mobilnya. Namun sebagai cewek yang gengsinya tinggi aku pun memberi isyarat dari dalam mobil agar kak Dipa membukakan pintu mobil untukku.
"Silahkan tuan putri" ucapnya sambil membukakan pintu mobil untukku.
__ADS_1